Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
Chapter 15


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu sejak Lena koma. Hari ini Rani menggantikan Lisa menjaga Lena. Setelah ia pergi menemui ketiga bayi Lena, Rani berada di dalam ruangan yang sama bersama Lisa dan Lena.


“Ran, aku mau ke toko Lena dulu ya?” Lisa berbicara.


Selama 2 minggu ini Lisa lah yang menjaga Lena di rumah sakit, sesekali ia ke toko untuk melihat perkembangan toko Lena lalu kembali bersama sahabatnya itu. Terkadang ia mengerjakan tugas kantor yang dikirim oleh sekretarisnya melalui e-mail.


“Oke, apakah kamu akan kembali ke kantormu?” Tanya Rani sambil memakan camilan yang dibawa nya tadi.


“Sepertinya tidak, aku ingin menjaga toko dan melihat Lena bangun dari komanya.” Jawab Lisa yang kemudian di angguk oleh Rani.


“Malam ini aku akan menjaga Lena. Kamu pergilah ke toko.”


“Terima kasih Ran, aku berharap ia cepat bangun dari koma nya.” Ucap Lisa melihat Lena yang terbaring.


Lisa segera pergi keluar, sebelum ke toko ia pergi ke ruang bayi dimana ketiga keponakannya berada.


Rani melangkahkan kakinya dan duduk di sebelah tempat tidur Lena. Ia menatap Lena haru dan merasa sedih. Ia memperbaiki selimut yang digunakan Lena.


“Hai Len. Bagaimana kabarmu?”


“Kamu baik-baik saja kan?”


Ya, seperti yang kamu lihat. Itulah kata-kata yang akan dikeluarkan oleh Lena, jika ia bertanya tentang kabar Lena. Rani tersenyum kecut ketika tidak ada respon yang diberikan oleh Lena.


“Jangan lama-lama di sana. Kamu tidak bosan tidur terus?”


“Lihatlah ketiga bayimu, mereka sangat tampan dan cantik.” Rani memperlihatkan foto tiga bayi Lena yang sudah dia ambil lalu.


“Kak Farel akan bercerai dengan Sarah. Sarah membohongi kami semua.”


“Ternyata anak yang ia kandung bukanlah anak kak Farel.”


“kamu tahu Len, aku sangat senang mengetahui bahwa kakak akan bercerai.”


“Itu bagus kan? Kamu masih punya kesempatan untuk bersama Kak Farel.”


“Dan kamu harus tahu, jika Lisa dan Reno semakin dekat. Sepertinya tidak lama lagi mereka akan jadian seperti dugaanmu.” Rani merasa sedih karena Lena tetap diam tanpa me respon ucapan Rani.


“Banyak hal yang ingin aku ceritakan padamu.”


“Cepatlah bangun, kami merindukanmu.” Rani tersenyum sebelum bersiap untuk tidur.


Elena tersenyum bahagia ketika melihat pemandangan di depannya. Hamparan bunga terbentang di sepanjang pandangannya. Bunga-bunga bergoyang tertiup angin seakan-akan sedang menari menyambut kedatangannya.


“Dimana aku? Lena bertanya pada dirinya sendiri.


Lena berjalan di jalan setapak membelah hamparan bunga tersebut. Langkahnya terhenti ketika melihat tiga orang anak melambaikan tangan seolah-olah memanggilnya menuju mereka. Lena melanjutkan langkahnya menuju ketiga anak tersebut.

__ADS_1


Ia melihat 2 anak laki-laki tampan dan 1 anak perempuan yang cantik. Semakin lama semakin dekat langkahnya, ia bisa melihat jika ketiga anak tersebut menunggu kedatangannya.


“Mommy, ayo kemari. Main bersama kami.” Panggil salah satu anak tersebut.


“Mommy?” Lena bingung dengan panggilan tersebut.


“Iya Mommy, kamu adalah Mommy kami.” Ucap anak perempuan itu.


“Apakah kalian bertiga adalah anak-anakku?”


“Ya Mom, lihatlah. Mata kami seperti mu Mom.”


Lena mengamati mata ketiga anak tersebut. Lena akui mata mereka mirip dengan matanya. Ia pun segera mendekat dan memeluk ketiga anak tersebut. Lena menangis bahagia karena bisa bertemu dengan ketiga anaknya.


“Mengapa Mommy menangis? Mommy tidak senang bertemu kami bertiga?” tanya salah satu anak laki-laki itu.


“Mommy menangis bukan karena sedih, tapi karena bahagia bisa bertemu kalian bertiga disini. Lena mengusap air matanya dan tersenyum kepada anak-anaknya.


Lena tidak menyangka bisa bertemu dengan ketiga anaknya di tempat seindah ini. Di tempat itu mereka ber empat bercanda ria, tertawa bahagia. Jika ada yang melihat Lena di sana, orang tersebut akan tahu jika Lena sedang bahagia tertawa lepas bersama anak-anaknya.


“Siapa nama kalian bertiga?” Lena memulai percakapan kembali setelah lelah bermain bersama mereka.


“Kami tidak mempunyai nama, Mommy belum memberikan kami nama.” Ucap anak perempuan tersebut menundukkan kepalanya. Terlihat ketiga wajah bocah tersebut sedih.


