
Setelah selesai mandi dan solat Dinda keluar kamar menuju dapur terlihat bunda sibuk membuat makan malam.
"Bun ada yang bisa Dinda bantu.."tanya Dinda sambil menghampiri Bunda .
"Rapikan dan tata makanan di meja aja nak.." jawab Bunda sambil masukkan sayur kedalam mangkok .
"Ok Bos..," Dindapun pergi sambil mengambil tempe goreng untuk dimakan.Dinda menata piring dan makanan diatas meja di bantu bik sumi.
Tak lama terdengar adzan magrib berkumandang.merekapun menunaikan solat sebelum makan malam. Ayah terlihat ke masjid yang tak jauh dari rumah.setelah solat dan membaca Alquran sebentar Dinda keluar keruang makan , terlihat adik dan Ayah Bundanya sudah ada di depan meja. Kemudian merekapun makan bersama. Setelah makan dan membenahi meja di bantu bibik dan Sela Dinda kembali kekamar.
Dia mengambil hanfonnya.dilihatnya satu persatu chat dari teman- temannya
Dibalasnya satu- persatu . dia tertawa ketika membaca tulisan mereka.
Tia : Din lagi ngapain.
Dinda : lagi bobok dan balas Chat.
Tia : Malam minggu beb...
Dinda: Trus.....?
Tia :apel...."
Dinda : apel pagi...?
Tia. : Ha...ha..ha
Tok
Tok
Tok
"Kak ada yang nyari.." tiba - tiba Sela mengetok pintu.
"Iya dek sebentar....''seru Dinda.
Dinda : Say uda dulu ya bunda manggil
Tia. : Ok..
Dindapun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan keluar.ketika didepan pintu dia bertemu dengan Bunda yang membawa nampan berisi minuman dan cemilan.
"Ada siapa Bun...?"tanya Dinda sambil berjalan bersama Bunda.
"Lihat sendiri.."jawab Bunda sambil tersenyum.Dindapun mengikuti Bunda keruang tamu.betapa terkejutnya Dinda ketika tahu siapa yang datang.terlihat seorang pemuda yang selama ini tanpa dia sadari membuatnya rindu sedang duduk bersama Ayah.
"Mas Dirga..."
__ADS_1
"Hay Din..." ucap Dirga sambil tersenyum.
Dindapun duduk di sebelah Ayahnya yang otomatis berhadapan dengan Dirga.Setelah Bunda menaruh cangkir dan cemilan di atas meja beliau mengajak Ayah meninggalkan mereka berdua.
"Saya tinggal kebelakang dulu nak.." ucap Ayah sambil berdiri dari korsinya.
"Iya Om..."
Merekapun meninggalkan mereka berdua.
"Apa kabar dek....?"
"Baik mas....mas Dirga gimana...?"
"Mas nggak baik, mas kangen adek.." ucapnya sambil mandang Dinda lekat
"Ya ela mas...kalau ngomong ngaco.."
Jawab Dinda tak urung mukanya memerah.
"Eh bener lo dek..." Dirga sangat senang melihat Dinda tersipu malu.
"Dek keluar yuk....." ajak Dirga.
"Mau kemana mas...?"
"Jalan- jalan ....yah kemana gitu. sekarang kan malam minggu dek.."
Dirga hanya tersenyum dan meng anggukkan kepala meng iyakan. Dindapun masuk kedalam ,tak lama kemudian Dinda sudah keluar bersama kedua orang tuanya.Dindapun sudah mengganti bajunya dengan atasan kaos lengan pendek berwarna biru dengan celana bawahan berwarna hitam.rambut yang tadinya tergerai sekarang sudah diikat ekor kuda.dengan riasan wajah sedikit berbedak dan memakai lift stick berwarna merah muda .Dirga agak kaget melihat penampilan Dinda yang terlihat sangat cantik dan anggun.
"Mas ayo...." ajak Dinda sambil tersenyum.
"Hati - hati dijalan..pulangnya jangan terlalu malam nak. ..."nasehat Ayah.
