
Sudah satu tahun Dinda menjadi sekertaris kesayangan pak Wijaya yang mempunyai nama lengkap Andi Brata Wijaya seorang CEO sebuah perusahaan besar di Dunia. Dinda menjadi sekertaris kesayangan karena kecakapannya kepandaiannya serta kelincahannya dalam menyelesaikan segala masalah . di mana pak Wijaya berada ketika dia sedang bertugas di situpun Dinda berada kecuali ke luar negri Dinda meminta maaf pada pak Wijaya tidak bisa bersamanya. Tak luput dari pak Wijaya bu Fita pun sangat mengagumi kepribadian Dinda. Selain tekun dalam bertugas Dinda tak pernah melalaikan tugasnya sebagai ibu untuk sang buah hati. Jika ada waktu senggang dia akan bersama si kecil seharian penuh Dinda akan bersamanya .waktu libur adalah milik si kecil tak akan bisa siapapun menghalangi. Siang itu ketika Dinda sedang sibuk mengerjakan tugas membuat laporan setelah diadakan meeting tadi pagi tiba tiba Ardi dari bagian personalia yang memang akrab dengan Dinda mendatanginya setelah bertemu dengan pak Wijaya.
"Hey Din..sibuk banget sich ibu satu ini.." godanya sambil mendekat.
"Hay kau Ar nggak juga..ini lagi buat laporan meting tafi pagi, ada apa kau menghadap bos....?" tanya Dinda tak mengalihkan tatapannya dari leptop yang ada di depannya.
"Nggak ada hanya memberikan laporan bulanan aja..."
"Hey kau dengar nggak katanya pak Dirga ingin mengundurkan diri dari jabatannya..?" ucap Ardi pelan . sontak membuat kaget Dinda .
"Yang bener Ar....?" seru Dinda pelan sambil menatap Ardi tak percaya.
"Iya katanya akan di gantikan pada putra satu- satunya yang pulang dari luar Negri ..." ucap Ardi pelan takut terdengar pak Wijaya.
"Kau tahu dari mana...?" tanya Dinda penasaran.
"Teman- teman banyak yang sudah dengar kok....."
"Kok aku baru dengar sekarang ya..." ucap Dinda sambil menghentikan gerakan jemarinya di atas leptop. Dia memandang Ardi penasaran.
"Trus kapan itu akan terjadi...?" tanya Dinda .
"Katanya sich dalam minggu- minggu ini.."
"Whaaat...." seru Dinda kaget.
"Sstt jangan keras- keras...." ucap Ardi sambil menaruh telunjuknya di bibir. Dindapun mendekap Mulutmya dengan tangannya.
"Maaf...habis aku kaget tahu...."seru Dinda meminta maaf. Ardi pun tertawa jenaka melihat raut wajah Dinda yang terlihat lucu.
__ADS_1
"Baiklah aku kembali keruanganku selamat bekerja ibunya Exsal...." goda Ardi yang sudah tahu putra Dinda sambil berjalan meninggalkan meja Dinda. Dindapun tersenyum menatap teman sekantornya tersebut.
Wah gimana kalau pak Wijaya berhenti apa aku harus berhenti juga ya.. Ya ampun kenapa aku pikirin sekarang... kalau emang harus berhenti ya cari aja kerjaan lain batin Dinda. Dindapun melanjutkan pekerjaannya kembali.
Tak terasa waktu berjalan dengan cepat
kini tiba saatnya pulang. Dinda merapikkan berkas- berkas yang dia buat tadi untuk di serahkan pada pak Wijaya. Dinda melangkah kakinya keruangan pak Wijaya.
Tok...tok..tok..
"Masuk..."ucap pak Wijaya dari dalam.
Dindapun membuka pintu perlahan.
"Ada apa Din...?" tanya pak Wijaya setelah melihat Dinda .
"Maaf pak ini laporan meting tadi pagi"
"Kau taruh di situ aja Din biar besok bapak lihat, sekarang sudah sore pulanglah anakmu pasti sudah menunggumu di depan. " ucap pak Wijaya yang sudah tahu kalau putra Dinda selalu mengantar jemput dia.Dindapun menaruh berkas itu di atas meja.
"Baik pak saya permisi pulang dulu .... Asalamualaikum....." ucap Dinda mohon diri.
"Walaikum salam...." jawab pak Wijaya sambil melihat Dinda dengan tersenyum. Wanita yang begitu tegar batin pak wijaya.
Setelah menyerahkan laporan pada atasannya Dinda segerah pulang. ketika keluar dari lift di lantai dasar Dinda bertemu dengan Rita yang kekantor dengannya yang bertugas di bagian keuangan.
"Din besok ada acara nggak...?" ucapnya sambil mensejajarkan langkahnya dengan Dinda.
"Emang ada apa Ta...?" tanya Dinda.
__ADS_1
"Teman- teman mengadakan acara kepuncak"
seru Rita antusias.
"Wah maaf hari libur acaraku buat si kecil...."
jawab Dinda.
"Sekali- kali refresing dong Din.." ucap Rita kembali.
"Wah itu untuk kalian yang masih muda bersenang- senang lah..." ucap Dinda sambil tersenyum.
"Hey...kau ini juga masih muda Din...." seru Rita sambil memandang wajah Dinda.
"Ha..ha..aku ini sudah punya anak sayang.."
jawab Dinda sambil tertawa.
"Tapi Din..." belum sempat Rita melanjutkan omongannya Dinda sudah menyela.
"sudah la sayang....tu putraku sudah memanggilku.." jawab Dinda sambil menunjuk sang putra yang sudah berdiri di dekat mobil bersama pak Giman . Ritapun hanya bisa tersenyum melihat Dinda yang menghampiri putranya . kau wanita yang kuat Din...batin Rita sambil menatap Dinda.
"Hay sayang.....udah lama..?" tanya Dinda sambil memeluk sang putra.
"baru aja ma..."jawab Exsal sambil mencium sang mama. di usianya yang masih 3 tahun
Exsal sudah memiliki sifat mandiri. dia sangat menyayangi sang mama yang dia tahu sangat mencintainya.
"Baiklah sayang kita pulang yuk..." ajak Dinda sambil menuntun sang buah hati masuk ke dalam mobil. pak Giman pun menjalankan mobilnya meninggalkan kantor Dinda.
__ADS_1
BERSAMBUNG.
.