Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
PERMINTAAN PAK WIJAYA.


__ADS_3

Pagi itu setelah mandi dan solat Dinda sudah memakai pakaian kerja setelah melihat penampilannya kembali di cermin Dinda membawa tas kerjanya keluar kamar. Dia memasuki kamar sang putra perlahan di lihatnya Exsal masih terlelap. dengan perlahan di ciumnya pipi sang anak dengan sayang.


"Sayang mama berangkat dulu ya... maaf mama nggak bisa memandikanmu .." gumam Dinda lalu mencium kembali sang putra. Kemudian dia keluar dari kamar Exsal. Dia menuruni tangga dengan cepat.


"Bik tolong buatkan Dinda susu dan telor mata sapi ya bik..." pinta Dinda sambil meneliti kembali berkas yang akan di butuhkan nanti saat meeting.


"Iya non...." jawab bik Sumi lalu mengerjakan apa yang di minta Dinda. Tak lama bik sumi telah membawa susu dan roti serta telur mata sapi.


"Ini non....." kata bik Sumi menghampiri Dinda yang meneliti berkas- berkas dan membuka leptopnya kembali leptop nya di meja makan.


"Taruh dulu di meja bik....." ucap Dinda


Bik Sumi pun menaruh pesanan Dinda di meja dekat Dinda . Sedang Dinda masih asik dengan leptopnya, setelah selesai dengan leptopnya Dinda buru- buru minum dan makan rotinya. Setelah selesai sarapan dan memasukkan barang- barangnya kedalam tas dengan buru- buru Dinda segera membawa berkas serta tas kerjanya untuk berangkat kerja.


"Bik tolong jaga Exsal ya...kalau nanti dia cari bilang Dinda udah berangkat kalau dia rewel telfon Dinda ya bik...tapi kalau nanti telfon tidak di angkat tandanya Dinda sibuk biar nanti Dinda yang akan menghubungi bibik."


ucap Dinda pada bik Sumi sebelum melangkah keluar.

__ADS_1


"Iya non bibik mengerti ...." jawab bik Sumi .


"Dinda berangkat bik bilang sama pak Giman Dinda bawa mobil sendiri mungkin nanti Dinda agak telat pulangnya bik..... Asalamualaikum...." pamit Dinda.


"Iya non hati-hati di jalan Walaikum salam ..." jawab bik sumi sambil mengikuti Dinda sampai di depan rumah . Dindapun dengan buru- buru masuk ke dalam mobil dan segera pergi meninggalkan rumahnya.


Ketika sampai di kantor ternyata para karyawan sudah pada berdatangan. Mereka juga datang pagi karena rapat diadakan jam 7 pagi. Dindapun bergegas memarkirkan mobilnya . Dinda segera turun dari mobilnya dan cepat- cepat berjalan menuju keruangannya. Setelah mempersiapkan semua berkas yang akan dibutuhkan di rapat nanti Dindapun membawa masuk ke dalam ruangan direktur. Setelah menaruh berkas di meja direktur serta merapikan meja Dinda baru keluar.


Tak lama terlihat Pak Wijaya datang, beliau keluar dari dalam lift.


"Selamat pagi pak...." sapa Dinda sambil berdiri ketika pak Wijaya sampai di meja kerjanya.


"Baik pak ...."jawab Dinda sambil mengikuti pak Wijaya masuk ke dalan ruangannya.


"Duduk dulu Din...." perintah pak Wijaya sambil beliau juga menduduki kursi kebesarannya. Dindapun duduk dikursi yang ada di depan meja pak Wijaya.


"Din sebelum rapat saya akan memberitahukan dulu padamu kalau mulai besok hari rabo bapak akan mulai tidak kerja lagi Din....bapak akan di gantikan oleh anak bapak yaitu si Raka."

__ADS_1


Ucap pak Wijaya menjelaskan pada Dinda yang membuat Dinda kaget.


"Trus apa yang harus saya lakukan pak..


apakah saya harus berhenti juga pak..?" tanya Dinda sopan. Walaupun ada was- was dalam hatinya.


"Untuk itulah Din makanya kamu saya ajak kesini.... Bapak minta tolong kamu tetap jadi sekertarisnya Raka...." lanjut pak Wijaya.


"Tapi apakah putra bapak setuju...?" tanya Dinda kemudian.


"Ya kalau dia tidak cocok dengan kamu Din biar nanti kamu di taruh di bagian lain ...." ucap pak Wijaya lagi.


"Baiklah pak Dinda akan mengikuti saran bapak tapi seandainya putra bapak tidak berkenan dengan kinerja saya , mohon maaf pak mungkin saya akan mengundurkan diri..." ucap Dinda.


"Ok lah kalau itu keputusanmu Din..." jawab pak Wijaya.


"Baiklah ayo sekarang kita langsung ke ruangan rapat mungkin mereka sudah menunggu kita...." ucap sang direktur mengajak sekertarisnya.

__ADS_1


"Baik pak......" jawab Dinda sambil memoersilahkan pak Wijaya berjalan duluan. Merekapun keluar ruangan CEO menuju ruang rapat.


"


__ADS_2