Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
HADIRNYA SI KECIL.


__ADS_3

Setelah keadaan membaik Dinda dipindahkan ke kamar perawatan ,Dirga pun meminta kamar VIP untuk Dinda. Ternyata kamar yang di tempati Dinda sangat mewah. Di sebelah tempat tidur pasien terdapat box bayi yang mungil.


Dirga membantu sang istri untuk duduk dan menekan alat yang ada di pinggir ranjang agar agak ke atas lalu menaruh bantal di belakang badan Dinda agar dinda bisa duduk dengan enak.


"Mas dedek bayi kok belum di bawah kesini..?" tanya Dinda pada Dirga yang duduk disebelah ranjang sambil memegang tangannya.


"Mungkin sebentar lagi sayang..." hibur Dirga. Tak lama terdengar ketokan pintu


" Maaf ibu adek bayi lapar ..... Ibu bisa coba buat kasi minum dedek...." seorang perawat masuk membawa bayi mereka. Dirga menerima putranya dari sang perawat lalu memberikannya pada Dinda. Dinda pun memangku sang putra dengan sayang lalu belajar memberi minum asi buat sang putra. Walaupun dengan agak susah dan di bantu oleh suster akhirnya bayi kecil itu bisa minum asi sang mama. Dirga yang melihat sang buah hati minum asi merasa bahagia.


"Yang kalau dedek lagi ***** kayak gitu sakit nggak.....?" tanya Dirga penasaran.


"Nggak mas malah geli...." ucap Dinda sambil membelai pipi si kecil.


"Yang.. itunya sekarang bukan milik papa sendiri deh...." goda Dirga sambil menunjuk dada Dinda.


"Ih apaan sich mas...." jawab Dinda sambil mencubit lengan suaminya.


Dirga pun tertawa senang melihat pipi Dinda memerah. Setelah puas minum sang bayi mungil tidur lelap.


"Yang aku gendong ya..." Dinda menganggukkan kepala sambil menyerahkan si kecil ketangan Dirga. Tiba- tiba terdengar ketokan pintu


Tok..tok...tok


"Masuk....." jawab Dirga pelan takut bayi mungil yang ada di gendongannya bangun. Tenyata kedua orang tua Dirga dan sang adik yang datang.


"Aduh cucu eyang......" ucap sang mama gembira sambil menghampiri Dirga.


"Aduh cucu mama cakep Ga....."


"Siapa dulu papanya....." ucap Dirga bangga.

__ADS_1


"Iya ngerti mama...." jawab sang mama sambil tertawa lalu bu Susi melangkahkan kakinya menuju Dinda.


"Sayang gimana keadaanmu sekarang.?" tanya bu Susi sambil mendekati Dinda dan membelai menantu kesayangannya.


"Baik ma....' jawab Dinda sabil tersenyum.


"Kamu istirahat aja dulu.. kau pasti kelelahan sayang...." nasehat bu Susi.


"Iya ma..." bu Susi pun menghampiri Dirga kembali yang masih menggendong si kecil.


.


"Kak tampan sekali keponakanku...!" seru Tia yang sudah ada di samping Dirga.


"Mana Ga mama yang gendong..." pinta sang mama.


"Ma.,.Tia dulu dong..." ucap Tia ketika sang mama mau mengambil cucunya dari tangan Dirga.


"Dek...biar mama dulu baru kamu nanti "


ucap Dirga melerai pertengkaran mama dan adeknya. Dirga memberikan bayi mungkin itu ketangan sang mama.


Bu Susu memperlihatkan cucu pertamanya ke sang suami.


"Beb gimana keadaan mu ..." tanya Tia sambil mendekat ke Dinda.


"Udah mendingan Ti...hey...kau nggak kekantor..." tanya Dinda melihat sahabatnya ada di depannya.


"Yeee aku pingin juga lihat si kecil kalik....." ucap Tia sambil cemberut.


"du...segitunya...." ucap Dinda sambil mencubit hidung Tia dan tertawa.

__ADS_1


"Dek bajuku ada disini ..?" tanya Dirga sambil memegang paper bag.


"Iya kak...kalau yang satunya punya dedek bayi dan mamanya..." jawab Tia.


Dirga pun membawa paper bag tersebut kedalam kamar mandi .


Tak lama kedua orang tua Dinda pun datang juga. Setelah menyapa dan bersalaman dengan orang tua Dirga dan Tia .bu Susi dan pak Damar serta Sela menghampiri Dinda.


"Gimana ke adaanmu nak...." tanya sang ayah sambil mencium kening sang anak


"Udah baik kok Yah...." jawab Dinda.


"Tadi lancar- lancar aja kan nak..". Sela bu Nuning pada Dinda.


"Lancar kok Bun ....." jawab Dinda.


"Kak sakit ya kalau melahirkan...?" tanya Sela tiba- tiba. Kontan saja yang mendengar pertanyaan Sela tertawa.


"Ya sakit lah dek......" jawab Dinda sambil mencubit pinggang Sela yang ada di sebelahnya. Tak lama Dirga keluar dari kamar mandi sudah mandi dan berganti pakaian .


"Bunda Ayah...sudah lama..?" tanya Dirga sambil mencium tangan kedua mertuanya.


"Nggak baru aja kami datang nak...." jawab pak Damar. Merekapun bercengkrama sambil bergantian menggendong sang bayi mungil.


Ketika sore hari banyak teman- teman kantor Dinda dan anak buah Dirga yang datang berkunjung. Mereka sangat mengagumi ketampanan si kecil. Mereka berebut untuk menggendongnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2