MATI RASA

MATI RASA
Part 105 Cemburu


__ADS_3

Alea masih menunggu kabar tentang Bian. Ia sudah berkali-kali menelepon Bian dan juga kedua orang tuanya, tapi hasilnya nihil. Tidak ada satupun telepon yang tersambung. Semua nomor mereka tidak ada satupun yang aktif. Tak berputus asa, Alea meminta Rajasa, Papanya untuk menyelidiki tentang Bian.


Tentu saja Rajasa tidak keberatan, karena tanpa Alea minta pun, saat ini Rajasa memang sedang mencari tahu keberadaan Bian. Rajasa sangat penasaran kenapa Aditama dan Laras seolah sengaja menyembunyikan Bian dan sengaja menjauhkannya dari Alea. Namun, sayangnya sampai sekarang anak buahnya masih belum bisa menemukan mereka.


Rajasa bahkan menyuruh anak buahnya untuk memeriksa rumah sakit di seluruh penjuru kota, berharap bisa menemukan Bian di salah satu rumah sakit itu. Karena kemungkinan besar, dengan keadaan Bian yang masih memerlukan perawatan, saat ini seharusnya dia masih berada di rumah sakit.


Tak berbeda jauh dengan Rajasa, Kenzo pun mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Bian dan keluarganya. Kenzo hanya merasa tidak tega saat melihat Alea menangis karena rasa bersalah.


******


Alea menatap pria di depannya dengan tatapan tak terbaca. Netranya dengan teliti memindai wajah tampan itu dengan seksama.


"Kau terlihat lelah. Apa kau tidak tidur semalaman?" Alea membelai wajah tampan Kenzo kemudian menangkup wajah tampan itu dengan kedua tangannya.


"Kau bahkan membiarkan rambut-rambut ini tumbuh di sini." Alea mengusap bagian atas bibir Kenzo yang terlihat mulai berkumis tipis, juga dagu Kenzo yang sudah di tumbuhi rambut halus.


Kenzo tersenyum kemudian meraih pinggang Alea, memangkas jarak antara mereka berdua.


"Karena memikirkan kamu, aku jadi lupa diri." Kenzo meraih salah satu tangan Alea, kemudian mengecupnya berkali- kali.


"Kamu membuat aku khawatir, aku sampai tidak bisa tidur karena memikirkan kamu," ucap Kenzo jujur.


"Ken ...."


"Tidak usah lagi memikirkan Bian. Apa yang dia lakukan untukmu adalah karena keinginannya, bukan karena kamu yang memaksanya. Berhentilah memikirkan dia, Al, aku mohon ...." Alea langsung menghamburkan tubuhnya pada pelukan Kenzo sebelum pria itu melanjutkan kata-katanya.


Semenjak kepergian Bian, pikirannya memang selalu dipenuhi oleh Bian. Raganya memang selalu bersama Kenzo tapi pikirannya memikirkan pria lain. Tanpa memikirkan perasaan Kenzo. Alea mempererat pelukannya, pria ini pasti sangat kesal dan cemburu padanya selama ini.


'Kenapa aku begitu egois, dan hanya memikirkan kesedihanku tanpa memikirkan perasaannya?'

__ADS_1


"Aku mencintaimu, Alea. Aku ingin, hanya ada aku di dalam hatimu. Aku tidak suka jika kau terus memikirkan pria lain selain aku." Kenzo berbisik sambil membalas pelukan Alea lebih erat lagi. Merasakan hangat tubuh perempuan itu.


"Aku benar-benar cemburu melihatmu terus memikirkan dia tanpa mempedulikan perasaanku."


Alea terisak mendengar ucapan Kenzo. Selama ini pria itu hanya diam dan selalu saja menuruti semua keinginannya. Pria ini tidak pernah protes, hanya diam dan ikut tersenyum saat melihatnya tersenyum.


Namun, hari ini ia baru mengetahui, kalau pria ini pun bisa rapuh dan merasakan cemburu. Cemburu karena sikapnya yang terus menerus memikirkan Bian.


"Ken, maaf! Maafkan aku ...." Alea menangis dalam pelukan Kenzo.


"Jangan menangis, sayang. Aku tidak suka kalau kau menangis karena aku." Kenzo melepaskan pelukannya, menangkup wajah Alea yang bersimbah air mata.


"Aku ingin kau terus tersenyum bahagia saat bersamaku, aku tidak suka melihatmu menangis." Kenzo menghapus air mata Alea, kemudian dia langsung membenamkan bibirnya pada bibir Alea yang masih bergetar karena menangis.