"Baik Om...." jawab Dirga sambil mencium tangan kedua orang tua Dinda di ikuti Dinda.
"Ayah Bunda Dinda keluar dulu...." pamit Dinda.Kedua orang tuanya tersenyum dan meng anggukkan kepala.
"Assalammualaikum .."pamit mereka .
"Walaikum salam.."
Merekapun berdua meninggalkan rumah.
Diperjalanan Dirga tak henti- henti melirik pada Dinda. Di tengah perjalanan tiba- tiba Dirga menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Dek sebenarnya mas ingin menagih janji adek pada mas..."ucap Dirga sambil memandang Dinda.
"Janji..janji adik pada mas.....janji apa ya mas....?"jawab Dinda tak mengerti.
__ADS_1
"Jawaban adek sama mas ketika mas menyatakan cinta pada adek..'
"Perasaan nggak ada orang yang bilang cinta sama adek..." goda Dinda sambil tersenyum.
"Adeeek......"seru Dirga sambil mencubit pipi Dinda.
"Auu...." jerit Dinda pelan ketika tiba- tiba Dirga mencubitnya.
"Baiklah sekarang mas mau ngomong sama adek.Ok..dengerin,Dek maukah adek jadi pacar mas....mas Dirga sangat mencintai adek.....?" ucap Dirga sambil menggenggam tangan Dinda.
"Mas bukannya mas Dirga udah menganggap Dinda pacar mas ,tapi baiklah Dinda pertegas Dinda mau jadi pacar mas Dirga ,Dinda juga cinta sama mas Dirga."jawab Dinda sambil tersenyum. Dirgapun menarik Dinda dalam pelukannya.Dirga merasa sangat Bahagia karena mulai saat ini Dinda benar - benar miliknya.
"Trimakasih dek..."
Perlahan Dirga melepas pelukannya dipandanginya wajah yang sangat dirindukannya. Perlahan dilumatnya bibir yang selama ini membuat dia gemas. Dinda yang semula terkejut akhirnya membalas ciuman hangat Dirga.ciuman pertama yang dia jaga selama ini.Dirga ******* bibir itu begitu lama ,baru dia lepaskan ketika Dinda hampir kehabisan nafas.
"Mas Dirga...."seru Dinda merajuk.
"Kenapa sayang...."ucap Dirga sambil tersenyum. Tiba- tiba dia ******* bibir Dinda kembali.
"Mas...."seru Dinda lagi sambil memukul pelan dada bidang Dirga.
"Jangan merajuk seperti itu lagi mas nggak tahan melihatnya.."Dindapu mendorong Dirga pelan .
"Udah ah....ini di pinggir jalan mas.."
"Hmmm kalau dirumah boleh..?"
"Nggak juga kita belum muhrimnya.."
"Kalau gitu mas cepat- cepat lamar adek ya...."
"Yee...Dinda baru kerja mas.."
"Baiklah....tapi mas pingin nggak lama kita menikahnya. "Ucap Dirga sambil menangkup kedua pipi Dinda.
"Baiklah..." jawab Dinda sambil tersenyum
Akhirnya mereka meneruskan perjalanan setelah Dirga mencium kepala Dinda perlahan.
Dirga menghentikan mobilnya disebuah Restoran mewah.
"Kok berhenti disini mas..?"
"Kita makan dulu mas lapar...adek mau kan.."ucap Dirga sambil melihat Dinda mesra.Dinda hanya mengangguk karna dia tersipu melihat tatapan Dirga. Ketika Dinda mau membuka pintu mobil Dirga
Menahan tangannya.
"Tunggu dek..." Dirgapun cepat keluar dan berjalan kepintu mobil yang di sebelah Dinda, membukanya dan menggandeng tangan Dinda.mereka masuk kedalam Restoran dengan bergandengan tangan. Sebenarnya Dinda malu tapi ketika tangannya mau dilepas Dirga malah mempererat pegangannya.
__ADS_1
BS