MATI RASA

MATI RASA
Part 114 Jebakan


__ADS_3

Bella menghadiahkan senyum manis saat Kenzo baru saja datang. Pria itu terlihat tampan dan gagah, membuat Bella semakin terpesona melihatnya. 


"Selamat pagi, Pak."


"Pagi juga, Bell." Kenzo tersenyum tipis, kedua matanya melirik ke arah Bella yang tersenyum ramah. Perempuan itu benar-benar sangat pintar bersandiwara. Kenzo melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangannya.


Sementara Bella tersenyum manis meski Kenzo tak lagi terlihat karena pria itu sudah masuk ke dalam ruangannya.


Bella begitu mengagumi Kenzo, pria itu benar-benar terlihat luar biasa di mata Bella.


'Aku jadi semakin tidak sabar untuk menjadikanmu milikku, Kenzo.'


Sementara Kenzo saat ini sedang bersandar di kursi kebesarannya, kedua netranya dengan teliti menatap ke arah laptopnya yang berisi rekaman cctv saat kemarin Bella masuk ke dalam ruangannya dengan diam-diam.


Perempuan itu sangat pintar, ia bisa menghindari dan mengelabui kamera cctv yang terpasang di ruangan Kenzo. Namun, perempuan itu tidak tahu kalau Kenzo juga memasang kamera cctv yang tidak di ketahui oleh siapapun, kamera itu bahkan tanpa sengaja tepat mengarah ke wajah Bella, hingga apapun yang dilakukan oleh perempuan itu terlihat jelas dalam rekaman yang saat ini sedang Kenzo saksikan lewat layar laptopnya.


Kenzo mengepalkan tangannya, wajah tampannya terlihat memerah. Ia kemudian memencet nomor seseorang di ponselnya.


"Pak Bos tenang saja, aku sudah mengganti semua dokumen di meja kerja Pak Bos. Jadi bisa di pastikan, semua dokumen yang perempuan curi itu adalah dokumen palsu."


"Bagus! Kau sungguh menyebalkan!"


"Terima kasih atas pujiannya." Suara pria di seberang sana terkekeh.


"Makanya, kau harus cepat menyusul agar kau tahu bagaimana rasanya bulan madu."


"Brengsek!"


Kenzo langsung menutup panggilan teleponnya sebelum orang di seberang sana menceramahinya panjang lebar.


Orang itu adalah asisten pribadi Kenzo sekaligus sahabatnya yang selama hampir sebulan ini izin cuti karena sedang berbulan madu bersama istrinya.


Namun, saat ini dia sudah kembali bekerja. Hanya saja, dia belum kembali muncul karena saat ini Kenzo memintanya untuk memata-matai Bella dan menyelidiki perempuan itu.


*****

__ADS_1


Beberapa hari berlalu semenjak pertengkaran Alea dengan Kenzo waktu itu. Semenjak kejadian itu, Kenzo dan Alea justru terlihat semakin mesra. Mereka berdua sering terlihat jalan bersama. Alea juga seringkali pergi ke restoran untuk menemui Kenzo. Perempuan itu selalu ikut menemani kemana pun Kenzo pergi. Termasuk menemani Kenzo pergi berkeliling kota untuk mengunjungi beberapa cabang restoran miliknya yang sudah hampir tersebar di seluruh kota besar di negaranya.


Bella menatap Alea dan Kenzo dengan sorot mata tajam. Perempuan itu benar-benar sangat kesal dan marah melihat kemesraan Kenzo dan Alea.


'Brengsek!'


Bella mengumpat habis-habisan dalam hati, tapi bibirnya tetap tersenyum cantik. Saat ini, mereka berada dalam sebuah hotel untuk menghadiri jamuan makan malam.


Kenzo dan Alea berjalan beriringan. Mereka berdua terlihat begitu serasi membuat  siapapun yang melihat pasangan ini berdecak kagum. Kenzo terlihat tampan dan mempesona dengan tuxedo hitam yang melekat di tubuhnya. 


Sementara Alea pun tak kalah mempesona, perempuan itu terlihat sangat cantik dengan gaun malam berwarna senada dengan tuxedo yang dipakai oleh Kenzo.


Mereka berjalan beriringan sambil sesekali tersenyum saat ada beberapa tamu yang menyapa mereka berdua. Bella mengikuti Kenzo dan Alea di belakang mereka. Meski menahan amarah, tetapi Bella tetap menutupi wajahnya dengan senyum palsu yang tak pernah lepas dari bibirnya.


