
Tak kama sampailah Dinda di rumah sang Bunda. Dinda memarkirkan mobilnya di halaman rumah. Tak sabar Exsal keluar dari mobil dan berlari kedalam rumah.
"Eyang......" teriaknya .
"Exsal....hati - hati nak... "seru Dinda takut Exsal jatuh lagi. Mendengar teriakan Exsal sang Bunda yang ada di dalam keluar.
"Sayang....cucu Eyang datang...."seru bu Nuning keluar bersama menantunya yang ketepatan datang.
"Asalamualaikum...." ucap Dinda.
"Walaikum salam...'" jawab mereka bersama.
"Lo ada kak Rosa....kapan datang kak..?" tanya Dinda sambil memeluk sang kakak.
"Tadi malam Din..." jawab Rosa sambilmembalas pelukan Dinda.
"Kakak bersama kak Fian kan....?" tanya Dinda kembali.
"Iya....kenapa..?" jawab Rosa.
"Kok nggak ada mobilnya....?" tanya Dinda sambil memandang keluar.
"Lagi keluar sama Ayah Dek...." jawab Rosa.
"Din kenapa dengan lengan cucuku...?"
tanya sang Bunda ketika ada balutan di lengan Exsal .
"Tadi ada orang gila di supermarket.."
jawab Dinda masih jengkel kalau mengingat kejadian di supermarket tadi.
"Orang gila....? Maksudnya gimana Din "
Tanya Bunda kembali. Akhirnya Dinda menceritakan kejadian yang menjengkelkan tadi pada keluarganya.
"Ya ampun Din..gila amat orang itu..." ucap bu Nuning geram. mereka sudah duduk di ruang keluarga.
"Halo kak Dinda hay Exsal ponakan tante yang imut..." sapa Sela yang baru keluar bersama Bintang putra Rosa.
"Ya ampun ini kenapa kak.." tanya Sela ketika melihat lengan Exsal.
"Exsal jatuh tante....?"Jawab Exsal.
__ADS_1
"Kok bisa sich kak....emang jatuh di mana...?" tanya Sela kembali.
"Di supermarket ....ada orang gila tadi "
Dindapun menceritakan kembali pada sang adik.
"Ya ampun kurang ajar amat sich wanita itu, kalau ada aku di sana udah ku remas tangan dia..." seru Sela gemas.
"Biarkan aja nanti dia juga dapat balasannya...." ucap sang Bunda sambil mencium pipi Exsal.
"Masih sakit ya dek....."tanya Bintang sambil memegang tangan Exsal.
"Sudah nggak sakit kok kak...."jawab Exsal sambil tersenyum pada Bintang.
"Kalian menginap kan.....?" tanya bunda.
"Nggak Bun nanti sore kami pulang.."
"Ma nginap ya....kan ada kak Bintang ?"
pinta Exsal pada sang mama. Exsal memang dekat dengan Bintang Dinda menatap wajah sang putra yang mengharap untuk menginap.
"Emang berapa hari kakak menginap. "
tanya Dinda pada Rosa.
"Baiklah kalau begitu kita menginap ,kita pulang besok ...." ucap Dinda.
"Hore.....Exsal menginap....!" teriak Exsal bahagia. Dinda melihat kebahagiaan di wajah sang putra ikut juga bahagia.
"Sayang main di luar yuk sama kak Bintang....." ajak Sela .
"Ayuk......" seru Exsal sambil turun dari pangkuan Eyangnya. akhirnya Dinda menelfon bik Sumi untuk memberitahukan bahwa mereka menginap di rumah Bundanya.
"Bik jaga rumah ya...kalau ada apa- apa telfon Dinda ...."
"Iya non....." jawab bik Sumi.
"Assalamualaikum....."
"Walaikum salam..." jawab bik Sumi.
****
__ADS_1
*Di tempat lain.
Seorang pria resah di atas tempat tidur.
Ah....kenapa aku teringat wanita itu terus sich....apa aku merasa bersalah ya . pria itu kembali duduk. Dia adalah Raka yang mempunyai nama lengkap Raka Wira Wijaya putra tunggal bapak Andi Brata Wijaya. Pewaris keluarga Wijaya. Tempat dimana Dinda bekerja. Raka masih berguling- guling di atas kasur dengan resah.
Ya Tuhan.....kenapa aku nggak bisa menghilangkan senyum sinisnya. Ada apa dengan hatiku ya Allah....dia tersenyum sinis aja indah apa lagi kalau tersenyum manis. Ya Tuhan kenapa jantungku berdebar- debar. Raka semakin gelisah. Hingga jam dua pagi dia baru bisa tidur. Jam 04.39 pagi Raka terbangun dari mimpi indahnya. Cepat- cepat dia berjalan ke kamar mandi. Sebandel- bandelnya Raka dia tidak pernah meninggalkan solat . setelah mandi dan solat Raka memakai baju olah raga. Ia ingin lari pagi .
*Di rumah Bunda.
Setelah mandi dan solat Dinda keluar dari kamar karena Exsal masih tidur nyenyak. Dinda melangkahkan kakinya menuju dapur tapi baru sampai ruang tengah dia bertemu dengan Rosa.
"Dek anterin kakak yuk....?" ajak Rosa pada Dinda.
"Kemana kak.....?"tanya Dinda .
"Ambil baju di tempat teman kakak..."
"Kak...ini masih pagi kak...." ucap Dinda sambil tersenyum.
"Tadi kakak udah nge WA katanya suru ambil sekarang ....anterin ya dek soalnya aku butuh baju itu.." ajak Rosa memohon.
"Baiklah aku pamit Bunda dulu ya...." jawab Dinda.
"Iya dek aku tunggu di depan ya...."
"Yo i...." Dinda pun menemui sang Bunda untuk berpamitan sambil menitipkan Exsal. Setelah berpamitan Dinda mengambil konci mobil di kamar lalu melangkah kegarasi mengambil mobil nya. Tak lama merekapun pergi meninggalkan rumah. Tak begitu lama sampailah mereka di kediaman sahabat Rosa.
"Ayo Din turun...." ajak Rosa setelah Dinda memarkirkan mobilnya di halaman rumah.
"Kak aku tunggu di sini aja ya...." ucap Dinda.
"Ayolah Din...nggak enak sama teman kakak...." paksa Rosa ketika melihat sang adik enggan turun.
"Baiklah kak....."jawab Dinda sambil turun dari mobilnya. Merekapun masuk ke dalam rumah. 15 menit kemudian terlihat mereka keluar dari rumah itu.
"Ros maaf ya aku nyuru kamu ambil sendiri kesini..." ucap teman Rosa.
"Nggak apa- apa Yan santai aja..ya sudah aku pulang dulu ya...." pamit Rosa
"Iya hati- hati di jalan..." ucap Yanti sahabat Rosa.
"Trimakasih....." ucap Rosa sambil masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Mbak saya pamit dulu .. Asalamualaikum....." pamit Dinda sambil tersenyum ramah. Tanpa mereka sadari di sebrang jalan Raka melihat Dinda sejak Dinda keluar dari rumah Yanti. Dia melihat Dinda lagi yang saat itu memakai baju kaos lengan panjang warna kuning dengan bawahan celana hitam serta hijab hitam.Raka begitu terpesona melihat kecantikan Dinda. Apalagi ketika Dinda tersenyum manis ketika berpamitan. tatapan yang penuh kekaguman mengikuti mobil Dinda pergi,
.