Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
KABAR DARI BU INDAH.


__ADS_3

Kriiiiiiing......


Terdengar dering alarm HP Dinda. Seketika Dinda bangun dan mematikannya. Dinda melihat jam yang ada di dinding kamarnya masih menunjukkan pukul 02.30 pagi. Dinda berjalan ke dalam kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah menyelesaikan ritual mandi dan mengambil wudhu Dinda keluar dari kamar mandi. Dia segera bersiap- siap solat tahajud. Setelah solat dan berdoa'a pada yang khaliq Dinda mengambil Alquran dan membacanya.


Begitu khusus Dinda membaca Alquran tak terasa hari menjelang subuh . terdengar adzan berkumandang Dinda mengakhiri bacaannya. Setelah menunaikan solat subuh Dinda merapikan kamarnya. Terlihat si kecil masih tidur dengan lelap. dia biarkan anak semata wayangnya itu tidur.Dinda pun keluar setelah melihat kamarnya sudah terlihat rapi. Dengan perlahan di tutupnya pintu kamar takut membangunkan Exsal. Dindapun berjalan menuju dapur. Sesampainya di dapur Dinda melihat sang bunda sedang mencuci sayur di temani bik Sumi.


"Bun...kok sudah bangun....?" tanya Dinda sambil mendekati sang Bunda.


" Iya Din.. Mama mau buatin makanan kesukaan Exsal.


'Waa pasti Dia senang Bun...."


"Semoga aja nak...." ucap sang bunda sambil tersenyum.


"Apa yang bisa Dinda bantu bun...."


"Tolong kamu kupaskan bawang aja.."


"Baik Bun..." jawab Dinda sambil mengambil beberapa bawang putih Dan bawang merah dan menaruhnya di atas meja dapur. Dindapun sibuk mengupas bawang sambil duduk di kursi dekat meja.merekapun sibuk memasak di dapur.


"Mama....." tiba- tiba Exsal sudah naik ke pangkuan sang mama.


"Hey....anak mama udah bangun ya....?"


Seru Dinda sambil memeluk sang putra.


"Ih acem.....mandi yuk...." ucap Dinda sambil mencium si kecil yang terlihat masih ngantuk. Exsal pun mengangguk kan kepala. Dinda pun berdiri dan menggendong sang putra.


" Maaf Bun Dinda mandikan si kecil dulu ya..?"


"Iya sayang...tapi sini dulu cium uti dulu sayang....." seru bu Nuning sambil merentangkan lengannya. Dindapun berjalan menghampiri Bundanya sambil menggendong Exsal. Ketika sampai di depan sang eyang Exsal menyorongkan mukanya agar di cium eyang. Setelah mendapatkan ciuman Exsal dan Dinda berjalan meninggalkan bu Nuning yang melanjutkan memasak. Setelah memandikan dan mengganti baju si kecil serta menyisir rambutnya Dinda membawa si kecil keluar kamar. Ketika sampai di depan pintu kamar mereka bertemu dengan Sela .


"Hey tampan.....uda cakep kayaknya nich.....boleh dong tante minta cium.."


goda Sela pada Exsal.


"Oo no..no..tante Exsal nggak mau...."


"Kenapa sayang..." goda Sela


"Exsal nggak mau....Exsal nggak mau di cium..." ucapnya sambil cemberut menggemaskan. Sela pun tertawa melihat tingkah sang keponakan.

__ADS_1


"Kak sini Sela gendong Exsal....." pinta Sela.


"Exsal....ikut tante ya....?" tanya Dinda pada sang buah hati. Exsalpun menganggukkan kepala sambil mengulurkan kedua tangannya munta gendong pada Sela.


"Sini sayang jalan - jalan sama tante yuk.."


ajak Sela sambil mengambil Exsal dari gendongan Dinda.Selapun membawa Exsal keluar rumah untuk jalan -jalan. Setelah melihat sang buah hati berjalan kelua rumah bersama Sela , Dinda berhalan menuju dapur untuk kembali membantu Bundanya memasak


"Din mana anakmu...?" tanya sang Bunda ketika melihat Dinda tanpa Exsal.


"Ikut Sela Bun...." jawab Dinda


"kalau begitu tolong kau rapikan meja makan dan tata makanan di sana biar di bantu bik Sumi.." perintah sang Bunda.


"Baik Bun..." Dinda pun berjalan keruang makan sambil membawa makanan yang sudah matang di bantu bik Sumi. Tak berapa lama selesai sudah masakan yang mereka buat dan sudah tertata rapi di meja makan.


