
Sudah beberapa kali Raka datang kerumah Dinda dengan seribu alasan .
Yang mengantarkan fail yang memberi tugas pada Dinda . kini Raka sudah dekat dengan Exsal . mereka sering bermain PS bersama. Kini Exsal sedikit ketergantungan dengan Raka. Jika Raka lama tak datang dia akan menanyakan pada sang mama. Otomatis akan membuat sang mama kebingungan menjawab. Seperti saat ini ketika Dinda sedang membereskan baju kedalam tas karena mereka akan pergi ke rumah orang tua Dirga tiba- tiba Exsal bertanya.
"Ma.....om Raka ikut kita nggak kerumah opa...?" tanya Exsal sambil naik ke tempat tidur. Kontan pertanyaan itu membuat Dinda kaget.
"Ya enggak lah sayang.....kan om Raka sibuk...." jawab Dinda .
"Tapi sekarang kan libur ma....?" ucapnya perlahan.Dinda akhirnya duduk di pembaringan dan memangku sang putra.
"Sayang...kita nggak boleh ngerepotin om Raka ya....sebab om Raka punya kesibukan sendiri nak....." jawab Dinda perlahan sambil membelai rambut Exsal.
"Jika om Raka nggak sibuk pasti dia akan kesini , Exsal mengerti sayang.." ucap Dinda sambil mencium pucuk kepala Exsal.
"Iya ma Exsal mengerti..." jawabnya sedih.
"Pinter anak mama....tapi jangan sedih gitu dong.....kita berangkat ke rumah opa yuk....." ajak Dinda sambil menurunkan Exsal dari pangkuannya. Merekapun keluar dari kamar Dinda menuruni tangga . tiba- tiba terdengar bel pintu. Cepat- cepat bik Sumi membuka pintu . sedang Dinda dan Exsal berjalan kemeja makan . tak lama bik Sumi kembali .
"Ada siapa bik....."tanya Dinda sambil menyuapi Exsal.
"Ada den Raka non......'" jawab bik Sumi.
"Pak Raka....?" tanya Dinda.
"Iya non..beliau saya suruh masuk ke ruang tamu...." lanjut bik Sumi.
"Yee.....Om Raka datang....!" teriak Exsal kegirangan.
"Bik tolong suapin Exsal ...sayang makan sama bik Sumi sebentar ya... mama mau menemui om Raka sebentar.." ucap Dinda .
"Iya ma...." Exsal bahagia mendengar Raka datang.
"Iya non....." Dindapun berjalan keluar. Sesampainya di ruang tamu terlihat raka yang sedang duduk sendiri. Raka yang memakai baju kotak-Kotak biru lengan panjang yang di lipat sampai siku dengan bawahan celana jin warna hitam membuat wajahnya semakin gagah dan tampan . sedang dinda memakai baju gamis warna navy serta kerudung hitam membuat wajahnya terlihat anggun dan cantik. Raka terdiam melihat Dinda. Terlihat jelas kekaguman di wajah Raka.
"Pak Raka....." ucap Dinda.
"Din nggak mengganggu kan...."
"Tidak pak....bapak ada perlu...?" tanya Dinda.
"Nggak kok Din aku hanya kangen sama Exsal..." jawab Raka sambil tersenyum.
"Maaf pak .. bapak sudah makan...?" tanya Dinda.
"Ada apa Din....?"tanya Raka .
"Nggak ada apa- apa pak..cuman sekarang kami lagi makan pagi kalau bapak belum makan apakah bapak mau makan dengan kami...?" tanya Dinda.
"Boleh kah.....?" Raka merasa sangat senang mendengar perkataan Dinda.
"Boleh....mari pak..." merekapun masuk menuju meja makan. exsal yang melihat kedatangan Raka sangat senang. Dia turun dari kursi makan menghampiri Raka.
"Halo sayang....." seru Raka sambil berjongkok sambil merentangkan tangan , exsal langsung menghambur dalam pelukan Raka. Rakapun membawa Exsal dalam pelukannya.
"Om ..kata mama om sibuk ya...?" tanya Exsal polos. Raka memandang Dinda penuh tanya.
__ADS_1
"Maaf saya tadi mengatakan pada Exsal kalau bapak sibuk..." jawab Dinda meminta maaf.
"Memang ada apa...?' ucapnya kembali.
"Dia tadi tanya apakah bapak ikut ke rumah opa nya hari ini...." terang Dinda.
"Oo...memang sayang nya om mau kerumah opa sekarang..?"tanya Raka pada Exsal. Pria kecil itupun menganggukkan kepala.
"Baiklah Om akan ikut kerumah opa " jawab Raka santai. Kontak saja membuat Dinda terkejut.
"Tapi pak....." seru Dinda .
"Tidak jadi masalah Din..saya nanti yang antarkan kalian..." jawab Raka tenang.
"Tapi kami menginap pak....jadi biar kami bawa mobil sendiri...." tolak Dinda halus.
Ya Tuhan apa kata orang tua mas Dirga nanti kalau aku bersama pak Raka omel Dinda dalam hati.
"Pokoknya nanti saya yang mengantar, ini perintah Din....aku nggak ingin mendengar penolakan..."jawab Raka penuh tekanan.
