
Alea sudah bersiap di depan cermin. Ia mulai merias wajahnya dengan make up tipis. wajah cantiknya terlihat semakin cantik karena riasan di wajahnya.
Setelah merasa puas dengan penampilannya, Alea segera menuju pintu keluar.
Hari ini ia mengajak Kenzo jalan-jalan. Sudah lama ia tidak bersantai dan bersenang-senang. Karena saat di Bali pun, waktunya ia habiskan hanya untuk bekerja di restoran Kenzo demi bisa melupakan Bian. Karena hanya dengan melakukan kesibukan lah, Alea bisa sejenak melupakan pria itu.
Selain itu, Alea juga menghabiskan waktu untuk bolak-balik ke psikiater, makanya ia tidak ada waktu untuk bersenang-senang. Kalau pun ada, Alea lebih memilih untuk berdua saja dengan Kenzo di rumah, daripada bersenang-senang di luar.
Wajah tampan Kenzo sudah menyambut Alea dari luar pintu kamar, dengan senyum mengembang.
"Kau sudah datang?"
Kenzo mengangguk, kemudian memeluk sebentar perempuan itu, tak lupa mendaratkan sebuah ciuman di kening Alea.
"Cantik banget sih?"
"Kan memang cantik, kalau aku nggak cantik, kamu nggak bakalan suka kan, sama aku?"
"Kata siapa?"
Kenzo memandangi wajah cantik Alea dengan seksama. Perempuan di depannya ini, semakin hari semakin tampak cantik di matanya. Mungkin karena efek jatuh cinta. Kenzo tersenyum sendiri sambil menggeleng-menggelengkan kepalanya, membuat Alea mengernyit heran.
"Kenapa malah senyum-senyum?" Alea mengerucutkan bibirnya.
"Aku terpesona sama kamu, Al, semakin hari, rasanya aku semakin jatuh cinta padamu."
"Ken!"
Wajah Alea merah merona, entah kenapa, ucapan Bian membuatnya malu, tapi juga terselip kebahagiaan di sana, di dalam hatinya yang paling dalam.
"Ayo, kita berangkat sekarang." Alea menggandeng tangan Kenzo keluar dari apartemen.
Kenzo tersenyum, menyambut uluran tangan Alea, kemudian mereka keluar dari apartemen dengan berpegangan tangan mesra.
Hari ini, mereka berdua memutuskan untuk pergi ke pusat perbelanjaan terbesar di kota itu. Alea ingin sekali pergi ke bioskop bersama Kenzo. Ia ingin sekali menonton film hari ini. Dengan senang hati, Kenzo pun menuruti keinginan kekasihnya itu.
Mereka berdua sudah sampai di parkiran. Kenzo membukakan pintu mobil untuk Alea, Kemudian segera mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Mereka berdua sudah sampai ke tempat yang dituju. Alea tersenyum melihat Kenzo yang saat ini sedang mengantri untuk mengambil tiket. Mereka berdua memilih untuk menonton film romantis.
Beberapa jam kemudian, mereka berdua keluar dari bioskop dengan senyum mengembang di kedua bibir mereka. kedua tangan mereka pun masih terus terpaut satu sama lain.
__ADS_1
"Filmnya bagus ya, Al, aku suka."
"Modus! Sebenarnya kamu suka sama adegan romantisnya, kan, bukan suka sama filmnya." Alea mencibir, sementara Kenzo nyengir kuda.
"Dasar mesum!" Kenzo terkekeh mendengar ucapan Alea.
"Yang ngajakin nonton film itu kan kamu sendiri, kenapa nyalahin aku coba?" ucap Kenzo mengingatkan.
"Iya juga, ya," sahut Alea. Mereka berdua akhirnya tertawa sambil terus bergandengan tangan.
"Aku ingin makan, Ken, laper," ucap Alea akhirnya, setelah mereka puas tertawa. Mereka berdua bahkan tidak peduli meski banyak orang yang terus memperhatikan mereka. Kenzo mengusap kepala Alea sambil tersenyum.
"Kamu mau makan apa?"
"Apa aja yang penting makan, aku laper." Alea mengusap perutnya yang rata, membuat Kenzo kembali tertawa, karena Alea terlihat begitu menggemaskan.
Mereka berdua sampai di dalam restoran. Alea makan dengan lahap, sepertinya perempuan ini benar-benar kelaparan.
"Pelan-pelan makannya, Al, nanti kamu tersedak." Kenzo menatap Alea yang begitu bersemangat melahap makanannya.
