
Sejak pagi Bunda sudah sibuk mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan keluarga Dirga yang mau melamar Dinda. mereka akan datang jam 10 pagi sedang sekarang sudah jam 08.30 .
Dindapun sudah mempersiapkan diri merias diri dengan di bantu Sela dan kak Rosa.
tadi malam kak Fian dan kak Rosa datang. mereka pulang karena Dinda akan di lamar.
hari ini Dinda memakai pakaian kebaya modern dengan atasan warna merah tua. sesuai dengan kulit tubuhnya yang putih agak kekuningan. dengan tatanan rambut yang disanggul membuat wajahnya semakin cantik dan anggun.
"Cie....cantiknya calon istri kak Dirga....."seru Sela ketika memandang wajah Dinda yang sudah di rias kak Rosa.
"Siapa dulu yang merias...." ucap kak Rosa sambil memandang hasil karyanya. mereka pun tertawa bersama. tak lama terdengar Bunda memanggil mereka karena rombongan keluarga Dirga telah datang. para tamu telah duduk di ruangan yang telah dipersiapkan oleh Ayah. terlihat Ayah dan kak Fian serta Bunda menyambut kedatangan mereka. setelah berbicara sebentar mama Dirga menanyakan keberadaan Dinda. Bundapun segera memanggil Dinda. tak lama Dinda di dampingi Sela keluar .
"Ya ampun cantik benar calon menantu mama.."ucap bu Susi melihat penampilan Dinda. Dirga pun yang mendengar suara mamanya memalingkan wajahnya yang sejak tadi berbincang- bincang dengan kak Fian.
__ADS_1
Dirgapun terpesona melihat penampilan Dinda.
ya ampun....cantik sekali calon istriku . tak sia- sia aku menantinya selama ini. ucap Dirga dalam hati.
"Sini nak..duduk dekat Mama...." seru bu Nuning sambil menunjuk tempat kosong yang ada disebelahnya. Dindapun melangkah duduk di tengah antara bu Susi dan Bundanya.
"Nah karena sudah berkumpul semua saya akan mengatakan niat kami,..kami datang kesini ingin melamar nak Dinda untuk anak kami yaitu Dirgantara apakah permintaan kami bisa di kabulkan pak Damar. " ucap pak Bima papa Dirga.
"Terimakasih pak Bima..Bapak telah mau menjadikan anak kami sebagai calon menantu bapak kalau kasih sich apa kata Dinda , sebab dia yang mau melakukannya gimana nak...apakah kamu mau menerima nak Dirga jadi calon suamimu...?" tanya Ayah sambil memandang Dinda.Dinda pun jadi malu menjadi pusat perhatian orang yang ada di dalam ruangan.
"Alhamdulillah ..."ucap mereka serempak.
acara diteruskan dengan bertukar cincin pertunangan . kemudian mereka pun membicarakan tanggal pernikahan . Dirga tak mau lama- lama menunda pernikahan dia ingin secepatnya dilaksanakan. akhirnya mereka menetapkan 3 bulan lagi pernikahan akan diselenggarakan. sebenarnya Dirga pinginnya 1 bulan atau kalau perlu 1 minggu lagi tapi apa boleh buat para orang tua sudah menetapkan tiga bulan lagi baru pelaksanaan pernikahan di langsungkan. Tia mendekati Dinda sambil tersenyum.
__ADS_1
"Hay sahabatku yang sekarang calon kakak iparku selamat ya...aku bahagia sekali kau jadi saudaraku..."ucap Tia sambil memeluk terharu sahabatnya .
"Trimakasih beb...."jawab Dinda sambil melepas pelukan Tia.
"Bukan cuma kamu sajah yang senang Tia.... mama juga sangat senang Dinda jadi menantu mama...." ucap mama Dirga sambil ganti memeluk Dinda .
"Terimakasih Tante..tante mau menerima Dinda..."
"Sama- sama sayang...siapa sich yang nggak mau menerima menantu sepertimu..malah sejak dulu tante mengharapkan kamu bisa jadi menantu tante..ternyata harapan tante terkabulkan ucap bu Susi sambil membelai wajah Dinda.Dinda pun tersenyum
mendengar perkataan mama Dirga. Sedang Dirga yang melihat dan mendengar perkataan adik dan mamanya tersenyum bahagia.
Akhirnya berakhir juga acara lamaran dan pertunangan.merekapun mohon diri. tetapi Dirga pingin tinggal akhirnya mereka meninggalkan dia dirumah calon istrinya.
__ADS_1
Hingga larut malam Dirga baru pulang. Dia pulang dengan hati bahagia.
BS.