Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
EXSAL.


__ADS_3

Sudah satu minggu Dinda pulang dari rumah sakit . setiap hari mama dan Bunda bergantian membantu Dinda mengurus bayi mungil yang diberi nama Exsal Wira Atmaja. Dinda masih agak takut untuk mandikan Exsal (panggilan untuk si kecil) sendiri. Pagi itu setelah memandikan si kecil Exsal. Dinda mengajaknya berjemur di halaman. Tiba- tiba Dirga sudah berada di belakang tubuh Dinda.


"Yang aku gendong dedek sini...," ucapnya sambil mencium pipi Dinda.


"Mass......ini di luar....kalau di lihat orang gimana....?" seru Dinda kaget.


"Masa bodoh....orang mas cium istri sendiri..." jawab Dirga sambil tersenyum menggemaskan.


"Yee ..uda jadi papa kok masih genit..." ucap Dinda sambil tertawa .


"Nggak apa- apa ya sayang....papa genitnya kan sama mama aja..." jawab Dirga berkata pada bayi Exsal seolah dia tahu perkataan papanya.


"Sini ma papa yang gendong...." lanjutnya. Dindapun memberikan sang putra pada papanya.


"Mas Dinda kedalam dulu ya....?" ucap Dinda setelah memberikan si kecil ..


"Iya...."


"Ok sayang mama tinggal dulu ya...?" seru Dinda sambil mencium pipi Exsal.


"Iya mama..." jawab Dirga menirukan suara anak kecil. Dindapun masuk kedalam rumah. Dia berjalan kedapur. Ketika sampai di dapur terlihat bik Sumi sedang mencuci beras.


"Bik nasi kemarin masih bayak...?" tanya Dinda sambil mendekat

__ADS_1


"Masih non...."


"Baiklah Dinda mau buat nasi goreng ya bik...?"ucap Dinda.


"Iya non ....."jawab bik Sumi sambil menaruh beras yang sudah di cuci ke dalam rice ceker.


"Non bibik bantu....?"


"Nggak usah deh bik...bibik bersih- bersih aja dulu..nanti kalau mau buat masakan untuk siang bibik bantu Dinda"


Ucap Dinda sambil memotong sayuran.


"Iya non...." jawab bik Sumi sambil berjalan meninggalkan Dinda.


Setelah menata di atas meja makan Dinda masuk kedalam kamarnya untuk merapikan kamar dan menyiapkan baju dinas sang suami . Setelah kamar terlihat rapi serta baju sang suami sudah tertata di tempat tidur Dinda keluar kamar menuju halaman rumah di mana Dirga sedang menggendong Exsal kecil.


"Mas sini dedek...mas siap- siap berangkat kerja.." ucap Dinda sambil meminta sang putra. Dirgapun memberikan bayi mungil itu ke Dinda setelah mencium pipinya terlebih dahulu. Merekapun beriringan masuk ke dalam rumah.


"Yang...mas nanti pulang agak sore sebab ada sedikit kesibukan di kantor "


Ucap Dirga sambil berjalan kekamar mereka.


"Iya mas....tapi nggak sampai malam kan..?"

__ADS_1


"Nggak...mungkin sekitar jam limaan "


Merekapun sampi di dalam kamar. Dirga berganti pakaian yang sudah di siapkan Dinda sedang Dinda menaruh baby Exsal kedalam bok bayi karena sudah tidur. Setelah Dirga sudah rapi mereka keluar menuju meja makan.sesampainya di meja makan Dirga melihat masakan kesukaannya.


"Yang kau buat nasi goreng....?" ucapnya gembira sebab sejak sang istri mulai hamil besar tidak pernah membuat nasi goreng kesukaannya.


"Iya mas...mas suka...?"


"Suka sekali yang....." ucapnya sambil duduk.


Dinda memberikan sepiring nasi goreng beserta lauknya .Dirgapun mulai menyantap nasi goreng kesukaannya itu. Dinda yang melihat tingkah sang suami yang makan tersenyum .


" Tambah mas.....?" tanya Dinda ketika sang suami begitu nikmat memakan nasi goreng buatannya.


"Iya yang...enak sich...?" ucapnya sambil memberikan piringnya. Dindapun mengambilkan nasi goreng itu lagi .Setelah menyelesaikan makan paginya Dirga kembali kekamar diikuti Dinda. Sesampainya di kamar Dirga mendekati box bayi.


"Sayangnya papa ....papa berangkat dulu ya.. jangan nakal jaga mama ya sayang muuaah...." ucapnya lalu mencium pipi gembul sang putra kemudian menciumnya Dirga lalu keluar diikuti sang istri. Setelah memakai sepatu dinas Dirga menghampiri Dinda.


"Yang mas berangkat dulu ya..." ucapnya sambil mencium dahi Dinda.


"Iya mas...hati- hati di jalan.." Dindapun mengantarkan Dirga sampai diteras. Setelah melihat mobil sang suami menjauh Dindapun masuk kedalam rumah.


BS.

__ADS_1


__ADS_2