MATI RASA

MATI RASA
Part 123 Menikah Denganku


__ADS_3

"Menikah denganku."


 


"Apa?" Kenzo membelalak kaget.


"Apa kau gila?" seru Kenzo.


Kenzo menatap Bella dengan marah. Perempuan ini benar-benar membuatnya naik darah.


"Iya, aku memang sudah gila. Aku hanya ingin menikah denganmu. Apa itu salah?"


"Jelas salah. Karena aku tidak pernah menyukaimu!" seru Kenzo dengan lantang. Kedua netranya menatap tajam bak singa yang sedang kelaparan.


"Kau tidak perlu menyukaiku, cukup aku saja yang menyukaimu, yang penting kita menikah."


"Kamu benar-benar tidak waras, Bella."


"Berhenti menghina Bella, Kenzo. Kata-katamu sungguh keterlaluan!" protes Sarah saat mendengar ucapan Kenzo.


"Kalau bukan tidak waras, apalagi sebutan yang cocok untuk dirinya?"


Kenzo menatap Sarah. 


"Bukan hanya dia yang tidak waras, kau dan suamimu juga sama. Kalian bertiga adalah orang-orang yang sangat memalukan!" ucap Kenzo sambil menunjuk ke arah Sarah dan Rudi.


"Kau ...!"


Sarah melotot mendengar ucapan Kenzo. Begitupun Rudi.


"Kau sungguh tidak sopan!" Rudi menatap jengkel ke arah Kenzo.


"Apa aku harus sopan sama orang seperti kalian? Orang-orang picik yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan."


"Aku pastikan kalian akan membayar semua ini dengan mahal!" peringat Kenzo.


"Aku hanya ingin menikah denganmu, Kenzo. Tak peduli kau suka atau tidak." Ucapan Bella mengakhiri perdebatan antara mereka.


"Aku tidak akan pernah menikah dengan perempuan menjijikkan sepertimu, Bella. Tidak akan pernah!" 


"Kalau begitu bersiaplah merasakan kehancuran mu dan juga  keluargamu, Kenzo. Karena dalam beberapa detik ke depan, video itu pasti akan langsung tersebar di media," ucap Bella percaya diri sambil memegang ponselnya.


Kenzo dengan cepat merampas ponsel Bella kemudian membantingnya hingga ponsel itu hancur berserakan di lantai.

__ADS_1


Bella hanya diam tanpa berkata apapun menatap ponselnya yang sudah hancur tidak berbentuk lagi. Sementara kedua orang tuanya sangat terkejut.


Bella menatap Kenzo sambil menyunggingkan senyumnya. 


"Kau pikir aku bodoh? Aku sudah menyalin rekaman itu sebelum anak buahmu menangkapku, Kenzo. Jadi, bersiaplah menikmati kehancuran mu, Ken! Karena aku bisa menyebarkan video itu kapan saja."


"Brengsek!" Bella tersenyum melihat kemarahan Kenzo.


"Kau hanya perlu memilih, Sayang, tidak perlu berpikir terlalu banyak."  Bella mendekati Kenzo, bermaksud menyentuh wajah tampan di hadapannya itu. Namun, belum sempat tangan Bella menyentuh wajah Kenzo, pria itu sudah menepis tangan Bella.


"Jangan menyentuhku!"


Kenzo menatap Bella dengan penuh amarah. Dia benar-benar geram pada perempuan di depannya ini. Kenzo mengepalkan tangannya erat-erat.


Rania dan Chandra yang sedari tadi diam saja mendekati Kenzo.


"Kami terima syaratmu, Bella."


"Papa!"


Kenzo menatap Chandra tak percaya.


"Dalam waktu dekat, kami akan mengurus pernikahanmu dengan Kenzo."


"Papa!"


"Kau tidak punya pilihan lain, Kenzo. kalau video itu sampai tersebar, reputasimu bisa hancur. Bukan hanya kamu, tapi juga keluarga kita. Papa tidak mau, apa yang sudah kau bangun dari nol, hancur begitu saja hanya karena video itu."


"Tapi, Pa, aku tidak mau menikah dengannya. Tidak akan pernah! Perempuan licik seperti dia tidak pantas masuk ke dalam keluarga kita!" teriak Kenzo.


"Seumur hidup aku hanya akan menikah dengan satu orang, yaitu Alea. Aku hanya ingin menikah dengan Alea, bukan perempuan lain, apalagi perempuan seperti dia!" ucap Kenzo tegas. Kedua matanya menyorot tajam ke arah Bella dengan penuh amarah.


"Dalam dunia ini, orang yang paling aku cintai adalah Alea, hanya dia perempuan satu-satunya yang akan menikah denganku. Karena hanya Alea yang pantas menjadi pendampingku." 