Sejenak mereka menumpahkan segala perasaan mereka. Semenjak kecelakaan yang menimpa Bian, mereka berdua terlalu sibuk memikirkan Bian, hingga mereka jarang punya waktu yang benar untuk melepaskan rindu.


Alea melingkarkan tangannya pada leher Kenzo, saat pria itu semakin memperdalam ciumannya.


Biasanya Alea akan melakukan protes jika pria itu melakukan hal yang lebih hanya sekedar ciuman, tetapi kali ini, Alea seolah memberikan akses agar Kenzo melakukan apapun yang di inginkan pria itu. Alea hanya ingin menikmati, membiarkan Kenzo juga merasakan kalau dirinya hanya milik pria itu.


Meski Alea mengakui, semenjak kepergian Bian, ia memang selalu memikirkan pria itu, tetapi Alea tidak memungkiri, kalau rasa cintanya pada Kenzo begitu besar.


Kenzo mulai kehilangan kendali dirinya. Sementara Alea hanya pasrah saat pria itu menggendongnya tanpa melepaskan ciumannya, kemudian membawanya ke atas ranjang.


"Aku menginginkanmu ...." Kenzo dengan suara parau berbisik di telinga Alea.


"Lakukan apa pun yang ingin kau lakukan, Ken, asal itu bisa membuatmu bahagia, aku akan memberikannya untukmu."


Kenzo menatap perempuan di depannya, akal sehatnya sudah tertutup oleh kabut gairah, sehingga membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Apalagi saat Kenzo melihat perempuan di depannya ini terlihat pasrah dan seolah memberikannya izin untuk melakukan apapun yang di inginkannya.

__ADS_1


Mereka berdua terlena, merasakan nikmat dunia yang kini sedang mereka raih bersama. Kenzo meraih tubuh Alea, membenamkan wajahnya pada ceruk leher Alea. Deru nafas mereka saling memburu, seiring jantung mereka yang berdetak dengan cepat.


Kenzo menatap wajah cantik di depannya, mengusap keringat yang membasahi wajah cantik perempuan itu.


"Apa kau menyesal?"


Alea menggeleng pelan, jemarinya pun melakukan hal yang sama seperti yang Kenzo lakukan di wajahnya.


"Harusnya aku yang tanya, apa kau menyesal?" Alea menatap pria itu, memindai wajah tampannya yang selalu membuatnya berdebar.


"Kenapa aku harus menyesal?" Kenzo bertanya dengan heran.


"Karena kau memberikan pengalaman pertamamu pada perempuan tak bersegel sepertiku."


"Sayang ...." Wajah Kenzo merona, mendengar ucapan Alea.


"Aku tidak menyesal, aku justru bangga karena memberikan pengalaman pertamaku pada orang yang tepat. Aku sudah lama menginginkanmu, Alea. Hanya kamu. Tak peduli entah masih bersegel atau tidak, yang jelas, aku hanya menginginkanmu. Menginginkanmu seumur hidupku."


Kenzo kembali meraih bibir merah Alea kemudian kembali membenamkan ciumannya di sana. Kemudian mereka kembali mengulangi apa yang telah terjadi sebelumnya.


Saling mereguk kenikmatan yang seharusnya belum boleh mereka rasakan, karena mereka berdua belum terikat oleh pernikahan. Namun, rindu yang menggebu dan rasa ingin saling membuktikan perasaan mereka berdua memicu mereka untuk melakukan hal yang seharusnya belum boleh mereka lakukan.


"Maafkan aku sayang ...." Kenzo berbisik dengan nafas memburu setelah mereka sama-sama meneguk kenikmatan dunia yang baru pertama kali ia rasakan.


Kenzo sebenarnya merasa sangat bersalah, tapi keinginannya untuk memiliki perempuan itu begitu besar. Kenzo sangat mencintai Alea, ia berharap, semoga setelah ini ia bisa memiliki Alea selamanya. Karena Kenzo benar-benar tidak ingin kehilangan perempuan ini.


'Maafkan aku sayang, aku harus melakukan ini, karena aku ingin lebih mengikatmu agar tetap berada di sisiku. Karena selamanya, kau hanya milikku. Tidak akan aku biarkan orang lain merebutmu dari sisiku.'


.

__ADS_1


.


Yang suka ceritanya, jangan lupa like, komen t, dan Votenya ya kakak² 🙏🙏🙏


__ADS_2