Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
Chapter 11


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa kandungan Lena sudah memasuki usia 9 bulan. Ia hanya menunggu waktu kelahiran saja, dokter yang memeriksa kandungannya berkata ia akan segera melahirkan dalam minggu ini.


Kini ia tidak bisa banyak bergerak seperti sewaktu kandungannya masih usia muda. Sekarang perutnya membesar seperti balon yang ingin meletus. Bahkan kedua karyawannya pun takut, jika sewaktu-waktu perut itu akan meledak.


Usaha toko kue dan rotinya pun sekarang semakin sukses. Ternyata banyak yang suka kue buatan Lena.


Lava cake isian tiramisu dan Cokelat lah yang menjadi menu paling dicari dan digemari banyak orang di toko kue Lena. Kini ia sudah memperkerjakan dua orang koki dan dua orang pelayan termasuk Sasa dan Nina.


Hari ini toko Lena ramai karena banyak pengunjung. Meskipun sekarang ia tidak bisa bergerak cepat, sesekali Lena membantu mengantarkan pesanan ke pelanggan.


Terkadang ia juga masih sempat membantu mengadon adonan di dapur bersama ke dua kokinya. Lisa dan Rani juga ada di toko Lena. Mereka berdua sengaja mengambil libur seminggu ini untuk menjaga Lena. Mereka takut jika Lena akan melahirkan sendirian.


“Len itu pesanan meja nomor 10 kan?” Tanya Lisa yang diangguk Lena.


Lisa merebut pesanan tersebut dari tangan Lena. “Sini biar aku saja, kamu istirahat saja di sana.” Tunjuk Lisa dengan bibirnya sebelum berlalu mengantarkan pesanan


Lena pun menuruti permintaan sahabatnya tersebut. Sebenarnya dari tadi ia juga sudah kelelahan, namun melihat banyaknya pelanggan yang datang membuat ia semangat dan ikut membantu karyawannya. Sekarang ia harus beristirahat, jika tidak kedua sahabat dan karyawannya akan menasihatinya seperti kemarin.


“Len, ini aku bawakan teh hangat untuk kamu. Sebaiknya kamu istirahat saja, tidak usah membantu dulu.” Ucap Rani yang sedari tadi melihat Lena yang lelah.


“Makasih ya Ran.” Ucap Lena tersenyum sambil memperbaiki duduknya.


“Iya, aku sudah tidak sabar menantikan kelahiran keponakan-keponakanku ini.” Rani mengelus perut lena yang besar.


“Pasti mereka akan tampan dan cantik seperti kamu Lena. Maafkan aku yang tidak bisa membuat kak Farel bersamamu.”


Raut wajah Rani sedih, ia masih berpikir bahwa semua yang ditanggung oleh sahabatnya Lena adalah karena ulahnya.


“Hei. Jangan sedih, ini bukan kesalahan kamu atau pun orang lain. Ini semua takdir yang harus aku jalani, mungkin kebahagiaanku sedang tertunda namun aku yakin akan indah pada waktunya.” Lena tersenyum lembut dan memegang pundak untuk meyakinkan Rani.


“Wah... Wah... Kalian lagi reunian tidak ajak-ajak aku ya?” Ucap Lisa yang baru saja selesai membantu mengantarkan pesanan.

__ADS_1


“Pengganggu.” Sungut Rani.


“Aku bukan pengganggu, tapi menyelamatkan kalian dari tatapan aneh para pengunjung toko. Jika kalian duduk sedekat itu, mereka akan berpikir kalian ada hubungan.” Lisa menjelaskan.


Lena dan Rani saling menatap dan kemudian segera menjauh karena terlalu dekat.” Sana jauh-jauh duduknya.” Rani mengusir Lena.


“Kamu dong yang jauh-jauh.” Balas Lena dengan wajah yang menatap jijik pada kedekatan mereka berdua.


“Hahahaha..... Kalian lucu.” Lisa tak dapat menahan tawanya.


“Lisaaaa...” ucap Lena dan Rani bersamaan.


Mereka baru menyadari Lisa membohongi mereka ketika melihat di dalam toko tidak ada pengunjung lagi karena waktunya istirahat makan siang bagi karyawan Lena.


Toko Lena memang akan tutup selama 1 jam untuk beristirahat sejenak dan akan buka kembali pukul satu siang. Lena tidak ingin karyawannya kelelahan dan tidak mempunyai cukup waktu untuk makan siang.


“Kabuuur...” Lisa segera berlari sambil terus tertawa karena berhasil mengerjai kedua sahabatnya.


