
Sudah satu minggu lebih Dinda berada di kota J . tak pernah sekalipun Raka tak tidak datang ke rumah Dinda. Malah rasanya raka tak ingin pergi dari rumah Dinda.
"Yang.... Tinggal berapa hari lagi kamu di sini.... ?" tanya Raka pada Dinda.saat itu mereka sedang duduk bersama Exsal di taman belakang rumah Dinda.
"Tinggal 5 atau 6 hari lagi kenapa mas..?" tanya Dinda.
"Sayang kau panggil aku apa barusan.. .?" tanya Raka kaget ketika Dinda memanggilnya mas. Tanpa sadar Dinda manggil Raka mas panggilan sayang saat bersama Dirga.
"Panggil Papa .... " jawab Dinda heran.
"Bukan...kau bukan panggil aku Papa "
"Lalu aku manggil apa... " tanya Dinda masih tak menyadari panggilan mas pada Raka. Manggil apa an sich...
Prasaan aku manggil dia Papa..batin Dinda.ya Tuhan.... Dia pingin aku manggil dia mas he...he...aku kerjain ah..Batin Dinda tertawa.
"Kayaknya aku Panggil Papa kok..." jawab Dinda sambil menahan senyum.
"Nggak... Ayo dong sayang...aku pingin kamu manggil aku seperti tadi...." Raka kini sudah duduk di depan Dinda.
"Aku tadi manggil apa sich.... ' ucap Dinda menggoda.
"Sayang.... Jangan sampai aku menghukummu di depan Exsal..." ancam Raka. Dinda pun takut dengan ancaman Raka, karena Raka akan melaksanakan ancamannya tak perduli dia dimana.
"Iya...iya ...mas maunya apa...?" jawab Dinda. Rakapun senang mendengarnya.
"Nah gitu dong.... Ini baru calonku yang cantik... "Seru Raka sambil mendekati Dinda.
"Stop mas...ada Exsal...."seru Dinda ketika Raka akan memeluk tubuhnya. Rakapun tertawa melihat kepanikan Dinda.
"Jadi kalau nggak ada Exsal boleh ya....?" goda Raka sambil menarik- naikkan alis matanya.
"Yee.. Maunya..." jawab Dinda sambil mengerucutkan bibirnya yang terlihat imut.
__ADS_1
"Yang kau sengaja menggodaku kan.?"
ucap Raka memandang gemas Dinda.
"Maksudnya...?" tanya Dinda bingung.
"Tu wajah kayak gini bikin aku nggak bisa tidur..." ucap Raka sambil membelai wajah Dinda. Kontan saja bikin wajah Dinda memanas. Dan semakin membuat Raka tertawa.
"Yang ,kata Mama sebelum kau pulang ke kota M. Papa dan Mama mau ketempat Bunda.... " ucap Raka serius sambil menggenggam jemari Dinda.
"Untuk apa mas.... ?"tanya Dinda.
"Mereka ingin melamarmu sayang...." jawab Raka sambil menatap Dinda. Dinda terdiam karena kaget.
"Kau mau kan yang... ?" ucap Raka berharap. Dinda menatap wajah Raka yang penuh dengan harapan, Dinda terharu.
"Dinda mau mas...." jawab Dinda sambil tersenyum. Terlihat wajah Raka yang bahagia.
"Aku juga akan bilang sama bunda dan Ayah ..."Ucap Dinda dalam pelukan Raka
"Pa kenapa Papa memeluk Mama....?" tanya Exsal lugu. Sambil duduk di antara mereka. Raka dan Dinda kaget. Raka bingung apa yang harus dia jawabkan pada pertanyaan Exsal.
"Oh ini sayang papa gembira mama membolehkan papa memiliki kalian berdua, kita akan selalu bersama- sama sayang...." jawab Raka.
"Benarkah Pa....? Kalau begitu Exsal juga minta di peluk Pa..." jawab Exsal lalu memeluk Raka dan Dinda bersama.
Raka dan Dindapun tertawa dan membawa Exsal dalam pelukan mereka
"Mas Dinda boleh kan bilang sama Papa Bima dan Mama Susi.." ucap Dinda.
"Boleh sayang malah itu lebih baik... Biar nanti mas antar.... " jawab Raka.
"Trimakasih mas... " seru Dinda.
__ADS_1
"Sama- sama sayang..." jawab Raka lalu mencium dahi Dinda penuh sayang. mereka bertigapun asyik bermain di halaman belakang . tak lama bik Sumi datang membawa minuman dan makanan ringan buat mereka berdua. keakrapan mereka bertiga bagai sebuah keluarga kecil yang sedang menikmati hari yang indah. ketika sudah siang mereka baru masuk kedalam rumah karena akan menunaikan solat . hingga menjelang sore Raka baru berpamitan.
"Yang.. besok siang aku jemput , kita kerumah pak Bima..." ucap Raka ketika mereka berada di halaman depan saat Dinda mengantar Raka pulang.
"Jam berapa mas...." tanya Dinda.
"Setelah makan Siang..... " jawab Raka.
"Apa nggak enakan kita kesana sore aja, takutnya Papa belum pulang kerja.." saran Dinda.
"Betul juga sich.... " jawab Raka.
"Baiklah, kalau begitu kita pergi kesananya sore hari saja, tapi mas tetap siang datangnya.." lanjut Raka sambil tersenyum.
"Lo emang mas nggak kerja....?" tanya Dinda heran.
"Mas kan Bosnya, suka - suka mas dong..." ucap Raka sombong.
"Mas...jangan memberi contoh jelek dong.." ucap Dinda sambil cemberut.
"Iya dech iya calon istri mas yang cantik, mas nggak akan memberi contoh yang jelek lagi....tapi biarkan selama sayangku ada di sini mas akan
melanggarnya dulu ya....?" ucap Raka sambil menangkup kedua pipi Dinda. Dindapun hanya menjawab dengan senyuman.
"Baiklah mas pulang dulu..." ucap Raka sambil mencium dahi Dinda .
"Iya... hati- hati di jalan mas...."Raka mengangguk, lalu berjalan ke mobilnya.
Raka pun pergi meninggalkan kediaman Dinda.
.
.
__ADS_1