Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
RUMAH BARU


__ADS_3

Setelah kepergian pak Bima yang datang jam 8 pagi tadi Dinda bersama rombongannya meninggalkan rumah kediamannya. Sebelum pergi kekediaman pak Damar Dinda mendatangi kantor PT CGW dia menemui satpam yang sedang berjaga di sana. Ketika sampai di kantornya Dinda bertemu dengan pak Ali bapak separuh baya yang sopan dan baik hati yang sedang bertugas. Ketika melihat Dinda datang pak Ali menghampiri Dinda yang turun dari mobilnya.


"Selamat pagi Bu Dinda...." sapa beliau.


"Pagi pak Ali...." jawab Dinda sambil tersenyum ramah.


"Oh ya pak ....pak Ali besok masih dinas pagi kah....?" tanya Dinda.


"Iya Bu....sampai tiga hari kedepan saya dinas pagi Bu...." jawab pak Ali.


"Bisakah saya titip surat pada pak Ali....?" tanya Dinda.


"Bisa Bu Bisa....." jawab pak Ali .


"Sebelumnya trimakasih pak....Dinda minta tolong pada pak Ali untuk memberikan ini pada bu Indah bisa kan pak....?" tanya Dinda sambil memberikan surat pengunduran dirinya yang dia buat tadi malam.


"Bisa...bisa Bu....' jawab pak Ali sopan.


"Trimakasih pak Ali....ini buat pak Ali " ucap Dinda sambil memberikan dua lembar uang warna merah .


"Wah bu ndak usah....." tolak pak Ali.


"Pak jangan menolak rejeki....." ucap Dinda tetap memberikan uang itu.


"Kalau begitu saya trima ya bu trimakasih...." seru pak Ali sopan.


"Sama- sama ...kalau begitu saya tinggal ya pak..Asalammualaikum.."


"Walaikum salam....." jawab pak Ali . Dindapun meninggalkan pak Ali menuju mobilnya. Dindapun melajukan mobilnya menuju rumah pak Damar. Dia akan singga dulu di kerumah pak Damar. Ketika sampai di rumah pak Dar terlihat sang Bunda dan Ayahnya sedang duduk bercengkrama di teras rumah. Ketika mereka melihat kedatangan Dinda bu Nuning berdiri menyambut sang cucu.


"Wach....cucu uti datang....." seru bu Nuning. Exsalpun berlari keperluan sang Eyang. Dinda menyalami tangan kedua orang tuanya.


"Tumben kalian datang bersama- sama"


ucap sang Ayah.


"Iya yach....ada hal penting yang akan kami bicarakan Yah..." jawab Dinda.


"Ada apa nak....?" tanya pak Damar menatap wajah sang putri yang sudah duduk di depannya. Dinda terdiam sejenak rasanya sulit sekali berbohong pada kedua orangtua nya.dengan perasaan was- was Dinda berbicara.


"Ayah Bunda Dinda mau pamit sama Bunda dan Ayah (Dinda diam sejenak)


Dinda dapat tugas keluar kota Yah.... mungkin dalam beberapa minggu Dinda akan jauh dari Bunda dan Ayah jadi do'a kan Dinda ya Yah Bunda. " ucap Dinda yang mebuat kedua orang tuanya kaget.

__ADS_1


"Keluar kota nak....?" tanya sang Ayah.


"Iya Yah...." ucap Dinda .


"Kok mendadak nak....?" tanya Bunda.


"Iya Bun.... Dinda juga baru kemarin di beri tahu Bun...." jawab Dinda.


"Lalu kapan kalian berangkat....?" tanya Ayah.


"Sekarang juga Yah....Dinda kesini untuk berpamitan sama Ayah dan Bunda..."


"Kenapa terburu- buru sich Din....Nggak nanti sore aja nak...." ucap Bunda seakan tak rela sang putri pergi.


"Bun...kalau Dinda sore berangkatnya takutnya nyampai di sana kemalaman Bun...." jawab Dinda sambil menahan sesak di dada.


"Kalau begitu pergilah nak... kami akan selalu mendoakanmu...." ucap pak Damar.


"Iya nak...doa kami akan akan selalu bersamamu selalu..." timpal bu Nuning dengan berat hati. Sebab Dinda sejak kecil tak pernah jauh dari mereka.


"Sela.mana Bun.....?" tanya Dinda karena tidak melihat kehadiran adiknya.


"Sela kerumah temannya Din... " jawab sang Bunda.


ucap Dinda .


"Iya sayang..... Hati - hati di jalan nak...


telfon kalau sudah nyampain tujuan ' ucap bu Nuning. Dindapun mengiyakan. Dinda memeluk sang Bunda dan Ayahnya dengan perasaan sedih. Maafkan Dinda Bun....Dinda pasti akan memberitahukan pada Bunda dan Ayah tapi bukan sekarang...ucap Dinda dalam hati.


Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya Dinda meninggalkan rumah kediaman orang yang sangat dia cintai dan hormati dengan hati yang sangat sakit. Entah kapan dia akan kembali ke kota ini. Tak terasa menetes air mata Dinda.


Ya Allah...kuatkan hamba...batin Dinda.


