MATI RASA

MATI RASA
BAB #4


__ADS_3

" Di Rumah "


Saat memasuki gerbang rumah Gea disapa oleh satpam dirumahnya.


" Siang Non. Ucap pak Udin


Gea hanya mengangguk


Sebelum masuk kerumah Gea melihat mobil papanya yang terparkir di depan rumah. Dalam fikiran Gea, " Tumben papa cepat pulang, biasanya papa pulang kantorkan sore.


Tidak menunggu lama Gea berjalan masuk ke dalam rumah.


****


" Di Ruang Tamu "


" Mas kenapa kamu memilih dia dari pada aku, kamu gak ingat kita masih punya Gea mas.Ucap Mama Gea


Hiks.. Hiks.. Hiks (sambil menangis)

__ADS_1


" Maaf Lisa aku tidak bisa meninggalkannya karna sekarang dia sedang mengandung anakku. Dan satu lagi aku tidak lagi mencintaimu. Ucap Papa Gea (dengan tegas)


Duaaarr... (Terasa sesak dan sangat menyakitkan menerima semua kenyataan yang terjadi).


" Hanya karna kau tidak mencintaiku lagi dengan begitu kau bisa selingkuh,kau hanya memikirkan dirimu sendiri, kau tidak mengerti bagaimana perasaan Gea anak kita, jika dia tau kalau kita akan berpisah.Ucap Mama gea (sambil memegang dadanya yang sakit)


" Aku tidak peduli, secepatnya aku akan mengurus perceraian kita, tentang Gea terserah dia mau tinggal dengan aku atau kamu.Ucap Papa gea (dengan angkuh)


Papa gea langsung pergi keluar dari rumah, dan saat berjalan dia melewati gea begitu saja.


Gea melihat semua pertengkaran yang terjadi antara mama dan papanya, melihat bagaimana mamanya yang bersimpuh sambil menangis dikaki papanya untuk memohon tidak meninggalkannya. Dan sebagian perabotan yang ada di ruang tamu itu yang sudah pecah dan berserakan, melihat itu semua membuat hatinya tambah hancur..


Mereka berdua menangis sejadinya untuk meluapkan kesedihan yang dirasakan, Gea tidak mau bertanya apapun kepada mamanya, karna Gea sudah tau masalahnya saat Gea melihat dan mendengar pertengkaran tadi.


" Sayang mama ke kamar dulu ya(sambil melepaskan pelukannya). Kalau kamu mau makan bilang saja sama bi sumi.


Bi Sumi adalah pembantu dirumah gea dan juga yang sudah merawat Gea dari kecil. Bi Sumi sudah mengapdi selama 17 tahun di keluarga Gea.


" Iya ma,mama jangan nangis lagi ya ma, (menghapus air mata yang ada dipipi mamanya).

__ADS_1


" Iya sayang. Ucap Mama Gea


mamapun berjalan menuju kamarnya begitu juga dengan Gea...


" Di Kamar "


Gea menghempaskan badannya ke kasur dan memandangi langit-langit kamarnya. Setelah itu dia mengambil bingkai foto yang ada dimeja samping kasurnya, didalam foto itu ada gea dan kedua orang tuanya. Gea memandangi foto itu begitu dalam, tanpa terasa air matanya jatuh kembali..


" *Tuhan kenapa hidupku seperti ini, keluarga yang semula aku anggap begitu harmonis dan bahagia, tapi saat ini hancur begitu saja. Orang yang aku anggap selalu sayang kepadaku pergi meninggalkanku, belum sembuh rasa sakit yang aku rasakan akibat penghianatan beny, sekarang bertambah karna perpisahan orang tuaku. Apa salahku..."


Hiks.... Hiks... Hiks (menangis tersedu-sedu*)


Karena menangis terlalu lama akhirnya gea tertidur sambil memeluk fotonya.


" Malam Hari "


Gea terbangun dari tidurnya sambil memegang kepalanya yang terasa pusing, lalu turun dari tempat tidur dan melihat jam di dinding. Astaga (menepuk jidatnya) pantasan perut gue kelaparan, ternyata hari sudah malam..


..........

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan coment nya ya 😊😘😍 Terimakasih atas dukunganya 😇🙏


__ADS_2