MATI RASA

MATI RASA
Part 115 Jebakan 2


__ADS_3

Alea membaca pesan dari Kenzo yang menyuruhnya datang ke kamar nomor xx di hotel itu. Kenzo bilang, dia lelah, ingin istirahat, makanya dia menyewa satu kamar untuk beristirahat.


Alea dengan tergesa mencari kamar yang dipesan oleh Kenzo. Beberapa menit kemudian ia sampai di depan pintu kamar yang dituju.


Alea mengetuk pintu, tapi pintu tak kunjung dibuka. Akhirnya Alea mencoba membuka pintu itu dan ternyata pintunya tidak terkunci.


Alea membuka pintu dengan perlahan. Alea melangkah masuk ke dalam. Alea baru saja ingin membuka mulutnya untuk memanggil Kenzo, tetapi pemandangan di depannya membuat Alea membelalak kaget. Alea menutup mulutnya saat melihat Kenzo dengan tubuh telanjang berbaring di atas ranjang, sedangkan di atas tubuh Kenzo terlihat tubuh Bella yang bergerak naik turun sambil mendesah.


"Kenzo!"


"Bella!"


"Kalian benar-benar brengsek!" Alea berteriak, air matanya sudah mengalir di pipinya. 


Sementara Bella menoleh ke arah Alea dengan terkejut. Sedangkan Kenzo mengerjapkan matanya menyesuaikan pandangannya. Kepalanya terasa berat dan berputar-putar.


"Kau sangat keterlaluan, Kenzo! Dasar bajingan!" Alea kembali berteriak kemudian berlari meninggalkan kamar itu. Hatinya hancur, sehancur-hancurnya. Bayangan pengkhianatan Bian di masa lalu kembali terlintas dan kini Alea kembali merasakannya. Ia sungguh tidak mengira kalau Kenzo akan berbuat setega itu kepadanya.


Alea berlari meninggalkan kamar itu. Sementara Kenzo yang baru tersadar dan samar- samar mendengar suara Alea yang berteriak padanya. Sementara Bella tersenyum dengan tubuh polos dan masih dengan posisi semula.


Saat kesadaran pulih, kedua matanya membelalak kaget saat melihat apa yang terjadi. Kenzo melihat tubuh polos Bella berada di atas tubuhnya dan ….


Kenzo dengan panik mendorong tubuh Bella, hingga tubuh perempuan itu terjungkal dan jatuh ke lantai.


"Brengsek! Dasar ******, sialan! Apa yang telah kau lakukan padaku?"


Kenzo melotot tajam. Ia melihat keadaan dirinya yang saat ini hanya memakai ****** ***** yang menutupi tubuh atletisnya. Dengan cepat Kenzo menyambar baju dan celananya yang tergeletak berserakan di lantai. Sementara Bella menatap tak berkedip tubuh indah Kenzo. Ia bahkan tak peduli kalau saat ini dirinya sedang tidak memakai apapun.


"Dasar perempuan murahan! Berani-beraninya kau bermain-main denganku!" Setelah memakai semua bajunya, Kenzo kembali mendekati Bella kemudian mencekik leher perempuan itu tanpa ampun. 


Bella yang tidak menyangka kalau Kenzo akan mencengkram lehernya, melotot kaget saat ia merasakan sakit yang luar biasa dan nafasnya hampir saja keluar dari tubuhnya. Namun detik berikutnya, Kenzo melepaskan cengkraman tangannya saat tiba-tiba dari arah belakang Kenzo berdiri sosok laki-laki yang kini sedang menodongkan senjata padanya.


"Lepaskan dia!"


Kenzo melepaskan tangannya, kemudian menampar wajah perempuan itu dengan keras hingga tubuh perempuan terhempas membentur dinding. Bella meringis kesakitan.


"Brengsek! Kau Bella!" umpat Kenzo.


Sementara laki-laki itu menatap tajam pada Kenzo sambil terus menodongkan senjata apinya.

__ADS_1


"Cepat pakai pakaianmu, Bella! Pergi dari sini dan bawa rekaman video tadi!"perintah lelaki itu pada Bella.


"Kalian merekamnya?" Kenzo tanpa takut menatap lelaki dengan amarah membara dan siap untuk meledak. Namun, karena laki-laki itu menodongkan senjatanya membuat Kenzo berhati-hati.


Bella memakai bajunya yang berserak di lantai. Kemudian mengambil flashdisk berisi rekaman video dirinya dan Kenzo beberapa menit yang lalu. Bella segera beranjak pergi. Sebelum pergi, Bella mendekati Kenzo sambil tersenyum.


"Setelah ini, kau harus mengikuti semua perintahku, Kenzo. Kalau tidak, video panas kita akan aku sebar di internet," ucap Bella dengan santai. Senyum di wajahnya mengembang dengan sempurna.


