MATI RASA

MATI RASA
Part 41 Aku Tidak Ingin Bertemu Bian


__ADS_3

Kenzo menyuruh Dokter pribadinya untuk memeriksa Alea. Ia membawa Dokter itu ke apartemen Alea.


Dokter cantik bernama Sarah itu mendekati Alea yang masih tertidur. Semalam, Alea tidak bisa tidur karena rasa sakit yang menderanya. Dia menangis cukup lama sampai akhirnya kelelahan dan tertidur di pelukan Kenzo.


"Siapa perempuan ini Ken? apa yang terjadi padanya?" Sarah terlihat terkejut melihat keadaan Alea.


"Dia sahabatku, suaminya melakukan KDRT padanya."


"Apa?!" Sarah menatap Kenzo tak berkedip. Kenzo mengangguk.


Sarah mendekati Alea. "Laki-laki biadab! hanya laki-laki pengecut yang tega menyakiti istrinya sampai seperti ini." Dokter Sarah mengumpat.


"Kau tidak mengenalnya, tapi kenapa kau membelanya? Seperti bukan Sarah yang kukenal," cibir Kenzo.


"Aku juga perempuan Ken, wajar saja aku ikutan marah. Apa kau mengenal suaminya?" Sarah menatap Kenzo sekilas kemudian kembali meneliti luka-luka di wajah Alea.


"Aku mengenalnya."


"Benarkah?" Sarah menghentikan tangannya yang sedang memeriksa Alea.


"Memangnya kenapa? kau ingin berkenalan dengannya?" Kenzo menatap Sarah penuh selidik.


"Ya, aku ingin berkenalan dengannya. Aku ingin sekali menghajar laki-laki pengecut seperti dia!" Sarah berteriak kesal, membuat Kenzo langsung tertawa.


"Kenapa kau tertawa?" Sarah menatap Kenzo dengan cemberut.


"Aku menyuruhmu ke sini untuk memeriksanya, bukan untuk mengomel." Kenzo mendorong Sarah agar kembali memeriksa Alea.


"Ken, apa bajingan itu juga melukai seluruh tubuhnya?!" Sarah dengan mata membesar menatap Kenzo saat ia melihat bekas luka cambuk di sekitar kaki Alea yang terbuka, kemudian tangannya membuka baju Alea di sekitar pinggang dan juga punggungnya.


"Sungguh biadab! Apa kau sudah melakukan visum?" Kenzo mengangguk sebagai jawaban.


"Laki-laki biadab itu harus mendapatkan bayaran yang setimpal karena sudah menyiksa istrinya sendiri." Sarah mengepalkan tinjunya, nada suaranya terdengar berapi-api membuat Kenzo tersenyum.

__ADS_1


"Sarah! Aku bilang, aku menyuruhmu ke sini untuk memeriksa Alea, bukan untuk mengomentari apa yang terjadi padanya."


"Aku hanya kesal Ken, kesal! apa itu salah?" Sarah menatap Kenzo dengan gemas. Kemudian ia kembali mendekati Alea yang ternyata sudah membuka matanya. Alea terbangun mendengar keributan antara Kenzo dan Sarah.


"Kau sudah bangun?" Sarah tersenyum pada Alea.


"Ken ...." Alea meringis kesakitan.


"Aku di sini Al," Kenzo segera mendekati Alea, kemudian membantu Alea bangun dan setengah berbaring dengan posisi miring.


Alea menatap Kenzo dan Sarah bergantian. Kenzo langsung memberikan air minum pada Alea. Kenzo dengan telaten membantu Alea meneguk minuman dalam gelas itu dengan susah payah, karena bibirnya yang terluka terasa perih begitu juga dengan pipi kiri dan kanannya yang terlihat membengkak. Sementara Sarah dengan tatapan tidak percaya memperhatikan interaksi Kenzo dan Alea. Kenzo terlihat begitu perhatian pada Alea.


Kenzo yang ia kenal tidak pernah peduli dengan mahluk yang berjenis perempuan kecuali para perempuan di keluarganya. Sarah bahkan pernah mengira kalau Kenzo ini homo, karena ia tidak pernah melihat Kenzo dekat dengan perempuan manapun.


Alea menatap Sarah dengan canggung.


"Aku Sarah, Dokter pribadi keluarganya Kenzo." Sarah mengulurkan tangannya yang langsung di sambut oleh Alea.


"Kenzo bilang, kau tidak mau dirawat di rumah sakit." Sarah mendekati Alea, kembali meneliti luka-luka di wajah Alea.


"Aku tidak suka bau rumah sakit."


"Kenzo juga bilang, kalau kau baru saja mengalami keguguran." Sarah menatap perempuan di depannya ini dengan rasa iba. Alea masih terlihat muda dan cantik, tapi sayang, nasib baik tidak berpihak padanya.


"Hmm ...." Alea enggan menjawab.


"Sebagai Dokter, aku menyarankanmu untuk kembali ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apalagi kau baru saja mengalami keguguran."


"Aku hanya tidak ingin suamiku sampai menemukanku di rumah sakit." Alea menatap Sarah dengan mata berkaca-kaca.


"Kau bisa pergi ke rumah sakit tempatku bekerja, aku jamin, kau akan aman di sana."


"Suamiku saat ini pasti sedang mencariku di semua rumah sakit yang ada di kota ini," ucap Alea. Meski dirinya tak yakin kalau Bian akan mencarinya. Tapi semalam Mbok Sumi menelepon kalau Bian mencarinya di beberapa rumah sakit di kota ini.

__ADS_1


"Kau tenang saja, kau akan aman di sana, apalagi ada Kenzo bersamamu." Sarah melirik Kenzo.


Alea menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak ingin bertemu dengan Bian, Ken ...."


"Rumah sakit itu milikku, kau akan aman di sana, karena aku akan melindungimu."


"Kau juga punya rumah sakit?" Alea mendongak menatap Kenzo.


"Milik keluargaku, lebih tepatnya."


"Kau harus cepat pulih, kau bilang ingin segera meninggalkan kota ini bukan?"


Alea mengangguk.


"Setelah kau pulih, kau bisa mengirimkan surat perceraian beserta bukti-bukti kejahatan Bian dan Amara. Kau juga bisa menuntut suamimu atas kejahatan yang selama ini dia lakukan padamu."


"Tidak perlu Ken, aku hanya cukup pergi jauh darinya saja."


"Perusahaan dan rumahmu? Apa kau tidak ingin merebutnya kembali?"


"Perusahaan itu adalah kompensasi yang diberikan keluargaku karena Bian sudah menikahiku, jadi biar keluargaku saja yang mengurusnya, aku tidak peduli."


"Kau tidak ingin memberitahukan keadaanmu saat ini pada keluargamu?" Kenzo menatap Alea yang sudah mengeluarkan air matanya.


"Kalau bukan karena keluargaku yang mengambil keputusan sepihak dengan memaksa keluarga Bian agar Bian mau menikah denganku dengan iming-iming perusahaan, mungkin aku tidak akan pernah terjebak dalam pernikahan ini." Alea menatap Kenzo yang sedari tadi menatap ke arahnya.


"Aku memang mencintai Bian, tapi waktu itu aku tahu kalau Bian sudah punya kekasih, makanya aku hanya bisa mengaguminya dan mencintainya dalam diam. Tapi keluargaku, mereka merencanakan pernikahanku dengan Bian tanpa sepengetahuanku."


.


Jangan lupa like, koment dan Votenya ya kakak ², biar authornya tambah semangat updatenya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2