Bella berdiri agak menjauh dari Kenzo dan Alea saat ponsel yang ia genggam bergetar. Perempuan itu menempelkan ponselnya pada daun telinganya yang berhiaskan anting panjang dengan berlian yang berkerlip cantik.


"Jangan sampai gagal. Aku tidak akan membayar kalian kalau kalian sampai gagal kali ini!" ucap Bella penuh penekanan.


Bella menatap Kenzo dan Alea yang saat ini sedang berbicara dengan beberapa orang penting yang hadir dalam pesta ini. Mereka adalah orang-orang penting dalam dunia bisnis. Sepertinya Kenzo cukup terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses di kalangan pembisnis lainnya. Bella tersenyum saat ia melihat Alea mendekatinya.


Bella tersenyum sopan, 


"Baik, Nona."


Alea beranjak melangkah menuju kamar kecil dengan tergesa. Kenzo mengalihkan pandangannya pada Bella yang berjalan mendekatinya. Netranya menatap punggung Alea yang berjalan menjauh dari kerumunan orang-orang yang berlalu lalang. Entah mengapa, Kenzo merasa sedikit khawatir.


Alea baru saja keluar dari toilet dan melangkah dengan tergesa saat seseorang tiba-tiba menabraknya, hingga tubuh Alea hampir saja terjatuh. Namun, seseorang yang menabraknya itu segera meraih pinggangnya dan menahan tubuh Alea hingga Alea tidak jadi terjatuh.


"Maafkan, saya, Nona, saya tidak sengaja. Nona tidak apa-apa, kan?" Seorang pria dengan wajah cukup tampan itu melepaskan tangannya dari pinggang Alea, kemudian meminta maaf.


"Lain kali hati-hati kalau berjalan." Alea berkata dengan ketus sambil mengusap pinggangnya yang baru saja di sentuh pria yang kini berdiri di hadapannya.


"Maafkan, saya, Nona. Saya benar-benar tidak sengaja." Pria itu menundukkan kepalanya, sementara Alea segera berlalu pergi meninggalkan pria tadi. 


Kenzo mengerutkan keningnya saat ia mendapatkan pesan dari Alea. Kenzo langsung meninggalkan tempat itu dan mulai mencari Alea. Bella tersenyum cantik, kemudian mengikuti langkah Kenzo dari belakang dengan diam-diam.

__ADS_1


Kenzo sampai di depan kamar yang ditunjukkan Alea dalam pesannya. Dia mengetuk pintu kamar, dan pintu kamar pun langsung terbuka. Kenzo bermaksud memanggil Alea saat tiba-tiba seseorang dengan cepat menbekap mulutnya. Kenzo yang tidak siap, sangat terkejut saat sebuah tangan kekar dengan kuat membekap mulutnya dengan saputangan. Saat Kenzo ingin melawan, tubuhnya terasa lemas seketika kemudian kesadarannya pun menghilang.


Bella dengan cepat melangkahkan kakinya mengikuti langkah Kenzo yang baru saja masuk ke dalam kamar yang dipesannya.


"Lakukan dengan cepat!" perintah Bella pada sosok pria yang tadi membekap mulut Kenzo dengan obat bius.


Pria itu mengikuti perintah Bella. Dengan segera ia melucuti seluruh pakaian Kenzo dan mengangkat tubuh Kenzo ke atas ranjang.


Bella tersenyum senang.


'Sebentar lagi, kau pasti akan menjadi milikku.'


Bella membuka seluruh pakaiannya kemudian mendekati Kenzo yang tidak sadarkan diri di atas ranjang. Sementara pria tadi sudah bersiap dengan kameranya.


*****


"Nona! Nona tunggu!"


Alea menoleh ke arah suara. Di belakangnya, pria yang tadi menabraknya berjalan tergesa mengikutinya.


"Nona! Ponsel Anda terjatuh saat saya menabrak Nona." Pria itu memberikan ponsel Alea.


"Terima kasih."


"Sama-sama, Nona."


Alea berbalik meninggalkan pria itu. Ia membuka layar ponselnya. Di sana terlihat pesan dari Kenzo yang menyuruhnya datang ke kamar xx dengan segera.


.


.


Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya kakak ² 🙏🙏🙏


 

__ADS_1


__ADS_2