
aaSudah hampir lima bulan Dirga dan Dinda menempati rumah yang di beli Dirga. Seperti biasa Dinda setelah solat subuh berjamaah bersama sang suami dia akan menyibukkan diri di dapur. Sedangkan Dirga akan berolah raga . ketika Dia sedang memasak nasi goreng tiba- tiba kepalanya terasa pusing sekali.
Ya Allah....kenapa kepalaku pusing sekali seru Dinda dalam hati. diapun mengambil minuman untuk sekedar merendahkan rasa pusingnya. Ketika air mengalir di tenggorokannya rasa sejuk air dapat mengurangi rasa pusingnya.
Dindapun melanjutkan membuat nasi goreng. Tak lama selesai sudah hidangan buat sang suami.setelah menaruh nasi goreng di dalam piring Dinda membuatkan telor mata sapi kesukaan Dirga. setelah itu baru Dinda menata masakannya di atas meja. Setela merapikan dapur Dinda berjalan kekamarnya untuk menyiapkan baju Dinas sang suami serta berbena diri untuk pergi ke kantor.ketika baru selesai memakai baju kantor Dinda melihat Dirga masuk ke dalam kamar. Dindapun menmberikan handuk buat sang suami agar segera mandi.
" Mas mau mandi lagi...?" ucap Dinda sambil menyerahkan handuk yang iya bawah.
"Iya yang....badan mas lengket semua"
Jawab Dirga sambil mengambil handuk yang di berikan sang istri .
"Mau adek ambilkan minum....?"
"Udah, mas tadi uda ambil di bawah.."
Jawab Dirga sambil berjalan kekamar mandi.sedang Dinda mengambil baju dinas buat sang suami di dalam almari lalu menaruhnya di atas tempat tidur.
Tak lama terlihat Dirga keluar dari kamar mandi bertelanjang dada.setelah memakai seragam Dinasnya Dirga menghampiri sang istri. Tiba- tiba kepala Dinda terasa pusing kembali dan Dinda pun terkulai dihadapan sang suami. Dirga terkejut bukan main. Dirga memeluk tubuh sang istri yang memang posisinya ada di belakang Dinda.
"Yang...yang....Ada apa yang...!" teriaknya panik. buru- buru di angkatnya tubuh sang istri lalu di taruhnya di atas tempat tidur. Dirga segera menelfon dokter keluarganya dengan panik.
"Om...tolong datang kerumah saya ... Tolong cepat ya om...!" pinta Dirga dengan cemas.
"Ada apa Dirga....?"
"Istri saya pingsan...."
"Lo emang kenapa...?"
"Saya tidak tahu Om....."
__ADS_1
"Baiklah saya akan cepat kesana.."
"Baik saya tunggu Om..." Dirga menghampiri kembali sang istri .dia duduk dengan resah di sebelah Dinda yang masih belum sadar.
"Yang ...tolong jangan membuat mas kawatir...ayo bangun sayang.." ucap Dirga sambil memegang dan menciumi tangan Dinda. Tak lama terdengar bel pintu berbunyi , Dirga buru- buru membukanya .
"Mari Om silahkan masuk.." ucap Dirga yang memang sudah mengenal Dokter itu dokter yang bernama irwan merupakan dokter keluarga Dirga . dia membawah dokter tersebut kekamarnya. Dokterpun nemeriksa Dinda yang masih belum juga sadar.
Setelah memeriksa Dinda dokter itupun menghampiri Dirga yang masih cemas.
"Gimana Om....istri saya sakit apa..?"
Tanya Dirga dengan cemas.
"Jangan kawatir Ga...istrimu nggak apa- apa..." ucap dokter tenang.
"Nggak apa- apa gimana Om...istri saya pingsan seperti itu...?" tanya Dirga bingung.
"Maksud Om..."
"Istrimu sedang hamil Dirga...."
"Apa Om....?" tanya Dirga tak percaya.
"Iya...istrimu hamil Dirga...tapi biar lebih akurat kau bawa istrimu ke Dokter kandungan besok.." jelas dokter Irwan.
Dirgapun kaget dan bahagia mendengar penuturan dokter Irwan.
"Alhamdulillah...terimakasih ya Allah.."
Seru Dirga bahagia tak terasa ada air mata yang menetes dari mata Dirga.
__ADS_1
Dia bahagia karena sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah.
"Selamat ya nak...kalau begitu Om pulang dulu.." pamit sang dokter.
"Trimakasih Om....mari saya antar.."
Dirgapun mengantar sang dokter ke depan. Ketika Dirga kembali kekamarnya terlihat Dinda mulai siuman
"Mas kenapa adek...?" tanya Dinda bingung karena dia ada diatas tempat tidur. Dia melihat sang suami tersenyum bahagia.
"Ada apa mas kok wajah mas sebahagia itu..?" tanya Dinda ketika melihat wajah Dirga begitu bahagia.
"Ada kabar bahagia sayang...." ucap Dirga smbil membelai perut Dinda yang masih rata.
"Kabar bahagia apa mas....?" tanya Dinda antusias.
"Disini akan ada penghuni baru sayang "
"Maksud mas....."
"Ada calon anak kita di sini.." ucap Dirga sambil membelai perut Dinda.
"Apa mas...! Maksud mas adek hamil..?"
Tanya Dinda terkejut.
"Iya..." jawab Dirga sambil mengangguk kan kepala.
"Alhamdulillah ya Allah...." ucap sukur Dinda atas karunia yang mereka terima.
Merekapun berpelukan gembira. Akhirnya Dirga tidak memperbolehkan Dinda masuk kantor karena baru saja dia pingsan , sedang diapun menelfon anak buahnya untuk mengabarkan bahwa dia tidak masuk karena istrinya sakit. setelah mendengar kehamilan sang istri Dirga menjadi sangat pesesif. seharian Dinda hanya di perbolehkan berada di dalam kamar. soal makan Dirga meminta jasa online. Dinda hanya boleh turun kalau mau kekamar mandi. tentu saja alasannya Dinda habis pingsan. Dindapun tak bisa membantah.
__ADS_1
Bersambung dulu sahabat.