“Benarkah?”


“Ya, Mom.” Ucap ketiga bocah tersebut bersamaan.


“Kita berada di tempat yang indah Mom.” Ucap salah satu anak laki-laki itu.


“Ya, tempat ini sangat indah. Aku ingin berada di sini selamanya.” Ucap Lena sambil memandang bunga-bunga di sana.


“Mom, kami ingin Mommy kembali.” Ucap anak perempuan


“Kembali ke mana?”


“Ke tempat yang seharusnya Mom berada.” Ucap anak laki-laki lainnya


“Lalu mengapa kalian berada di sini?”


“Kami datang menjemput Mommy.”


“Mengapa aku harus kembali? Di sini enak.” Ucap Lena lagi.


“Ini bukan tempat Mommy. Kami semua merindukan Mommy.” Ucap anak perempuan tersebut sambil menangis.


“Ssstttt... Jangan menangis. Apa kalian akan bahagia jika Mom kembali.”

__ADS_1


“Ya, Mom.” Jawab ketiga anak tersebut.


“Kembalilah Mom. Aunty Rani dan Aunty Lisa merindukan Mommy.”


“Bagaimana caranya aku kembali pada kalian?”


“Mom, ikuti kata hati Mommy.”


“Ya, Mommy akan kembali untuk kalian bertiga dan semua orang yang menungguku.” Ucap Lena yakin.


“Mom, sudah waktunya kamu kembali.” Ketiga anak tersebut tersenyum bahagia.


Tiba-tiba tubuh Lena melayang menjauhi ketiga anaknya. Sebelum ia menghilang Lena memberi nama mereka bertiga.


“Akan aku beri nama kalian bertiga Andra, Andri, dan Fiya.” Teriak Lena yang dibalas dengan anggukkan oleh ketiga anak tersebut.


Lena merasa tubuhnya terjatuh dan tertarik sesuatu ke dalam lubang yang dalam. Lena pun berteriak sampai akhirnya ia melihat cahaya yang menyilaukan mata sehingga harus menutup matanya. Perlahan ia mencoba membuka matanya kembali, kini semuanya berbeda tidak ada hamparan bunga yang luas lagi. Ia hanya melihat ruangan bernuansa serba putih. Terdapat selang infus di pergelangan tangannya.


Tangannya mulai bergerak menggapai mencari sesuatu. Rani yang berada didekat Lena, terbangun karena pergerakan Lena yang tiba-tiba. Seketika itu juga Rani kaget dan senang karena doa-doa nya dan Lisa terkabul. Lena membuka matanya, ia bangun dari komanya.


“Haaa... Haaauuuss.” Ucap Lena terbata-bata namun masih bisa di mengerti oleh Rani.


Rani segera mengambilkan air yang berada di gelas di samping tempat tidur Lena. Lena meminum semua air tersebut, karena ia merasa sangat haus. Setelah Rani selesai memberikan air minum tersebut, ia segera menekan tombol yang ada di sana dan tak lama setelah itu dokter datang bersamaan dengan Reno. Dokter pun datang memeriksa keadaan Lena.


“Dok, bagaimana keadaannya?” Rani bertanya.


“Ini sebuah keajaiban Mbak, ibu Lena dalam keadaan baik-baik saja. Sekarang ia hanya butuh pemulihan pasca melahirkan saja.” Terang dokter.


“Benarkah dok?”


“Iya Mbak, kami segera memindahkan ibu Lena ke ruang inap untuk masa pemulihannya. Kalau begitu kami permisi dulu.”


“Terima kasih dokter.” Ucap Rani lagi.


“Ran, sebaiknya kamu memberitahukan Lisa tentang kabar baik ini.” Ucap Reno dan Rani pun segera menghubunginya.


“Beritahu juga jika aku yang akan menjemputnya.” Ucap Reno lagi.


“anak-anak aku mana?” Tanya Lena.


“Ada di ruang anak, mereka semua baik-baik saja. Kamu jangan khawatir. Aku rasa suster akan membawakan mereka padamu setelah kamu berada di ruanganmu nanti.” Reno menjawab.


Terima kasih sudah mau menjaga ketiga anakku Rani.”


“Terima kasih juga sudah kembali Len.” Ucap Rani dan Lena tersenyum.


Setelah Rani selesai menelepon Lisa. Ia pun kembali ke ruang Lena dan minta izin untuk makan siang. Ia segera keluar menuju kantin rumah sakit. Sementara Reno berada di ruangan tersebut berbincang-bincang sebentar bersama Lena, lalu pergi menjemput Lisa di toko Lena.

__ADS_1


Lisa dan Reno bergegas menuju rumah sakit setelah Rani memberitahukan bahwa Lena telah bangun dari koma nya. Lisa begitu bahagia dan bersyukur ketika mendengar berita itu. Sesampai di ruangan Lena, Lisa terkejut melihat sosok Farel telah berada di tempat tidur Lena. Penampakan Farel sangat menyedihkan, ia seperti kurang tidur dan begitu lelah.


“Kak Farel, apa yang kakak lakukan di sini? Dimana Lena?”


__ADS_2