Merekapun meninggalkan kota J menuju kota M . untuk mempersingkat perjalanan dan demi keamanan Dinda meminta l Giman untuk lewat jalan tol. Tak terasa waktubberjalan dengan cepat. Keesokan paginya mereka telah keluar dari area jalan tol. Mereka telah lebih dekat dengan tempat tujuan. Jam 9 pagi mobil Dinda sudah berada di depan kantor PT Putra Bima. Perusahaan milik pak Bima yang ada di kota M. Setelah membenahi penampilannya dan berpesan pada bik sumi untuk menjaga Exsal yang sedang tidur Dinda turun dari mobilnya. Dinda melangkahkan kakinya memasuki kantor yang terlihat cukup besar dan mega. Ketika sampai di lobi kantor Dinda bertemu dengan dua orang gadis yang cantik dan ramah.


"Selamat pagi bu...ada yang bisa kami bantu Bu.....?" tanya salah satu dari mereka yang mempunyai name tag lindah.


"Maaf mbak...bisakah bertemu dengan pak Denny..... ?" tanya Dinda sopan.


"Maaf Bu...apakah sudah ada janji...?"


"Tolong bilangin pada pak Denny bu Dinda dari kota J ingin bertemu... " jawab Dinda.

__ADS_1


"Sebenarnya kami sedang sibuk bu, karena wakil presiden dari jakarta akan datang tapi baiklah akan saya coba.... " tak lama lindapun menghubungi ruangan pak Denny orang yang menjadi kepercayaan pak Bima di kota M.


" Bu silahkan tunggu di ruang tunggu dulu ...." ucap resepsionis itu. Memang sejak tadi Dinda melihat kesibukan yang ada di perusahaan itu. Dindapun berjalan ke sofa yang ada di ruang tunggu. Tak lama terlihat seseorang keluar dari lift dan berjalan dengan cepat menuju kearah lobi perusahaan.


"Lin mana beliau......" tanya pak Denny dengan cemas.


"Itu pak .... " tunjuknya pada Dinda yang sedang duduk di ruang tunggu dengan anggun.


"Ya Tuhan....kenapa kalian tidak membawanya ke ruanganku ...." ucap pak Denny dengan wajah kaget. Beliaupun menghampiri Dinda dengan wajah takut.dan kontan saja mereka yang bada di sana terkejut dengan tingkah pak Denny.


'Selamat pagi Bu Dinda...." ucap pak Denny lalu menyalami Dinda.


"Pagi pak....." jawab Dinda sambil berdiri dan menyambut uluran tangan pak Denny.


"Maaf kami tidak tahu Ibu akan datang sepagi ini...." jawab pak Denny gugup.


"Nggak apa- apa pak....saya kesini cuma ingin bertanya rumah yang akan kami tempati pak.... Kalau soal kerjaan saya akan masuk besok pak Denny.... " ucap Dinda sambil tersenyum ramah.


"Waah...kalau begitu biar saya antarkan ibu ke rumah tinggal ibu dan keluarga mari bu...." ucap pak Denny.


Dinda tersenyum dan mengikuti oak Denny keluar kantor. Setelah sampai di luar Dinda masuk kedalam mobilnya sendiri sedang pak Denny memasuki mobilnya sendiri. Setelah pak Denny menjalankan mobilnya pak Giman mengikuti dari belakang.tak lama sampailah Dinda di sebuah rumah yang cukup besar walau tak semewah rumahnya . merekapun memasuki halaman rumah tersebut. Tak lama pak Deny keluar dari mobilnya.


"Bu inilah rumah yang akan ibu sekeluarga tempati... " ucap pak Denny.


"Cukup bagus pak.... kalau begitu boleh kami langsung masuk pak.....?" tanya Dinda.


"Boleh boleh bu silahkan...ini kunci rumahnya.." jawab pak Denny sambil memberikan kunci rumah.


'Trimakasih pak Denny....apakah ini semua permintaan papa Bima.... ?" tanya Dinda terharu.


"Iya bu.... Beliau meminta saya mencarikan rumah tinggal yang bagus untuk anak dan cucunya..." terang pak Denny. Dindapun terharu atas semua perhatian papa mertuanya.


"Baiklah pak kalau begitu saya akan berbenah diri dulu, besok saya akan mulai bekerja di kantor.


"Baik Bu kami akan menanti kedatangan Ibu untuk memulai bekerja. ..." ucap pak Denny.


"Trimakasih pak....besok saya akan mulai bekerja... " jawab Dinda.


"Saya permisi bu Asalamualaikum. "


"Walaikum salam....." pak Denypun pergi meninggalkan Dinda . Dinda segera membuka pintu rumah baru mereka. Ketika sampai di dalam terlihat rumah yang berlantai dua itu mempunyai 5 kamar . tiga ada di lantai satu dan dua ada di lantai dua. Dinda memilihbkamarnya yang ada di lantai dua bersama sang buah hati.sedang di lantai satu di tempati bik Sumi dan pak Giman dan satu sebagai kamar tamu. Setelah membersihkan rumah dan menata barang yang mereka bawa dari kota J mereka memutuskan untuk beristirahat dulu sebelum keluar untuk mencari makan. Sore harinya setelah berbenah diri mereka keluar untuk mencari makan dan kebutuhan rumah. Karena rumah tinggal mereka berada di perumahan mewah yang berlokasi di tengah kota tak heran mereka mudah mencari sebuah restoran untuk makan. Mereka makan dengan lahap karena siang tadi mereka belum makan. Hanya makan sisa roti yang di bawa dari kota J.setelah makan Dinda mengajak mereka kesebuah mall untuk membeli kebutuhan sehari- hari serta barang - barang dapur yang mereka butuhkan. Setelah semuanya telah terbeli Dinda mengajak mereka untuk pulang.


"

__ADS_1


.


__ADS_2