"Horee....om Raka ikut ke rumah opa..!" teriak Exsal sambil mengangkat ke dua tangannya ke atas.
Ya Allah gimana ini.....gimana aku menghadapi mama dan papa...trus bagaimana aku memperkenalkan pak Raka pada mereka batin Dinda bingung . Dindapun hanya bisa diam. Merekapun akhirnya makan pagi bersama. Setelah makan pagi berakhir mereka bersiap - siap pergi ke rumah pak Bima. Tak berapa lama terlihat mobil Raka meninggalkan rumah Dinda. Membutuhkan waktu 30 menit sampailah mereka di kediaman keluarga pak Bima.
"Pak,..kok bapak tahu rumah mertua saya....?" tanya Dinda .
"Siapa sich yang nggak tahu pak Bima Din....." jawab Raka santai.
"Ooo....."iya jugak sich batin Dinda.
"Sini Sayang sama Om...."ucap Raka sambil mengangkat Exsal. Dinda hanya memandangi tingkah Raka . sampai di depan pintu Dinda memencet bel pintu. Tak lama terdengar seseorang berjalan membuka pintu. Terlihat Tia berdiri di depan pintu.
"Asalamualaikum..." ucap Dinda.
"Walaikum salam..." jawab Tia.
"Dinda....!" serunya dan menghampiri memeluk Dinda . Dindapu. membalas pelukan Tia. Mereka saling melepas rindu . kisetelah agak lama Tia melepas pelukannya .
"Din kau lama nggak kesini aku kangen "
ucap Tia sambil cemberut.
"Aku sibuk Ti....lagian tante kenapa lama juga nggak ke rumah Exsal...?" Dinda balik tanya.
"Sama beb aku juga sibuk banget.." jawab Tia.
"Hey mana kep....ya ampun kakak Raka..!" teriak Tia sambil memeluk Raka. Rakapun membalas pelukan Tia.
"Kakak kapan pulang.....?"tanya Tia sambil melepas pelukannya.
"Uda lama Ti...."jawab Raka sambil tersenyum. Dinda yang melihat perbuatan mereka hanya bengong aja.
"Halo sayangnya tante....." sapa Tia pada Exsal sambil mengambil Exsal dari gendongan Raka.
"Ayo kak Din masuk....." ucap Dinda berjalan mendahului Dinda dan Raka.
__ADS_1
Mendengar keributan di luar bu Susi dan pak Bima keluar. Dindapun menghampiri ke dua mertuanya.
"Apa kabar ma pa..." ucap Dinda sambil mencium tangan kedua orang tua tersebut.
"Baik - baik sayang....kalian lama nggak kesini.." tanya bu Susi.
"Dinda sibuk ma..." jawab Dinda.
" selamat pagi tante apa kabar..."salam Raka sambil mencium tangan bu Susi.
Bu Susi memandang Raka. Hati Dinda cemas.
"Ini Raka....?" tanya bu Susi kaget.
"Iya tan....." jawab Raka sambil tersenyum Ramah.
"Ya ampun Raka.....kapan kau pulang dari Amerika nak....?" tanya bu Susi lalu memeluk Raka sayang.
"Sudah lama Tan...."
" Sayang kenapa nggak main kesini"
tanya bu Susi.
"Dia sibuk ma....dia sekarang menggantikan si Wijaya...." tiba- tiba pak Bima menjawab pertanyaan bu Susi.
"Pagi Om...." ucap Raka sambil mencium tangan pak Bima.
"Pagi nak....ayo duduk dulu nanti kaki kalian pegal.." jawab pak Bima. Merekapun duduk di sofa ruang tamu.
"Jadi papa udah tahu Raka datang.." tanya bu Susi .
"Iya...kapan hari papa ketemu merek..."
jawab pak Bima.
"Sebentar ma pa...papa dan mama sudah mengenal pak Raka..?"tanya Dinda menyelah pembicaraan mereka mengeluarkan pertanyaan yang ada di dalam hatinya.
"Lo kamu belum tahu sayang kalau atasanmu ini sahabat mendiang suamimu.....?" jawab Bu Susi.
"Sahabat.....?" tanya Dinda kaget.
"Iya mereka bersahabat sejak SMA.." jelas bu Susi.
"Benarkah.....?" tanya dinda tak percaya.
"Iya nak mereka tiga sahabat...." sambung pak Bima.
"Tiga sahabat.....?" tanya Dinda.
"Iya Din aku Dirga dan Rendy..Rendy masih ada di Singapur..." jawab Raka menjelaskan.
"Tapi kenapa bapak nggak pernah bilang sama Dinda....?" tanya Dinda.
"Kau tidak bertanya..." ucap Raka menggoda. Dindapun diam dia tahu Kalau Raka menggodanya. Raka memperhatikan Dinda dia melihat wajah Dinda yang agak cemberut itu menambah keimutan pada wajah anggun Dinda. Merekapun berbincang - bincang bersama. Tiba- tiba Exsal yang ada di pangkuan Tia turun lalu berjalan ke Raka dan naik ke pangkuan Raka. Bu Susi dan pak Bima yang melihat perbuatan Exsal mulanya kaget tapi kemudian tersenyum dan saling berpandangan.
__ADS_1
BERSAMBUNG.