Kebahagiaan Yang Tertunda

Kebahagiaan Yang Tertunda
MENEMUI RAKA.


__ADS_3

Keesokan paginya Dinda bersiap- siap pergi kekantor PT Exsal Putra . Dinda membawa sendiri mobilnya. Ketika sampai di alamat yang mereka berikan Dinda memarkirkan mobilnya di parkiran perusahaan . Dengan anggun dan percaya Diri Dinda melangkah menuju kantor PT Exsal Putra yang terlihat besar dan mega. sesampainya di dalam perusahaan Dinda bertemu dengan resepsionis yang cantik- cantik.


"Selamat pagi bu...ada yang bisa kami bantu ....."tanya salah satu dari mereka.


"Apakah Saya bisa bertemu dengan bapak Presdir mbak....?" tanya Dinda ramah.


"Ibu sudah ada janji Bu....?" tanyanya kembali.


"Kami ada meeting hari ini mbak.." jawab Dinda. Terlihat gadis itu terkejut.


"Apakah ibu dari kota M.....?" tanya dia kembali.


"Iya....." jawab Dinda smbil tersenyum ramah.


"Maaf Bu kami tidak tahu....mari saya antar ke tepat meeting.... " ucapnya ramah. Salah satu dari Mereka mengantar Dinda keruang meeting. Ternyata di sana sudah ada beberapa orang yang telah menunggu. Dinda masuk dan duduk di kursi yang sudah di sediakan buat dia. Tak berapa lama seorang karyawan berkata pada mereka kalau Presdir mereka akan memasuki ruangan. Ketika pintu dibuka masuk seorang wanita yang cantik , lalu di susul seorang pria yang gagah dan tampan. Pria yang penuh karisma itu berjalan kekursi kusus buatnya, dia memandang mereka satu persatu. Ketika Dinda melihat pria yang masuk itu Dinda kaget bukan kepalang ingin rasanya dia lari keluar. Namun demi kebaikan perusahaan Dinda bertahan. Tak beda dengan pria yang baru masuk itu, dia tertegun ditatapnya wajah cantik nan anggun yang berdiri beberapa meter darinya. Wanita yang membuatnya gila , wanita yang tak pernah lepas dari ingatannya. Wanita yang sangat ia rindukan . yah... Dia Raka yang sangat merindukan Dinda. Ingin rasanya Raka berlari memeluk wanita yang ada di hadapannya. Tapi apalah daya sekarang dia berdiri didepan para kliennya. Terlihat Raka berbisik pada Hari. Tak lama Hari meninggalkan ruang meeting. Setelah Raka memperkenalkan Diri, Merekapun mulai membahas tentang kerjasama perusahaan mereka . Raka tak henti- henti menatap wajah Dinda hingga membuat wajah Dinda memerah. Jika Dinda harus berbicara dia akan menghindari bertatap muka dengan Raka walaupun itu sangat sulit di lakukan. Meeting itu memakan waktu hingga hampir 2 jam. Ketika kesepakatan di dapat akhirnya meeting pun berakhir.setelah menatap wajah Dinda Raka keluar dari ruang meetin . Dinda segera berkemas untuk pulang. Ketika keluar dari ruang meeting seorang wanita menghampirinya .


"Maaf Bu.... Apakah Ibu yang bernama Bu Dinda...?" tanya wanita itu.


"Iya benar mbak... Ada apa...?" tanya Dinda .


"Maaf Bu bapak Presdir ingin bertemu dengan Ibu.... " ucapnya.


"Bapak Presdir....? Bukannya pembahasan sudah selesai....?" jawab Dinda.

__ADS_1


"Tapi Bu... Presdir ingin bertemu dengan Ibu.... " jawab wanita tadi yang ternyata sekertaris Raka.


"Maaf mbak tapi saya masih ada keperluan lain.... " tolak Dinda halus. Ia tidak ingin bertemu Raka sekarang.


"Bu tolinglah saya...jika ibu tidak datang saya akan Di pecat bu....saya mohon.." ucap wanita itu memohon.