"Dasar perempuan ******! Brengsek kau, Bella! Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku, Bella?" Kenzo berteriak marah, wajahnya merah padam dengan kedua tangan terkepal.


"Diam!" Lelaki itu menempelkan senjatanya pada pelipis Kenzo.


"Aku menginginkanmu, Kenzo. Aku menginginkan semua yang ada padamu. Semuanya! Termasuk semua aset yang kau miliki!" Bella mendekati Kenzo, tangannya terulur ingin membelai wajah Kenzo, tapi Kenzo dengan kasar menepis tangan Bella dan menatap jijik pada perempuan itu.


"Jangan menyentuhku, brengsek!"


Bella tersenyum melihat ke arah pria yang membuatnya tergila-gila.


"Penolakan darimu, membuatku semakin menginginkanmu, Ken." Bella tersenyum smirk, kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan kamar itu.


"Urus dia, Jack!"


Sementara di tempat lain, masih di area hotel, seseorang yang sedari tadi mengawasi Kenzo dan Alea baru saja keluar dari toilet. Pria itu berjalan sambil mengedarkan pandangannya. 


"Kemana mereka berdua?"


Dua orang berpakaian rapi dengan jas berwarna hitam mendekati pria itu, dan membisikkan sesuatu di telinganya. Rahangnya langsung mengeras mendengar ucapan pria itu.


"Kenapa kalian diam saja, bodoh?" Pria itu mengumpat sambil bergegas mencari kamar yang diberitahukan kedua orang tadi. Dalam perjalanan menuju kamar yang ditempati Kenzo, mereka bertiga melihat Alea yang berlari sambil menangis.


"Sial!" umpat pria itu yang tak lain adalah Bagas, sang asisten pribadi Kenzo.


"Kau ikuti Nona Alea, beritahu yang lain!" Salah satu pria berjas hitam mengikuti perintah Bagas. Sementara yang satunya mengikuti Bagas yang berlari menuju kamar di mana Kenzo berada.


"Apa kerja kalian sedari tadi? Brengsek! Kenapa kalian bisa kecolongan?" umpat Bagas sambil berlari. 


Sementara pria berjas hitam itu hanya terdiam tanpa menjawab. Di sisi lain, Bella berjalan santai meninggalkan hotel dengan senyum merekah di bibirnya.


Bagas langsung enerobos masuk. Tangannya terkepal erat saat ia melihat seorang pria menodongkan senjata pada Kenzo.

__ADS_1


"Ken!"


Kenzo dan pria yang menodongkan senjata ke arah Kenzo sontak menoleh saat melihat pintu terbuka dengan kasar. Saat pria itu melihat ke arah pintu, Kenzo menyikut perutnya membuat pria itu terkejut. Belum selesai keterkejutannya, Kenzo langsung menendang  pria itu hingga senjatanya langsung terjatuh. Anak buah Kenzo langsung bergerak cepat membantu Kenzo melumpuhkan pria itu.


"Kau kemana saja? Kenapa sampai lengah?" Kenzo menatap tajam ke arah Bagas.


"Maafkan saya, Pak Bos," ucap Bagas. Ia sungguh menyesal, padahal tadi dia hanya ke toilet sebentar, karena sudah tidak tahan ingin buang air kecil.


"Brengsek! Perempuan itu benar-benar licik. Dia sudah menjebakku!" umpat Kenzo sambil  menatap marah pada Bagas. 


"Cari perempuan itu sampai ketemu! Paksa dia agar mau menyerahkan rekaman videonya!"


Kenzo menatap pria yang tadi menodongkan senjata padanya.


mh


"Habisi dia, jangan beri ampun!" Kenzo menatap pria itu kemudian pergi meninggalkan kamar itu dengan penuh amarah.


"Nona Alea tadi terlihat berlari sambil menangis. Aku sudah suruh orang untuk mengikutinya. Sebenarnya apa yang terjadi?" Bagas bertanya dengan penasaran. Kali ini ia tidak lagi menggunakan bahasa formal.


"Perempuan ****** itu menjebakku. Dia dan laki-laki itu membiusku. Saat tersadar aku sudah di atas ranjang bersama perempuan itu," jelas Kenzo sambil meremas rambutnya frustasi.


"Alea pasti salah paham, aku ingat saat baru tersadar tadi, aku samar-samar mendengar suara teriakannya."


"Sial!" Bagas ikut mengumpat.


Mereka berdua melangkah beriringan, bergegas mencari Alea. 


'Aku berharap, kau tidak salah paham dan mau mendengarkan penjelasanku nanti, Al …. '


Kenzo mengusap wajahnya dengan kasar. Ini adalah ujian terberat baginya.


'Aku benar-benar takut kehilanganmu sekarang, Alea.'


 


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya, teman² …. 


__ADS_2