Bella mengeraskan rahangnya mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Kenzo. Dia tidak terima pria itu begitu memuja Alea.


"Aku tidak peduli siapa yang kau cintai, yang jelas, kau harus menikah denganku, Kenzo. Kalau tidak, kau tahu sendiri apa yang akan aku lakukan untuk menghancurkanmu!"


"Aku tidak peduli. Silakan saja kau lakukan apapun yang kau inginkan, aku tidak akan pernah menikah denganmu!" tolak Kenzo mentah-mentah.


"Baiklah! Ayo kita lihat, apa setelah ini kau akan terus bersikeras untuk tidak mau menikah denganku." Bella mengambil ponselnya yang lain, kemudian jari  lentiknya memencet layar benda pipih itu dengan lincah.


Tak berapa lama kemudian, ponsel di saku kemeja Kenzo bergetar. Kenzo segera mengambil ponselnya, melihat satu pesan  terkirim dari nomer tak dikenal di sana.

__ADS_1


"Bukalah! Aku ingin lihat, apa setelah ini kau masih mau menolak menikah denganku."


Kenzo menatap tajam ke arah Bella. Kemudian lekas membuka pesan yang berisi video itu. Kedua matanya langsung membola saat dia melihat isi dalam video itu. Beruntung, Kenzo sudah mengatur ponselnya dalam mode diam, kalau tidak, bisa dipastikan suara yang terdapat dalam video itu pasti akan terdengar oleh semua orang yang ada dalam ruangan itu.


Kenzo mematikan video itu. Wajahnya merah padam. Amarahnya kembali memuncak. Kenzo menatap Bella, seolah-olah ingin meremukkan tulang-tulang perempuan itu dengan kedua tangannya. Perempuan di depannya itu benar-benar menguji batas kesabarannya.


"Brengsek! Dari mana kau mendapatkan video ini?" Kenzo menggeretakkan gigi-giginya, tinjunya mengepal.


Sementara Bella tersenyum melihat kemarahan Kenzo.


"Apa sekarang kau berubah pikiran, Kenzo Sayang?"


Kenzo menatap Bella dengan jijik.


"Katakan padaku, darimana kau mendapatkan video ini!" teriak Kenzo tidak sabar. Selama ini, dia terlalu meremehkan Bella. 


Dia tidak menyangka, kalau Bella ternyata begitu berbahaya. Akan tetapi, dari mana perempuan itu mendapatkan rekaman video itu? Padahal Kenzo sudah menyimpan rekaman itu baik-baik. Lagipula, Kenzo juga tidak pernah membiarkan orang lain masuk ke ruang pribadinya kecuali Alea. Jadi, bagaimana mungkin rekaman itu bisa ada di tangan Bella?


"Bagaimana? Apa sekarang kau masih ingin menolakku, Kenzo?"


"Katakan padaku, dari mana kau dapatkan rekaman video ini, brengsek!"


"Apa kau lupa kalau aku adalah sektretaris pribadimu, Ken? Kau bahkan mempercayakan semua hal padaku. Termasuk ponselmu!"


Kedua mata Kenzo membelalak kaget.


Ponsel. Ya! Dia ingat kalau perempuan itu memang sudah beberapa kali mengambil ponsel miliknya dengan alasan kalau ponsel Kenzo tertinggal saat meeting dengan klien. 


Kebiasaan Kenzo adalah meletakkan ponselnya dengan sembarangan di atas meja, dan sialnya, ponsel itu tidak pernah terkunci. Sengaja. tidak terkunci karena sikap Alea yang tiba-tiba posesif padanya selalu memeriksa ponsel miliknya setiap mereka bertemu. 


Karena perempuan itu, Kenzo tidak pernah menggunakan kode untuk mengunci layar ponselnya. Kenzo bisa saja tetap mengunci ponselnya dan memberitahukan nomer sandinya pada perempuan itu. Namun, cinta membutakan matanya, hingga membuat dirinya terlalu bodoh dalam berpikir. 


Kenzo lupa, selain menjadi kekasih Alea, dia juga seorang pembisnis yang seharusnya bisa menjaga barang-barang pribadinya, yang bisa saja dimanfaatkan oleh musuh-musuhnya. Seperti sekarang ini contohnya.


Dia tidak menyangka kalau Bella dengan mudah mendapatkan rekaman video dirinya bersama Alea yang tanpa sengaja terekam cctv. 


Cctv yang dipasang Kenzo di ruang pribadinya yang terletak di dalam ruangan kantornya. Kegemaran Kenzo memasang cctv di setiap sudut ruangannya, membuat kamera pengintai itu dengan leluasa merekam adegan yang memperlihatkan dirinya dengan Alea beberapa waktu lalu.


'Brengsek!'


.


Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya Kakak-kakak 🙏🙏🙏

__ADS_1


   


__ADS_2