Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
NIAT LICIK SINDY.


__ADS_3

Raka pamit dari rumah pak Bima setelah makan siang. Rasa keengganan ada pada Raka ketika melangkahkan kakinya keluar dari rumah pak Bima. Dinda dan Exsal menghantarkan raka sampai halaman rumah.


"Din besok jam berapa kalian pulang " tanya Raka ketika sudah berdiri di teras rumah sambil masih menggendong Exsal .


"Mungkin sore pak....emang ada apa pak....?"tanya Dinda heran.


"Biar aku nanti yang menjemput kalian" ucap Raka.


"Nggak usah pak biar nanti soper Dinda yang menjemput...." tolak Dinda halus.


"Nggak apa- apa Din...Exsal ...Exsal mau nggak kalau Om yang menjemput Exsal besok ....?"tanya Raka pada Exsal dengan senyuman licik. Karena dia tahu Dinda menolaknya .


"Mau....mau Om...Exsal mau Om Raka yang menjemput besok...."teriak Exsal semangat.


"Kalau begitu bilang sama mama sayang...." bujuk Raka sambil memandang Dinda penuh arti. Dinda yang mendengar omongan Raka merasa geram.


Ya Tuhan.....maunya apa sich pak Raka ini...geram Dinda dalam hati.


"Ma...besok biar Om Raka yang menjemput kita ya....?" ucap sang buah hati dengan mimik muka memelas.


"Tapi sayang....besok Om Raka masih banyak pekerjaan....." jawab Dinda sambil mengambil Exsal dari pelukan Raka.


"Nggak....Om nggak ada kerjaan..." seru Raka cepat- cepat.


"Tu kan ma....kata Om Raka nggak ada kerjaan..." ucap Exsal sambil menangkup wajah sang mama dengan kedua tangannya lalu menaruh hidungnya di hidung sang mama.


"Ya ma...boleh ya.....?" rayu Exsal sambil menggosok- gosokkan hidungnya di hidung sang mama. Perbuatan Exsal membuat Raka iri.


Ya Allah buatlah wajah itu menjadi milikku mohon Raka dalam hati.

__ADS_1


"Tapi sayang...." Dinda bingung dia sulit menolak permintaan Sang buah hati. Karena sejak bertemu dengan Raka wajah Exsal berseri - seri, wajah yang dulu sering terlihat ada kesedihan dan murung sekarang tidak terlihat lagi wajah itu kini selalu berseri- seri.


"Plissss ma...." ucapnya memohon. Dinda masih enggan mengiyakan permohonan Exsal .setelah beberapa lama diam.


"Baiklah demi anak mama Om Raka boleh menjemput kita...." jawab Dinda.


"Horee...." teriak Exsal.


"Ayo ma bilang sama Om Raka".bisik Exsal mendekatkan mulutnya pada telinga sang mama.


"Pak kalau bapak tidak sibuk kami akan menunggu bapak besok sore..." ucap Dinda .


"Benarkah.... ?" tanya Raka dengan senyum kemenangan.


Maaf nak kau kubuat senjata untuk mendekati mamamu. Batin Raka gembira.


"Iya pak..." jawab Dinda dengan wajah cemberut. Raka yang melihat itu jadi gemas dan ingin tertawa.


"Bye sayang....." Rakapun meninggalkan rumah pak Bima di iringi lambaian tangan Exsal. Setelah mobil Raka menjauh Dinda masuk kedalam rumah.


*****


Di sebuah apartemen mewah terlihat seorang wanita mondar- mandir di dalam apartemen mewahnya. Dia adalah Sundy yang sedang menunggu kabar dari orang suruhannya yang di suruh memata - matai Raka. Ini sudah dapat beberapa bulan tugas yang Sindy suruh belum mendapatkan hasil . Beberpa minggu yang lalu mereka sudah melaporkan bahwa Raka hanya dekat dengan sekertarisnya. Sindy pun hanya menyangka kedekatan itu sebatas pekerjaan kantor saja. Jadi dia tak mencurigai bahwa Raka akan menyukai Dinda. Tiba- tiba seseorang menekan bel pitu apartemennya. Dengan cepat Sindy membukakan pintu. Seorang laki- laki yang berperawakan sedang berdiri didepan pintu.


"Cepat masuk....!" seru Sindy sambil membukakan pitu.mereka duduk di sofa di ruang tamu.


"Berita apa yang kau bawa...?" tanya Sindy tak sabar.


"Bos ternyata pak Raka sedang mendekati bu Dinda bos...." jawab laki - laki itu.

__ADS_1


"Apa..! Apa kalian yakin...?" tanya Sindy tak percaya.


"Iya bos soalnya kemaren kami melihat mereka pergi ke rumah pak Bima.."


"Pak Bima...?" tanya Sindy tak mengerti.


"Itu bos pak Bima yang punya putra seorang polisi yang kini sudah meninggal yang bernama Dirgantara Atmaja bos..." jelas laki- laki itu.


"Papa kak Dirga..." tanya Sindy tak percaya.


"Iya bos...." Sindy kaget .dia terdiam sejenak. Tak lama dia berucap.


"Cari tahu ada hubungan apa antara wanita itu dengan pak Bima.." perintahnya.


"Kami sudah tahu bos....dia menantu dari pak Bima istri mendiang pak Dirga


Bos....." jawab pria itu


" kurang**** ternyata dia janda dari kak Dirga..." seru Sindy marah.


"S****l dulu dia merebut kak Dirga dari tanganku sekalipun dia mau mendekati


Kak Raka asal p***** r murahan.."! Teriaknya marah sambil melemparkan apa saja yang ada di atas meja hingga membuat takut Laki- laki yang ada di hadapannya.


"Dengar ajak teman- temanmu untuk menculik dia lecehkan dia bunuh sekalian...." teriaknya marah.


"Baik bos...tapi bagaimana dengan pembayarannya....?" tanya Laki- laki itu


"Aku akan membayar kalian dengan mahal jika kalian sudah membunuhnya.

__ADS_1


"Baik Bos..." pria itu pun keluar dari apartemen Sindy .


"Raka kalau aku tak mendapatkanmu wanita lainpun tak boleh mendapatkan dirimu..." ucap Sindy dengan senyuman licik.


__ADS_2