“Sudah-sudah, kamu kan tahu sendiri kalau Lisa itu jahil. Ayo kita ikut berkumpul bersama mereka.” Ajak Lena ke tempat istirahat sahabat dan karyawan-karyawannya.


Rani yang masih jengkel pun akhirnya mengikuti Lena berjalan. Terlihat di sana Lisa cekikikan sambil menutup mulutnya mencoba untuk tidak tertawa. Lena duduk di kursi yang sudah disediakan. Mereka memang sudah terbiasa akan kehadiran pemilik toko tersebut.


Terkadang mereka juga bersenda gurau untuk menghilangkan penat akibat melayani para pembeli yang tiap hari selalu datang. Dan Lena juga sudah menganggap mereka semua sebagai adiknya. Tak heran jika terkadang Lena menjadi tempat cerita mereka.


Waktu satu jam begitu cepat berlalu bagi mereka. Lisa membantu membersihkan meja tempat mereka makan tadi bersama salah satu koki Lena. Karyawan yang lain mulai kembali bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing.


Tiiiing..... Suara bel yang digantungkan di depan pintu berbunyi ketika seorang pembeli memasuki toko Lena. Tampak seorang pria berjas menghampiri nya.


“Hai... Bagaimana kabarmu?” Seseorang itu bertanya pada Lena dan duduk di samping Lena.


“Hai Reno, kabarku baik. Bagaimana denganmu?”

__ADS_1


“Seperti yang kamu lihat selalu baik.”


“I see.” Lena tersenyum.


Reno adalah pria yang menjadi pelanggan setia di toko Lena. Reno akan selalu datang ke toko Lena dua minggu sekali untuk menikmati lava cake tiramisu. Menurut Lena, Reno adalah pria yang baik dan kocak meskipun terkadang sering menggoda Lena.


Reno merupakan pengusaha properti di kota tersebut. Reno adalah pria satu-satunya yang dekat dengan Lena setelah Farel. Lena merasa mempunyai kakak jika bersama Reno. Reno selalu mendengarkan ketika Lena ingin bercerita.


“Hai cantik, nanti malam dinner yuk?” Reno menggoda Lisa yang baru saja mengantarkan lava cake untuk Reno.


Reno memang senang menggoda sahabat Lena yang satu ini. Ia senang melihat Lisa yang menjadi cemberut karena tidak suka digoda dengannya.


“Aku sibuk, tidak ada waktu.” Jawab Lisa jutek.


“Jangan jutek-jutek nanti cantik nya hilang.” Reno menggoda lagi sambil mengedipkan matanya ke Lisa.


Lisa yang melihat Reno melakukan hal yang menurutnya menjijikkan itu pun langsung pergi ke dapur sambil menghentakkan kakinya kuat-kuat. Lena berpikir Reno akan cocok dengan Lisa, selama ini tidak ada laki-laki yang berani membuat Lisa terlihat seperti itu. Kebanyakan laki-laki yang dekat dengannya akan menjauh perlahan karena sifat Lisa yang dingin terhadap laki-laki.


Tiga puluh menit berlalu, Reno berpamitan pada Lena, karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan sebelum kembali ke perusahaan intinya.


Setelah mengantarkan Reno sampai keluar toko, Lena masuk dengan sedikit tergesa-gesa. Ia harus segera ke toilet. Belakangan ini di usia kandungannya yang semakin tua, ia tidak bisa jauh dari toilet untuk buang air kecil.


“Lena hati-hati, ingat kamu membawa tiga bayi sekaligus.” Teriak Lisa yang melihat Lena berjalan ke arah toilet dengan tergesa-gesa. Lisa pun mengikuti Lena dari belakang, ia khawatir jika Lena terpeleset. Belum ada lima menit apa yang dipikirkannya pun terjadi.


Braakkkkk...... Suara seseorang terpeleset di toilet.


“Leeenaaaaa... Tolong.....Tolong......” Lisa berteriak.


Sementara di kantor Farel sedang memikirkan sesuatu, berdiri di dekat jendela dan melihat hiruk pikuk jalanan kota. Ia melamun dengan gelas berisi minuman ditangannya.


Seseorang membuka pintu dengan kuat dan mengagetkannya, sehingga gelas tersebut jatuh ke lantai dan pecah. Perasaan Farel menjadi tidak enak seperti akan terjadi sesuatu yang tidak baik. Ia berharap perasaannya tidak jadi kenyataan dan semua nya baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2