Alea tersenyum sambil mengunyah makanannya.
Kenzo tersenyum, mungkin karena suasana hati Alea sedang senang, makanya apa yang dia makan saat ini terasa enak. Berbeda saat perempuan itu sedang sedih, karena makanan seenak apapun, akan terasa begitu hambar di mulutnya.
'Aku berharap semoga kamu terus bahagia seperti ini, Al.'
Kenzo terus memandangi perempuan itu, dengan senyum mengembang di bibirnya. Ia berdoa, semoga ini adalah awal yang baik untuknya dan Alea.
"Habis ini kita belanja ya, Ken. Aku sudah lama tidak berbelanja."
"Siap Tuan putri, hari ini aku adalah milikmu, jadi, aku akan menuruti apapun yang kau perintahkan."
"Cuma hari ini?" Alea mengerucutkan bibirnya.
"Selamanya sayang ...." Kenzo mengusap kepala Alea dengan sayang, membuat Alea tersenyum senang.
"Selamanya, aku pasti akan menuruti semua perintahmu, asalkan kau bahagia." Kenzo menatap Alea dengan senyum mengembang di wajah tampannya.
"Terima kasih, Ken, kau memang yang terbaik!"
"Apapun untukmu." Kenzo kembali mengusap kepala Alea.
__ADS_1
Mereka berdua keluar dari restoran dengan senyum yang terus mengembang di bibir mereka. Aura kebahagiaan terpancar jelas di kedua wajah mereka.
Kenzo dengan senang hati menemani Alea berputar-putar mencari barang yang ingin dibelinya. Sudah sangat lama sekali Kenzo tidak pernah melihat Alea begitu bahagia. Sebenarnya Kenzo pun sudah lama menantikan momen-momen seperti ini bersama Alea. Jalan bersama, melakukan apapun yang perempuan itu suka dan melihatnya tertawa bahagia adalah salah satu cita-citanya.
Semenjak Kenzo tahu perempuan itu tidak pernah bahagia, semenjak itu pula ia ingin sekali membuat perempuan itu tertawa bersamanya. Karena dengan melihat Alea bahagia, Kenzo pun merasa bahagia.
Setelah mendapatkan beberapa barang yang ia suka, Alea pun mengajak Kenzo untuk membayar semuanya.
"Kita pulang, Ken, aku capek."
Kenzo tersenyum, kemudian menggandeng perempuan itu keluar dari Mall.
Sementara di tempat lain, Bian segera bergegas keluar kantor. Orang suruhan yang ia suruh untuk memantau Alea, meneleponnya kalau hari ini Alea dan Kenzo keluar dari apartemen. Setelah beberapa hari melakukan pengintaian, akhirnya orang itu melihat Alea dan Kenzo keluar.
Sebenarnya, mereka bisa saja langsung masuk ke dalam dan mencari di mana Alea tinggal, tapi Bian melarang. Karena Bian tidak mau Alea ataupun Kenzo curiga. Setelah hampir dua tahun tidak pernah bertemu dengan Alea, tentu saja Bian tidak akan pernah melewatkan kesempatan ini.
Bian sudah sampai di pelataran parkiran Mall yang ditunjukkan anak buahnya.
Bian baru saja memarkirkan mobilnya saat netranya tak sengaja menangkap dua orang yang sedang berjalan bergandengan tangan dengan mesra tepat di depan mobilnya.
"Alea ...."
Bian dengan buru-buru melepaskan seatbelt, kemudian turun dari mobil.
"Alea!"
Alea dan Kenzo menghentikan langkahnya, mereka melihat ke arah suara. Alea dan Kenzo terlihat terkejut setelah melihat siapa yang memanggil Alea.
Alea mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Kenzo. Mendadak kedua tangannya langsung berkeringat dingin. Bibir Alea bergetar, saat netranya tak sengaja bertemu dengan pandangan pria di depannya. Kenzo mempererat genggaman tangannya, sementara satu tangannya lagi terkepal menahan emosi.
Sedangkan Bian menatap Alea dengan kedua mata berkaca-kaca. Perempuan yang selama ini dirindukannya, saat ini sedang berdiri di depannya.
"Alea ...." Bian berucap lirih, sambil terus menatap wajah cantik Alea.
"Alea ...."
.
.
Ikutin terus ceritanya ya kakak², jangan lupa like, koment, dan Votenya ya 🙏🙏🙏
__ADS_1