Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
SI KECIL EKA.


__ADS_3

Karena banyak menemui kemacetan maklum waktu para pegawai berangkat kerja , Dinda sampai di rumah pak Bima memakan waktu sampai 30 menit. Ketika sampai di rumah pak Bima Dinda masih melihat mobil pak Bima di depan rumah . setelah memarkirkan mobilnya Dinda dan Exsal masuk kedalam rumah.


"Asalamualaikum....." ucap Dinda memberi salam.


"Ma kok nggak ada orang ya...." tanya Exsal karena keadaan rumah sepi.


"Iya sayang....coba kuta ucap salam lagi Asalamualaikum...... " Dinda lebih mengeraskan suaranya.


"Walaikum salam...." jawab seseorang dari dalam rumah. Tak lama bu Susi keluar . beliau tertegun melihat kedatangan Dinda dan Exsal.


"Omaa...... !"Teriak Exsal sambil berlari ke arah bu Susi.


"Ya ampun Cucu Oma ..... "Seru bu Susi sambil menyambut pelukan dari sang cucu. Terlihat matanya berkaca- kaca.


"Sayang apa kabar...... Ya Tuhan Exsal Oma kangen Exsal sayng...." seru bu Susi smbil memeluk erat Exsal dan menciumi pipinya. Terlihat tetesan air mata di pipi tua itu. Dinda yang melihat tingkah Bu Susi merasa bersalah karena dia menjauhkan Exsal dari Omanya. Tak lama Bu Susi me atap Dinda. Dinda pun menghampiri mama mertuanya.


"Ma apa kabar.... " sapa Dinda sambil mencium tangan dan memeluk sang mama.


"Ya Allah nak..... Mama kangen kalian " ucapnya sambil memeluk Dinda .


"Dinda juga Ma....."


"Ada siapa Ma....." suara seseorang dari dalam .


"Pa lihatlah siapa yang datang.....!" teriak bu Susi. Tak lama muncul oak Bima dari dalam rumah. Beliau pun kaget melihat keberadaan Dinda dan Exsal. Beliau pun mendatangi Exsal dan menggendongnya Lalu mencium pipi Exsal.


"Ternyata jagoan Opa yang datang..." ucap pak Bima . lalu beliau memandang Dinda. Dinda pun menghampiri Papa mertuanya untuk mencium tangannya.


"Apa kabar Din.....?" ucap beliau.


"Alhamdulillah baik Pa...'" jawab Dinda.


"Ayo masuk Din..... " seru Bu Susi. Merekapun masuk kedalam ruang keluarga.

__ADS_1


"Ma Tia ada kan..... ?" tanya Dinda.


"Oh ya mama hampir lupa....tu ada di kamarnya.... " jawab Bu Susi. Dinda pun berjalan kearah kamar Tia. Ketika sampai di depan kamar Dinda mengetuk pintu perlahan.


Tok..tok...tok...


"Mama ya...? Masuk aja ma, pintunya nggak di kunci kok...." seru Tia. Dinda pun membuka pintu perlahan. Ketika sampai di dalam terlihat Tia yang sedang menyusui putrinya. Dia tak memandang orang yang datang karena dia menyangka yang datang sang mama.


"Selamat pagi tuan putri.... " ucap Dinda sambil masuk kedalam . Tia terkejut mendengar suara yang amat dia kenal. Segera dia memalingkan wajahnya memandang orang yang baru masuk ke dalam kamarnya.


"Dinda......!" teriak Tia.


"Sstt jangan keras - keras keponakanku lagi tidur....." ucap Dinda perlahan. Dia mendekati Tia yang sedang duduk sambil menyusui putrinya yang ada di pangkuan. Dinda mencium kedua pipi sang sahabat.


"Selamat ya.....aduh cantik sekali keponakanku ini...." ucap Dinda sambil mencium pipi montok bayi kecil itu perlahan. Karena takut putri kecil itu bangun.


"Din aku marah padamu...." seru Tia sambil menatap Dinda kesal.


"Kenapa kau pergi tanpa memberi tahu aku, kau juga tidak memberitahukan masalahnya padaku.... Aku ini bukan sahabatmu lagi ya.....?" seru Tia marah pada Dinda.


