Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
PERKAWINAN.


__ADS_3

Dihalaman sudah dihiasi tenda pernikahan yang mega . sejak subuh di rumah Dinda sudah terlihat kesibukan. Yah hari ini adalah hari pernikahan Dinda. Dinda serasa tak percaya hari yang bersejarah akan segera di mulai. Kini Dinda sudah di dandani oleh anggota MUA yang sudah di sewa oleh Dirga . sebenarnya Dinda tak mau tapi biasa Dirga akan memaksanya.terlihat Dinda yang begitu cantik dan anggun dengan kebaya putih dan bawahan kain panjang batik yang begitu serasi membalut kaki panjang Dinda.riasan wajah yang natural membuat keanggunan wajah Dinda sangat terlihat. Ketika Bunda masuk untuk memanggil Sela , dia sangat kagum melihat kecantikan putrinya.


"Din kau sangat cantik nak...."ucap Bunda bangga. Dinda memang jarang memoles mukanya dengan sentuhan riasan wajah. Ketika sekarang memakainya membuat Dinda sangat berubah.


"Bunda jangan memuji Dinda nanti Dinda melayang lo....." jawab Dinda bergurau.


" Bener kata bundamu mbak....mbak cantik sekali......"sela salah satu petugas MUA.


"Iya dek....wajahmu berubah semakin cantik.." ucap Rosa sambil memegang lengan Dinda.


"Iya dech iya....terimakasih atas pujiannya....." jawab Dinda sambil tersenyum . acarapun segera di mulai


Bunda segera keluar karna sebentar lagi keluarga Dirga datang.


Tak lama terdengar kak Alfian memanggil istrinya karena pengantin pria sudah datang dan acara akad nikah akan segera di mulai. Dindapun segera di bawa keluar. Mereka duduk berdampingan ketika Dirga melihat kedatangan Dinda dia tertegun ,dia tersadar ketika papanya menepuk lengannya.


Dek kenapa kamu cantik seperti ini....ya Allah betapa cantiknya istriku..batin Dirga senang.

__ADS_1


Setelah kepala mereka dihiasi kerudung putih bersama ijab kabulpun dimulai.


Ketika Dirga mengucapkan susahnya dia Mengucapkannya dengan lancar karena dia telah menghapalkannya tadi malam . terdengar penghulu mengucapkan kata SAH.


"Gimana sah....." kata pak penghulu.


"SAH....." jawab mereka serempak.


Dirga merasa lega kini Dinda sudah sah menjadi Milikmu.


Mereka memakaikan cincin perkawinan


"Sayang kau cantik sekali malam ini.." ucap Dirga sambil menatap lekat istrinya.


"Trimakasih mas..." jawab Dinda sambil menunduk malu , terlihat wajahnya yang memerah Dirga sangat senang melihat wajah istrinya yang memerah.


"Sayang kini kau sudah menjadi milik mas...." ucap Dirga.

__ADS_1


"Emang kemaren- kemaren Dinda bukan milik mas...?" canda Dinda sambil memandang wajah Dirga yang kuni sudah menjadi suaminya. godaan Dinda membuat Dirga gemas.


"Eee ya iya..tapi sekarang apapun yang mas lakukan sudah halal..." seru dirga sambil memencet hidung Dinda gemas.


"Auu ....sakit tau...." ucap Dinda sambil memegang hidungnya yang memerah.


"Habis adek godain mas sich..." ucap Dirga lalu memeluk Dinda. Dindapun tersenyum melihat perlakuan suaminya yang terlihat sangat sayang.


"Dek mas kedepan dulu ya...menemui teman- teman dan keluarga..." pamit Dirga pada Dinda setelah melepas pelukannya.


"Iya mas...tapi Dinda nggak usa ikut ya "


"Nggak usah dek...adek istirahat saja sebab nanti kan masih harus ke hotel,nanti adek kepayahan...." jawab Dirga kare nanti malam masih akan diadakan pestanya di lanjutkan di Hotel mewah.


Malam itu Dinda memakai baju pengantin warna hijau tosca yang menjutai sampai ke lantai dengan kerudung sewarna dengan bajunya.


Kecantikan dan keanggunan Dinda begitu mempesona begitu juga dengan Dirga yang terlihat gagah dan tampan membuat setiap wanita terpesona oleh ketampanannya. Mereka bak sepasang dewa dewi yang lagi tiba di bumi. tak henti- hentinya mereka menerima pujian dari para undangan. Dirga merasa bangga dan bahagia. Hingga malam mereka menerima ucapan selamat dari para tamu. tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kebahagiaan mereka berdua dengan hati yang sakit. tapi apalah daya kalau kenyataannya Dirga bukan lah jodohnya . ya...dia Rika anak buah Dirga yang telah lama jatuh hati pada Dirga sayang dirga tidak pernah menganggapnya wanita selain anak buah dan Arum sahabat Rika yang sama-sama polwan hanya bisa memegang tangan Rika untuk menghiburnya , dia tahu kesedihan Rika.

__ADS_1


Bersambung dulu sobat......jangan lupa like .


__ADS_2