Bunda menyuruh Dinda untuk memanggil adik dan Ayahnya agar mereka segera sarapan pagi.


Setelah menyelesaikan sarapan pagi serta membantu bik Sumi membersihkan meja makan Dinda mengajak Exsal ke halaman rumah untuk bermain. ketika sedang mereka sedang asyik bermain tiba- tiba HP Dinda yang ada di kantong celana berbunyi. buru- buru Dinda mengambil benda pipih tersebut .


Tertera nama bu Indah di sana. buru - buru Dinda menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan.


"Asalamualaikum bu Indah..."


kata bu Indah. Dinda yang mendengar kabar itu hatinya merasa sangat senang.


"Benar kah bu.....?"


"Iya Din....sebenarnya kamu di suru menghadap hari ini tapi tiba- tiba beliau harus keluar kota, jadi baru besok kamu menemui beliau..." terang bu Indah.


"Baiklah bu besok Dinda akan ke sana..."


" Iya Din.....maaf Din ibu akhiri dulu pembicaraan kita ya sebab ibu banyak kerjaan ... Assalamualaikum.." ucap bu Indah.


"Iya bu terimakasih ...Walaikum salam." jawab Dinda mengakhiri panggilan. setelah menaruh kembali benda pipih itu kedalam kantong celananya Dinda menghampiri sang putra.


"Sayang kita masuk yuk....." ajak Dinda sambil menggendong sang buah hati . Exsal pun tersenyum dalam gendongan sang mama. merekapun masuk ke dalam rumah. ketika sampai di ruang keluarga Dinda melihat sang Bunda dan Ayahnya sedang berbincang sambil menonton TV. Dinda pun menghampiri mereka.


"Ayah Bunda ada kabar gembira..." ucap Dinda sambil duduk di sofa .


"Kabar apa Din.....?" tanya sang Bunda.

__ADS_1


"Dinda besok Disuruh menghadap pak Wijaya Bun.." jawab Dinda dengan muka berseri.


"Alhamdulillah nak..." seru sang Bunda ikut gembira.


"Kalau begitu kau harus pergi ke mertuamu nak....bilang pada mereka .."nasehat pak Damar.


"Iya Yah...kalau begitu Dinda pulang sekarang ya...."ucap Dinda.


"Iya ndok...sana kau benahi baju anakmu..biar nanti pak Giman ikut sekalian.." ucap pak Damar.


"kalau begitu Dinda masuk kekamar dulu ya "


" Ayo ndok bunda bantu ...." seru sang Bunda sambil beranjak mengikuti Dinda. Dinda memanggil bik Sumi untuk berkemas serta menyuru pak giman berkemas pula . lalu dia masuk kekamarnya bersama sang bunda untuk mengemsi baju milik anaknya. sedang sang Bunda memandikan Exsal dan mendadaninya.


"Ndok..ingat nasehat Bunda ya...sekarang kamu sudah berpredikat janda , jadi kalau berucap dan bertindak selalu hati- hati ya..." nasehatbu Nuning sambil merapikan rambut sang cucu.


"Iya Bun....Dinda akan selalu ingat nasehat Bunda....." jawab Dinda sambil tersenyum menghadap sang bunda. setelah Dinda berganti pakaian dan rapi merekapun keluar kamar. ketika sampai di ruang tamu ternyata bik Sumi dan pak Giman sudah menunggu .


"Man..tolong jaga mereka untukku ya...." ucap pak Damar sambil memegang bahu pak Giman .


"Iya Den...." jawab pak Giman.


"Pak Gimana dan bik Sumi kalau ada apa- apa tolong telfon kami ya...."ucap Bu Nuning .


"Iya nyah....." jawab Bik Sumi dan pak Giman hampir bersamaan.


"Ndok hati- hati jaga diri baik - baik, kamu sekarang sendiri nak...jaga segala tingkah lakumu , kamu sekarang bukan seperti dulu lagi ndok...." nasehat pak Damar sambil mendekat dan memeluk Dinda.


"Iya Yah Dinda tahu itu....do'a kan Dinda selalu ya Ayah ..Bunda.." ucap Dinda sambil membalas pelukan sang Ayah.


"Itu pasti nak...." ucap pak Damar .


Dinda pun berpamitan pada kedua orang tuanya dan sang adik.


"Kami pulang dulu Ayah Bunda....dek seringlah main kerumah dek.." ucap Dinda.


'Iya kak....." ucap Sela.


"Asalamualaikum ...."


"Walaikum salam.." jawab mereka. tak lama terlihat mobil Dinda meninggalkan rumah kedua orang tuanya.

__ADS_1


Bersambung


.


__ADS_2