
Tak terasa hari pernikahan Dinda sudah tinggal satu minggu. Kemaren Dinda dan Dirga sudah melakukan sesi Foto
Prewedding di pinggir pantai . tempat yang cukup indah pilihan Dirga. Kini mereka akan memesan baju penganten yang akan mereka kenakan. Bertepatan hari ini Dirga libur.
" Kak uda di tunggu kak Dirga tu....!" teriak Sela dari luar pintu kamar Dinda.
"Iya sebentar dek kakak sudah selesai kok.." jawab Dinda yang sudah mengambil tas tangannya. Tak lama Dinda keluar dari kamarnya.
Dindapun menghampiri Dirga yang sedang duduk diruang tamu di temani Ayah dan Bunda.
"Uda siap Dek....?"
"Uda mas ayok...."jawab Dinda karena dia tahu kalau mama Dirga sudah menunggu mereka di butik langganan Bu Susi.
"Ayah Bunda kami berangkat dulu..."pamit Dirga sambil mencium tangan kedua orang tua Dinda di ikuti Dinda.
"Iya nak hati- hati di jalan.." nasehat pak Damar
"Asalamualaikum...." pamit mereka berdua.
"Walaikum salam..."jawab pak Damar dan bu Nuning hampir bersamaan. Merekapun meninggalkan rumah Dinda menuju butik. Tak lama sampailah mereka ke butik langganan bu Susi. Dirga dan Dinda sudah disambut oleh Tia yang sudah menunggu mereka. Merekapun masuk kedalam butik.
"Jeng inikah calon menantu jeng Susi..?"
"Iya mbak..." jawab bu Susi.
"Ya ampun....cantik banget jeng..." puji bu Vega pemilik butik.
"Siapa dulu dong calonnya tan....." ucap Dirga bangga.
"Iya dech iya.....yang punya calon bini.."
Goda bu Vega pada Dirga yang memang sudah akrap karena butik itu memang langganan keluarga Dirga sudah lama.
"Cie...cie...cie yang bakal punya Istri.."
__ADS_1
goda Tia sambil tertawa. Dirga hanya tertawa mendengar perkataan adeknya
"Ayo mbak ikut tante kita akan mengukur badan mu untuk membuat bajunya...."Dindapun mengikuti bu Vega untuk mengukur badan Dinda, begitu juga dengan Dirga. Hampir empat jam mereka baru keluar dari butik tersebut.
Tiba-tiba terdengar perut Tia berbunyi.
"Ma aku lapar..." seru Tia pada mamanya sambil memegang perut.
"Ya udah kita makan dulu ..." ajak mama.
"Baiklah kita makan di restoran itu aja yuk..."ajak Dirga sambil menunjuk restoran yang ada di sebelah butik. Merekapun berjalan ke restoran yang memang tidak terlalu jauh.
"Dek pesan apa...?" tanya Dirga pada Dinda ketika mereka sudah duduk di dalam restoran.
"Terserah mas aja...."
"Mama sama Tia pesan apa.....?" tanya Dirga pada mama dan adeknya.
"Terserah kamu aja nak....." ucap mamanya.
Seorang pelayan mendekati mereka.
"Pesan apa pak....." tanya pelayan itu sopan.
"Kami pesan ayam kampung goreng , cumi pedas sama iga pedas serta nasinya empat ya mbak ....." pesan Dirga.
"Minumannya apa pak....?"
"Kak aku sama mama jus jeruk aja.." ucap Tia.
"Adek..." tanya Dirga pada Dinda.
"Samain aja dech mas..."
"Mbak jus jeruk empat ya....."
__ADS_1
"Baik pak tunggu sebentar ya...." jawab pelayan itu sopan lalu meninggalkan mereka.sambil menunggu makanan mereka datang mereka berbincang- bincang dengan akrab. tak lama makanan yang mereka pesan telah datang merekapun menyantap makanan bersama .
"Dirga setelah hari ini setidak boleh bertemu dengan Dinda lo......" ucap mama di sela-sela makannya.
"Lo emang kenapa ma...."tanya Dirga tak mengerti.
"Satu minggu lagi kalian menikah jadi mulai besek kalian dalam masa pingitan...kalian dilarang bertemu .." jelas mama Dirga.
"Ya...satu minggu nggak boleh bertemu ma..?" tanya Dirga lesuh.
"Iya nggak boleh sama sekali...."
"Ha ha ha yang bucin sedih dech...." seru Tia menggoda kakaknya yang mukanya keruh.
"Diam dek....;!" seru Dirga kesal ketika di ledek Tia. Dinda yang melihat kelakuan Dirga hanya bisa tersenyum.
gimana aku bisa melewati satu minggu nggak ketemu...satu hari aja aku nggak ketemu kepalaku pusing...batin Dirga sedih.
Setelah menyelesaikan makanan mereka , merekapun pulang. Dirga mengantar Dinda pulang. sedang mamanya pulang bersama Tia, terlihat wajahnya yang masih sedih.
"Mas kenapa....kok wajahnya sedih...?" tanya Dinda sambil memandang wajah Dirga.
"Gimana nggak sedih dek satu minggu kita nggak boleh bertemu...?" ucap dirga yang tetap fokus memandang kedepan.
"Kan cuma satu minggu mas setelah itu kita udah bertemu malah hidup bersama..." hibur Dinda .
"Iya sich tapi apa bisa mas nggak ketemu adek .....?" jawab Dirga sambil memandang Dinda sekilas.
"Ya harus bisa dong mas....." ucap Dinda lembut. akhirnya Dirga pun tersenyum . tak lama sampailah mereka di rumah Dinda. ketika Dinda mau turun Dirga menahannya.
"Dek boleh aku memelukmu...?" mohon Dirga.
"Kenapa mas...."
"Satu minggu kita nggak akan ketemu sayang....." jawab Dirga. Dindapun tersenyum dan memeluk Dirga.Setelah puas memeluk Dinda Dirga memandang wajah Dinda. dia mencium sekilas bibir Dinda baru melepaskan pelukannya. merekapun turun dari mobil bersama. Dirga mengantar Dinda hingga bertemu kedua orang tua Dinda. kemudian dia berpamitan.
__ADS_1
Jangan lupa like dan komennya sayang ...kutunggu selalu ya..❤❤❤