
Ketika dalam perjalanan pulang Dinda melihat wajah jengkel Raka. Dinda menggigit bibirnya menahan tawa, dia memalingkan wajahnya keluar cendela.
"Din... kau senang ya melihat kekesalan orang....?" tanya Raka jengkel melihat Dinda menahan tertawanya sampai menggigit bibir. Ya ampun perempuan ini....semakin membuatku gemas aja batin Raka melihat wajah Dinda memerah menahan tawa sambil menggigit bibir bawahnya. Dindapun menghirup udara banyak- banyak lalu mengeluarkannya di ulanginya beberapa kali untuk menghilangkan rasa geli sebelum menjawab pertanyaan Raka.
"Maksud bapak...?" ucapnya ketika sudah agak tenang sambil memandang Raka .
"Lihat wajahmu sampai merah karena menahan tawa...kau senang kan melihat aku jengkel karena perempuan kayak ulat bulu tadi.....?" seru Raka sambil menatap wajah Dinda.
"Ha...ha...ha...."Dinda pun tertawa keras tak bisa menahan tawanya lagi.Dinda tertawa sampai keluar air mata. Raka yang melihat Dinda tertawa bukannya marah tetapi malah senang melihat wajah Dinda yang terlihat imut ketika tertawa keras.
"Habisnya pak Raka bukannya senang di gelayuti gadis cantik, malah jutek.." jawab Dinda sambil kembali tertawa
" Yee...siapa bilang dia cantik, kalah jauh dia sama wanita di sebelahku..." ucap Raka sambil menatap Dinda. mendengar perkataan Raka Dinda jadi diam .
"Maksud bapak....?" tanya Dinda.
"Maksudku dia cantikan wanita yang ada didepan ku......." ucapnya sambil memandang Dinda lekat.
"Yee...bapak ngawur.." jawab Dinda .
"Beneran Din....."seru Raka.
"Aduh aduh bapak...... nggak usah ngeledek ayo turun ..udah nyampai tu "
seru Dinda mengalihkan pembicaraan lalu membuka pintu keluar meninggalkan si bos. Raka menjadi gemas melihat tingkah Dinda . akhirnya Raka pun mengikuti Dinda keluar dari mobil . merekapun masuk kedalam kantor. karena masih 20 menit lagi pertemuan dengan utusan PT Guna , Raka masuk ke dalam ruangannya. Dan membuka jas yang dia pakai lalu di letakkan di gantungan. Tak lama terdengar ketukan pintu.
__ADS_1
"Masuk .."
Terlihat Dinda masuk dengan membawa nampan berisi kopi.
"Minum kopi dulu pak biar nggak ngantuk..." ucap Dinda sambil menaruh cangkir kopi di depan Raka. Setelah menaruh cangkir kopi Dinda berbalik mau keluar tiba-tiba Tangannya sudah di pegang Raka.
"Tunggu Din....." seru Raka.
"Ada apa pak....." tanya Dinda sambil berbalik menghadap kembali ke Raka.
"Din boleh aku menemui putramu....?" tanya Raka.
"Untuk....?"
Jawabnya dengan wajah memohon.
"Dia masih kecil pak nggak apa- apa kok.." jawab Dinda.
" Nggak Din aku merasa bersalah pada dia Din...." jelas Raka.
"Hmm..gimana ya...? Jawab Dinda bingung.
"Plis aku mohon Din...." pinta Raka. Dinda diam terlihat wajah Raka yang mengharap.
"Baiklah...silahkan kalau bapak mau menemui Exsal...nanti juga bisa pak, dia nanti sore menjemput saya.." jawab Dinda.
__ADS_1
"Benar Din.....?" seru Raka senang. Dinda hanya menjawab dengan anggukan.
"Tapi jangan nanti Din..kapan- kapan aja...." Raka akan membuat kesempatan dia meminta maaf pada Exsal untuk bisa datang ke rumah Dinda.
Maaf nak aku tulus meminta maaf padamu tapi aku juga memanfaatkan dirimu untuk lebih dekat dengan ibumu seru Raka dalam hati.
"Maaf pak tolong lepaskan tangan Dinda...." pinta Dinda sopan.
"Oh maaf aku lupa...." jawab Raka sambil nyengir. Tiba- tiba terdengar ketokan di pintu .
"Masuk..." Hari dengan perlahan masuk ke dalam dilihatnya sang bos sedang berbicara dengan sekertarisnya.
"Pak meeting dengan utusan dari PT Guna akan segera mulai mereka sudah berada di ruang meeting..." ucap Hari dengan sopan.
"Baiklah ayo kita kesan....." jawab Raka
sambil berdiri.
"Din...." panggilnya sambil menunjuk pada jas yang ada di gantungan. Dindapun mengambilkan jas itu lalu memakaikannya pada Raka serta merapikan dasi dan penampilannya. Hari yang melihat kejadian itu tersenyum.
Wah si bos kenapa sekarang manja ya....ucap Hari dalam hati .Merekapun keluar menuju ruang meeting. sesampainya di ruang meeting utusan dari PT Guna telah menunggu. setelah Raka hadir merekapun melanjutkan pembahasan proposal yang telah mereka ajukan. pembahasan itu memakan waktu dua jam lebih. hingga jam3 lebih mereka baru keluar dari ruang meeting.
BERSAMBUNG.
.
__ADS_1