Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
PULANG KE KOTA M.


__ADS_3

Larut malam Dinda dan rombongan sampai di kota M. Dinda yang kelelahan tertidur bersandar di bahu kiri Raka, sedang Exsal sudah tertidur dibpangkuan Raka. Raka yang semula mengemudi sendiri di tengah perjalanan meminta pak Gimana untuk menggantikannya karena . setelah sampai di halaman rumah Dinda Raka membangunkan Dinda perlahan.


"Sayang bangun..... " bisik Raka perlahan sambil menilai pelan kepala Dinda. Dinda yang merasa ada sentuhan di kepalanya bangun perlahan . perlahan Dinda membuka matanya, Dilihatnya wajah Raka yang sedang menatapnya . setelah sadar sepenuhnya dari tidur Dindapun bertanya.


"Udah lama kita sampainya mas...?" tanya Dinda pada Raka yang masih menatap wajahnya.


"Baru aja sayang...." jawab Raka . Dindapun beranjak turun dari mobil dan berjalan kerumahnya. Di ikuti Raka sambil membawa Exsal dalam gendongannya. Setelah membuka pintu Dinda masuk kedalam bersama Raka .


Sambil menghidupkan lampu ruangan Dinda berjalan kedalam rumah.


"Yang kamar Exsal dimana... ?" tanya Raka yang masih menggendong Exsal yang sedang tidur.


"Itu mas di atas, ayo aku antar..." jawab Dinda lalu mengantar Raka kekamar tidur Exsal. Sesampainya di kamar Exsal Dinda menghidupkan kampu ruangan.


"Sebentar aku bersihkan mas... " ucap Dinda lalu membersihkan tempat tidur Exsal dari debu karena sudah 2 minggu mereka tinggalkan.setelah bersih baru Raka menidurkan Exsal.


"Mas kalau mas mau Tidur nanti di kamar tamu ya... Maaf kamarnya nggak sebanyak rumah di Kota J.." ucap Dinda.


"Nggak apa- apa mas tidur sama Exsal aja,..." jawab Raka.


"Tapi sempit mas...." jawab Dinda.


"Cukup kok untuk mas dan Exsal.." jawab Raka sambil menatap Dinda.


"Maaf ya mas... " ucap Dinda sedih sebab dia tahu Raka melakukan itu agar ruang tamu bisa di pakai pak Hari, karena malam sudah larut tak mungkin pak Hari tidur di hotel. Raka mendekati Dinda dan memeluknya.


"Nggak apa- apa kok sayang... Mas lebih senang tidur bersama Exsal apa lagi kalau sama mamanya Exsal. " goda Raka pada Dinda sambil menaik - naikkan alis matanya. Kontan saja Dinda merasa malu mendengar perkataan Raka.


"Iih dasar Mesum... " ucap Dinda sambil mencubit pinggang Raka.

__ADS_1


"Aauu... Sakit yang... " seru Raka manja.


"Rasain...siapa suru genit..." jawab Dinda sambil mendorong pelan Raka. Rakapun tertawa senang melihat wajah Dinda yang cemberut.


"Mas Dinda tinggal ke bawah dulu ya.." kata Dinda sambil melangkah ke luar kamar.


"Mas juga mau kebawah yang... Mau ketemu sama Hari. " ucap Raka lalu mengikuti Dinda keluar kamar. sesampainya Di ruang bawah Dinda bertemu Sela yang sedang menatap ruangan rumah Dinda.


"Kak bagus banget rumahnya.... kakak sendiri ya yang nyari...?" tanya Sela.


"Bukan dek, pak Denny yang nyarikan rumah di suru Papa Bima.." jawab Dinda.


"Pak Denny itu siapa yang..... ?" tanya Raka sedikit ada nada cemburu.


"Kepercayaan Papa Bima yang mengurus perusahaan di sini mas..." jawab Dinda.


"Masih mudah... ?" tanya Raka lagi.


jawab Dinda.


"Itu masih mudah yang.... " seru Raka.


"Masak sich..... " jawab Dinda asal.


"Udah punya istri... ?" selidik Raka.


"Kayaknya sich belum... " jawab Dinda cuek.


"Emang kenapa mas..... ?" tanya Dinda tak mengerti.

__ADS_1


"Kak... kak Dinda kok nggak peka sich..


ada orang yang lagi terbakar cemburu, kakak kok nggak paham dan nggak ngerti sich..." bisik Sela yang tahu kalau Raka cemburu.


"Hey...mas cemburu ya....?" tanya Dinda kaget.


"Dek besok mas udah pulang, nggak ada yang jagain adek di sini terang aja mas takut yang...." jawab Raka .


"Mas, kalau adek mau macem - macem udah kemaren- kemaren kalik... " jawab Dinda sambil memandang Raka , Raka pun terdiam lalu memeluk Dinda dengan erat tak perduli ada Sela dan Hari. Dindapun kaget mendapatkan perlakuan Raka.


Hey...ada apa ini seru Dinda dalam hati.


"Yang.. mas nggak jadi pulang besok ya.. biar Hari pulang sendiri.." ucapnya pelan. Dindapun kaget mendenarnya. segitu takutnya kah Raka meninggalkan Dirinya di sini , ampun inikah Raka yang di kabarkan cuek dulu, seru Dinda dalam hati.


"Hey nggak usah takut dech mas ... adek nggak akan macem- macem .. " hibur Dinda.


"Benar adek nggak akan macam- macam...?" ucap Raka penuh kecemburuan. Hari yang melihat kebucinan sahabatnya tertawa dalam hati.


"Iya adek janji..." jawab Dinda sambil tersenyum manis.


"Ya udah sekarang udah malam kita istirahat dulu , pembicaraannya kita lanjutkan besok Ok.... " ucap Dinda , raka tersenyum dan mengangguk tapi tangannya menggenggam erat tangan Dinda.


"Pak Hari bapak bisa tidur di ruang tamu dan kau dek, kau nanti tidur bersama kakak kamar kakak di atas bersebelaham dengan kamar Exsal ... " ucap Dinda.


"Iya kak... " jawab Sela lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar Dinda.


"Mas temanin pak Hari ya kamar tamunya aku bersihkan dulu..' kata Dinda pada Raka


"Iya sayang... yuk Har kita keruang tamu dulu.." ajak Raka pada Hari. mereka berduapun meninggalkan Dinda. Dindapun memanggil bik Sumi untuk di ajak membersihkan kamar tamu. tak lama selesai sudah pekerjaan Dinda dan bik Sumi lalu Dinda menyuruh Hari untuk beristirahat. begitu juga dengan Raka dan Dinda serta bik Sumi. sedang Pak Giman setelah menaruh semua barang - barang bawahannya kedalam rumah dia langsung pergi kekamarnya untuk beristirahat.

__ADS_1


"


__ADS_2