Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
RAKA.


__ADS_3

Sesampainya di rumah Raka segera masuk ke dalam kamarnya. Di sambarnya handuk yang ada di gantungan dia cepat cepat masuk ke dalam kamar mandi. Tanpa membuka baju dia mengguyur tubuhnya dengan air di bawah sower.


'Ya Tuhan ..... Kenapa aku tidak bisa menghilangkan senyum manis itu..begitu cantik wajah itu ya Allah...


Dia milik orang lain kenapa aku memikirkan perempuan itu.teriak Raka sambil tetap berada di bawah sower .


Setelah hampir 30 menit berada di bawah guyuran air Raka mematikan sower dan membuka bajunya yang sudah basah. Setelah membersihkan diri Raka mengambil handuknya dan keluar dari kamar mandi. Ketika sedang memakai baju ganti terdengar ketokan di pintu .


Tok...tok....tok.


"Masuk...." pintu perlahan terbuka.


"Den ditunggu papa dan mama di meja makan.." ucap bik Atun pembantu Raka.


"Iya bik sebentar lagi Raka turun.." pembantu itupun meninggalkan kamar Raka. Setelah terlihat cukup rapi Raka turun kebawah menuju ruang makan . terlihat sang mama dan papanya sudah menunggunya.


"Pagi pa..ma.." ucap Dirga sambil duduk menghadap meja makan.


"Pagi sayang...." jawab sang mama dan sang papa hanya memandangnya sekilas dan tersenyum. Mereka pun mulai makan bersama.


"Ka hari Rabo kau suda harus siap menggantikan papa ..." ucap pak Wijaya di sela- sela makannya.


'Kok rabo sich pa...." jawab Raka .


"Trus maumu kapan....?" Tanya pak Wijaya kesal. Sebab Raka sudah beberapa kali pak Wijaya menyuruh untuk segera bekerja tapi dia selalu menunda- nunda.


"Jangan sekarang lah pa..."

__ADS_1


"Pokoknya papa tegaskan besok hari rabo kamu ikut ke kantor untuk menerima penyerahan tugas titik..." seru pak Wijaya dengan tegas.


"Iya nak...kau sudah satu bulan pulang ke rumah....sekarang sudah waktunya kamu menggantikan papa..." ucap bu Fita dengan lembut.


"Untuk apa lagi kamu bermain- main fokuslah untuk bekerja , saat kau mulai menggantikan papa istri sahabatmu akan menjadi sekertarismu..." jelas pak Wijaya .


"Istri sahabatku..? Maksud papa istri Dirga pa....?" tanya Raka tak mengerti.


"Iya.....Dia bekerja di kantor kita.." tutur pak Wijaya pada sang putra.


"Iya nak...Istri Dirga kan sekertarisnya papa sekarang jadi kalau kau menggantikan papa tolong jangan kau gantikan dengan sekretaris lain nak...." ucap bu Fita .


"Ma..dia cocok untuk papa belum tentu cocok untukku ma...." jawab Raka.


"Iya mama tahu kalau memang kamu tidak cocok terserah keputusanmu ka...." jawab bu Fita .


"Kau belum bertemu dengannya, kalau kau sudah bertemu dengannya kalau kinerjanya tidak memuaskan buatmu kau bisa menggantikannya.." ucap pak Wijaya lagi.


"Baik kalau itu maumu mama sama papa nggak akan protes..." ucap pak Wijaya sambil beranjak meninggalkan meja makan karena sudah selesai makan. Di ikuti istri dan putranya.


****


Hari sudah semakin sore Dinda sudah bersiap- siap akan pulang.


"Sayang....kita segera pulang yuk....sebab besok mama berangkat pagi sayang......" ucap Dinda mengajak Exsal yang sedang bermain dengan Bintang.


"Din...biarkan si Exsal di sini kamu pulang dulu aja nak....biar Ayah nanti mengantarkannya..." ucap sang bunda.

__ADS_1


"Lagian kenapa nggak pulang besok pagi aja sich dek....?" ucap Fian.


"Besok ada meeting kak....jadi aku harus berangkat pagi ..."jawab Dinda.


"Sayang.....Exsal pulang sama mama atau tinggal di sini sayang.....nanti Eyang yang anterin Exsal pulang.." tanya Dinda sambil mendekati dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi sang putra.


"Nggak ma...Exsal pulang sama mama."


Ucap Exsal sambil memeluk sang mama.


""Benar Exsal nggak mau tinggal disini..?


Biar besok Eyang yang anterin Exsal pulang ....nggak apa- apa kok sayang " ucap Dinda sambil berdiri menggendong Exsal.


"Nggak ma....Exsal nggak mau berpisah sama mama...." ucapnya sambil menaruh kepalanya di bahu sang mama.


"Baiklah kalau itu maunya Exsal... sekarang salim sama Eyang sama pakde bude ayo....." Exsalpun turun dari gendongan sang mama lalu menghampiri kedua Eyang nya dan pade budenya untuk bersalaman di ikuti Dinda yang mencium tangan kedua orang tuanya dan kedua kakaknya .


"Dek sering- seringlah datang dan menginap di rumah ...temani Exsal dek...." ucap Dinda ketika memeluk sang adik.


"Iya kak...setelah ujian insyaallah Sela menginap di sana..." jawab Sela .


"Benarkah tante....?tanya Exsal gembira.


"Iya sayang...." ucap Sela sambil mencium pipi gembul Exsal.


"Baiklah kami pamit pulang dulu Asalamualaikum......." pamit Dinda.

__ADS_1


"Walaikum salam...." jawab mereka sambil mengantarkan Dinda keluar.


Akhirnya Dinda dan Exsal menaiki mobil pulang ke rumah mereka.


__ADS_2