Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
MENGANTAR PULANG


__ADS_3

Raka melepas ciumannya ketika Dinda sudah kehabisan nafas. Dindapun cemberut.


"Pak Raka....ini kan kantor...." seru Dinda .sambil melepaskan diri dari pelukan Raka dan duduk di sofa.


"Emang kenapa...? Ini kan kantor milikku.." ucap Raka sombong lalu ikut duduk di sebelah Dinda.


"Ya ampun....sombong amat..." olok Dinda . Raka pun tertawa mendengar omongan Dinda.


"Pak kok kantornya di sini...? Trus kantor CGW gimana...?" tanya Dinda yang sejak tadi penasaran.


"Ini hanya kantor cabang sayang.... Kantorku tetap di sana... ? Raka menjelaskan dengan lembut pada Dinda.


"Ooo....kirain pindah kesini...ya udah kalau begitu aku pulang dulu pak kasian Exsal menunggu. " ucap Dinda lalu berdiri dari sofa.


"Aku antar sayang....." ucap Raka yang juga berdiri dari duduknya.

__ADS_1


"Nggak usah .... Apa kata karyawan bapak jika melihat bapak mengantarkan saya...." jawab Dinda.


"Aku nggak perduli...mulai sekarang jangan halangi aku menunjukkan pada semua orang tentang hubungan kita " ucap Raka tak mau lagi menutupi hubungan mereka.


"Tapi Pa....." tanpa sadar Dinda memanggil Raka Papa. Raka gembira mendengarnya.


"Sudahlah , ayo kita pulang aku sudah rindu pada Exsal putraku..." seru Raka sambil mengambil jasnya dan menggandeng Dinda keluar ruangan. Sesampainya di luar ruangan mereka bertemu dengan sekertaris Raka yang keheranan melihat sang bos keluar dengan bergandengan tangan dengan tamu mereka yang dari kota M. Dinda merasa malu dia ingin melepas tangannya dari genggaman Raka tapi Raka Malah lebih mempererat genggamannya. Ketika mereka melewati lorong kantor sampai masuk ke dalam lift mereka banyak berpapasan dengan karyawan Raka. Mereka memberi salam pada Raka dan terlihat bingung melihat bos mereka yang biasanya dingin dan mahal tersenyum dan sulit didekati wanita kini terlihat penuh senyum dan menggandeng wanita yang mereka tahu tamu dari kota M. Sesampainya di dalam lift Dinda ingin melepas tangannya tapi Raka tak memperbolehkannya.


"Pa....malu di lihat karyawanmu.." ucap Dinda.


"Papa sayang Dinda bawa mobil sendiri ..." ucap Dinda sambil menunjuk mobilnya yang terparkir tidak terlalu jauh dari mobil Raka. Raka mengeluarkan ponselnya lalu menelpon seseorang. Tak lama dia menutup panggilan dan memasukkan kembali Hpnya kedalam jas pakaiannya.


"Mana kunci mobilnya..... " pinta Raka.


"Untuk apa...?" tanya Dinda sambil menyerahkan konci mobilnya.

__ADS_1


"Biar Raka yang membawa mobil itu kerumahmu.." jawab Raka .


"Nggak ada tapi- tapian sayang.." jawabnya tak ingin di bantah lagi. Dinda tak ingin membantah lagi. Mereka pun masuk kedalam mobil Raka.Tak lama terlihat Hari menghampiri mereka. Raka memberikan konci mobil kepada Hari. Hari yang melihat Dinda tersenyum dan menyapa.


"Apa kabar Din...." ucapnya sambil mengulurkan tangan .


"Aku baik- baik saja pak Hari... Pak Hari juga kan...?" mereka berjabat tangan.


"Alhamdulillah....aku baik aja Din..." jawab Hari sambil tersenyum. Dindapun ikut tersenyum , sedang Raka yang melihat kedekatan mereka berdua merasa ada yang membara dihatinya.


"Udah jabatan tangannya ...jangan terlalau lama aku cemburu.." teriak Raka posesif melihat mereka berjabatan tangan. Dinda melepaskan tangannya dari genggaman tangan Hari.


"Its... Bucin amat kau bos...." seru Hari menggoda. Raka merasa cemburu terhadap Hari karena dia tahu Hari juga menyukai Dinda. Sedang dalam hati Hari menguampat. Andai saja saingannya bukan sang sahabat yang sangat dia hirmati dan sayangi pasti dia akan berjuang merebut hati Dinda. Hari pun meninggalkan mobil Raka . setelah melihat Hari melangkah menuju mobil Dinda Raka menjalankan mobilnya keluar dari kantor PT Exsal Putra menuju rumah Dinda dengan perasaan bahagia. Di sepanjang perjalanan menujubrumah Dinda . Raka selalu terlihat bahagia. ketika mereka melewati supermarket Raka membelokkan mobilnya memasuki halaman supermarket. setelah memarkirkan mobilnya Raka mengajak Dinda masuk kedalamnya. sepanjang jalan Raka menggandeng tangan Dinda bagai takut Dinda hilang. ketika saat memilih barangpun jemari Dinda tetap dalam genggamannya. karena tidak enak di lihat orang Dinda berisik pada Raka.


"Pa lepasin tanganku, malu di lihat orang..." ucap Dinda pelan. Raka menatap Dinda sekilas, bukannya melepaskan tangan Dinda malah dia lebih mempererat genggamannya. Raka seakan ingin menngatakan pada semua orang bahwa Dinda adalah miliknya. Dinda yang melihat tingkah Raka hanya bisa diam. Raka mebelikan beberapa makanan kesukaan Exsal. Raka memilih barang- barang itu sendiri. setelah barang yang dia harapkan sudah dia dapat Raka membawanya kekasir . setelah membayar harga barang yang dia beli merekapun keluar dari supermarket tersebut dan melanjutkan perjalanan pulang ke rumah Dinda.

__ADS_1


__ADS_2