
Tak terasa dua minggu berlalu dengan cepat, kini Dinda harus mengakhiri masa liburnya, dia harus kembali ke kota M segera.
Pagi itu Dinda dan Exsal pergi ke rumah pak Bima ,mereka akan berpamitan dan mengambil beberapa berkas yang akan di bawa Dinda ke kota M besok pagi.
Dinda sudah memutuskan besok pagi mereka akan kembali ke kota M. Ketika mereka akan berangkat tiba- tiba Raka datang dengan mobilnya. Dinda segera turun dari mobilnya dan menghampiri Raka yang masih berada didalam mobilnya.
"Lo mas kok datang kesini...? Nggak kerja ... ?" tanya Dinda heran.
"Aku akan mengantar kalian ke rumah pak Bima, ayo naik mobilku aja..." ajak Raka.
"Mas Raka nggak kerja apa...?" tanya Dinda lagi.
"Nggak sayang... Lebih baik mas ngantarkan calon istri mas , di kantor ada Hari yang menghendel pekerjaanku" jawab Raka santai sambil mencubit hidung Dinda .
"Au...sakit mas..."seru Dinda .
"Ulu...ulu..sakit ya , sini mas cium.." jawab Raka sambil mendekatkan wajahnya pada Dinda.
"Idi ...maunya.." ucap Dinda sambil menghindar dari wajah Raka yang akan menciumnya. Raka pun tertawa melihat wajah Dinda yang cemberut menggemaskan.Dinda lalu pergi ke mobilnya mengambil Exsal yang masih berada di dalam mobilnya lalu melangkah masuk ke dalam mobil Raka.
Tak lama terlihat mobil Raka meninggalkan rumah kediaman Dinda. Raka membawa mobilnya dengan kecepatan sedang.
__ADS_1
"Yang besok aku antar ya.... ?" tanya Raka dengan wajah fokus ke depan.
"Nggak usah la mas.... Kamu itu sibuk mengurus perusahaanmu ..." jawab Dinda.
"Aku nggak sibuk kok...." jawabnya santai.
"Tapi kamu nanti kepayahan mas.."
"Aku nggak akan bakal kepayahan " jawab Raka cuek.
"Mas...."
"Apa....?" jawab Raka menggoda. Dindapun kesal, dia memandang Raka dengan gemas. Raka tertawa melihat wajah Dinda yang kesal.
"Ya udah terserah mas, tapi awas jangan salahkan Dinda kalau mas nanti kepayahan. .." jawab Dinda sambil menatap Raka.
"Ya enggaklah sayang.... Mas nggak akan merasa kepayahan, malah mas akan merasa tenang jika mas sudah melihat kesayanganku udah sampai di sana dengan selamat.." jawab Raka sambil membelai pipi Dinda dengan sayang. Dindapun tersenyum dia terharu dengan perhatian Raka yang terlihat sangat besar. Tak terasa mereka sampai di rumah pak Bima. Terlihat mobil pak Bima masih ada di halaman rumah. Merekapun turun dari mobil dan berjalan kedalam rumah pak Bima yang pintunya terbuka.
"Asalamualaikum..... " Dinda dan Raka mengucap salam hampir bersamaan.
"Walaikum salam..." seseorang menjawab salam mereka. Terlihat bu Susi keluar dari dalam rumah.
__ADS_1
"Hey Dinda dan Raka, aduuh....ini cucu kesayangan Oma ..." seru bu Susi ketika melihat siapa yang datang.
"Iya Ma...Papa ada ma..." tanya Dinda sambil mencium tangan dan Pipi Bu Susi yang di ikuti Raka mencium tangan Bu Susi.
"Ada sayang itu ada di dalam dan bilang ada nak Raka , ayo nak Raka silahkan duduk dulu " ajak bu Susi.
"Trimakasih Tante...." jawab Raka.
"Baik Ma... Ayo sayang salim sama Oma dulu .."Dinda membawa Exsal mendekati bu Susi. Ecsal segera mencium tangan dan pipi bu Susi lalu duduk di pangkuannya.
" maaf Mas aku tinggal dulu ya....." ucap Dinda pada Raka.
"Iya nggak apa- apa yang..." jawab Raka sambil duduk di sofa ruang tamu. Dundapun meninggalkan mereka bertiga. Raka dan Bu Susi berbincang - bincang di ruang tamu. tak lama pak Bima dan Dinda masuk .
"Wah ada Nak Raka... apa kabar Ka...?" tanya pak Bima sambil mengulurkan tangan. Melihat kedatangan pak Bima Raka berdiri dari duduknya.
"Baik Om....." jawab Raka sambil menerima uluran tangan pak Bima.
"Nggak pergi ke kantor.... ?" tanya pak Bima sambil duduk dan diikuti Dinda.
"Nggak Om sengaja mau nganter Dinda dan Exsal ke sini Om..." jawab Raka.
__ADS_1
pak Bima tersenyum mendengar jawaban Raka. dan mereka pun larut dalam percakapan. tak lama terlihat pembantu bu Susi membawa nampan berisi minuman dan sedikit cemilan buat mereka.