"Sayang dengar dulu.... Aku nggak ingin kamu itu sedih, saat itu kamu kan lagi hamil mudah sedang orang yang lagi hamil di larang mengalami stres sebab akan mempengaruhi janin yang ada didalam tubuhmu, maka itu aku tidak bercerita pada mu.... "bohong Dinda. Maaf sobat terpaksa aku berbohong padamu batin Dinda.


"Tetapi mengapa kau tak memberiku kabar, tidak menelfonku....?" ucap Tia masih dengan nada marah.


"Maaf....." ucap Dinda sambil memegang kedua telinganya dan memberikan wajah imutnya. Dan itu berhasil membuat Tia tertawa sambil mencubit kedua pipi Dinda.


"Kau emang pintar merayu ya....." ucap Tia dengan masih tertawa. Dinda pun ikut tertawa hingga si kecil bangun.


"Ulu...ulu...putri cantikku bangun...sini ikut mama Dinda sayang....." seru Dinda kemudian mengambil putri Tia dari pangkuan sang mama. Sambil menggendong putri Tia Dinda mengambil sesuatu di tas tangannya. Terlihat Dinda mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya lalu membukanya. Dia mengeluarkan sebuah kalung emas yang memiliki bandul berbentuk bunga mawar yang mempunyai mata berlian kecil berwarna pink nan indah. Dia lalu menyerahkan pada Tia.


"Beb tolong pasangkan pada putriku aku khusus buatkan kalung ini untuk Dia.." ucap Dinda.


"Ya ampun Din Indah banget kalung ini "

__ADS_1


ucap Tia mengagumi kalung pemberian Dinda.


"Bolehkah putriku memakainya..?" tanya Dinda.


"Tentu Din....Din aku iri pada anakku , kalung ini indah banget.." ucap Tia smbil memakaikan kalung pemberian Dinda pada putrinya.


"Ist...kau ini oh ya siapa nama bidadari kecil ini....." ucap Dinda sambil tertawa.


"Namanya Eka Ayu Atmaja... Din trimakasih ya hadiah buat Eka.....kau emang sahabat dan saudara yang paling aku sayangi..." ucap Tia sambil memeluk Dinda haru.


"Din Exsal mana.... ?" tanya Tia setelah melepas pelukannya.


"Itu diluar sama Papa dan Mama..." jawab Dinda. Merekapun keluar dari kamar Tia. Sesampainya di ruang keluarga mereka melihat Exsal sedang bermain dengan Opa dan Omanya. Dinda dan Tia pun bergabung dengan mereka.


"Din kamu nanti menginap kan...." tanya pak Bima .


"Maaf Pa hari ini Dinda nggak bisa menginap Pa, soalnya besok pagi jam10 pagi Dinda ada pertemuan dengan perusahaan PT Exsal Putra Pa....." ucap Dinda.


"Lo nama perusahaan itu kok sam dengan nama cucuku Din.... ?" tanya Bu Susi.


"Dinda juga tidak tahu ma.... "Jawab Dinda heran.


"Mungkin putra mereka namanya juga sama dengan cucu kita ma..." ucap pak Bima asal.


"Pa sebenarnya ada yang akan Dinda diskusikan sama Papa tentang perusahaan dari Negara K yang ingin bekerja sama dengan kuta Pa... " kata Dinda sambil menatap pak Bima.


"Tunggu papa pulang Din , sebab sekarang papa mau kekantor ada meeting. kau pulang sore kan.... ?" tanya pak Bima yang memang sudah berpakaian rapi.


"Iya Pa Dinda nanti pulang sore hari..." jawab Dinda.


"Baiklah kalau begitu Papa pergi kekantor dulu..." ucap pak Bima smbil berdiri dari sofa. Bu Susi pun mencium tangan pak Bima di ikuti Dinda dan Tia. Setelah mencium Exsal Pak Bima berangkat ke kantornya. Siang harinya setelah Meeting selesai pak Bima langsung pulang. Sesmpainya di rumah setelah makan siang Dinda dan pak Bima masuk keruang kerja pak Bima. Mereka membahas tentang klien yang dari Negara K yang akan bekerja sama dengan mereka.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2