Ampun pak Raka ....apa yang kamu lakukan...mana mungkin aku mengorbankan pekerjaan orang lain.


Ck benar- benar menyebalkan untuk Dinda dalam hati.


"Baiklah aku akan menemui beliau... antarkan aku keruangannya..." seru Dinda kesal. Wanita itupun tersenyum senang.


"Trimakasih Bu mari saya antar kerjaan bapak...." ucapnya sambil berjalan mendahului Dinda. Dinda di bawa kesembuah ruangan yang mempunyai pintu lebih besar dari ruangan Lainnya.


"Bu ini ruangannya...." lalu wanita mengetuk pintu.


Dinda membuka pelan pintu besar itu. Setelah sampai di dalam Dinda tak mendapatkan seorangpun di sana . Dinda mencari keberadaan Raka di dalam ruangannya. Namun Dinda tak menemukan seorangpun yang ada diruangan itu.


Lo kok nggak ada orang...ngapain aku kesini , lenih baik aku keluar setu Dinda dalam . Dindaoun membalikkan tubuhnya. Namun sebelum Dinda melangkah tiba tiba terdengar suara.


"Dinda...." terdengar suara yang sangat Dinda kenal memanggil namanya . Badan Dinda langsung membeku, walaupun Dinda sadar kalau dia kesini menemui pria ini, tapi dia terkejut juga tak lama terasa tangan kekar memeluk Dinda dari belakang dengan erat.


"Sayang ..... aku rindu..." suara lembut Raka berucap di dekat telinga Dinda. Dinda sadar dari keterbekuannya.

__ADS_1


"Pak jangan seperti ini...."ucap Dinda sambil merontah berusaha lepas dari dekapan Raka.


"Sayang aku mohon Diamlah sebentar, biarkan aku memelukmu aku rindu Din...." ucap Raka pelan Dinda merasa ada kesedihan yang mendalam di dalam ucapan Raka. Dindapun diam dia membiarkan raka memeluk dirinya.Raka menelusupkan wajahnya di pundak Dinda, dia hirup wangi tubuh Dinda yang lama menghilang dari dirinya. tak berapa lama Dinda melepaskan tangan Raka yang ada di pinggangnya. di balikkan tubuhnyamenatap wajah Raka yang ada di hadapanny.


"Sekarang sudah puas kan pak..... biarkan Dinda pergi sekarang..." ucap Dinda dingin. Dinda berbalik dan akan melangkah pergi. dengan sigap Raka memegang tangan Dinda.


"Tunggu Din....tunggu penjelasanku dulu....." seru Raka kembali memeluk Dinda kembali.


"Apa lagi pak....? semua sudah jelas buat Dinda..." ucap Dinda dengan nada sedih. dia berusaha keluar dari lingkungan Raka, namun Raka semakin erat memeluk dirinya.


"Pak tolong lepaskan Dinda..." pinta Dinda.


"Tidak aku tidak akan melepaskan mu karna kau belum tahu kebenaran yang sesungguhnya...." jawab Raka sambil menatap mata Dinda.


"kebenaran apa lagi yang mesti Dinda dengar pak.... semua sudah jelas buat Dinda, kebenaran yang mana lagi...?"


"Untuk itulah kau dengarkan penjelasanku dulu, aku ingin kau mendengar kan rekaman ini...." ucap Raka.


"Untuk apa lagi...?" tanya Dinda malas.


"Agar kau tahu semua yang terjadi... kau mau kan... kumohon Din.." Raka menatap Dinda dengan wajah memohon. Dinda membalas tatapan mata Raka terlihat wajah yang penuh kesedihan itu menatapnya dengan sorot mata penuh permohonan . akhirnya Dinda mengalah.


"Baiklah aku akan mendengarkan rekaman itu.... " jawab Dinda yang membuat Raka senang. Raka pun segera berjalan ke meja kerjanya untuk mengambil Hpnya .

__ADS_1


.


"


__ADS_2