
Alea keluar dari hotel itu sambil menangis. Ia berlari meninggalkan area hotel, kemudian menyetop taksi yang kebetulan melintas di depannya. Di dalam taksi, Alea menangis sambil menutup wajahnya. Hatinya hancur berkeping-keping. Alea tidak menyangka kalau Kenzo dan Bella tega mengkhianatinya.
Alea sampai di depan rumahnya, ia keluar dari taksi setelah membayar. Alea masuk ke dalam rumah sambil berlari.
"Alea!"
"Mama." Alea berlari ke arah mamanya kemudian memeluk erat tubuh perempuan yang melahirkannya itu.
"Alea, ada apa sayang?"
"Kenzo, Ma, Kenzo jahat! Dia ternyata sama saja dengan Bian." Alea menangis dipelukan Mamanya.
"Apa maksud kamu, Nak? Menurut Mama Kenzo orang yang baik, bukankah selama ini kau juga mencintainya?"
"Dia mengkhianati aku, Ma, sama seperti Bian."
"Menghianatimu? Tidak mungkin, kau pasti salah paham, Alea. Kenzo tidak mungkin mengkhianatimu, dia sangat mencintaimu." Anita melepaskan pelukannya.
"Sayang? Bagaimana bisa kau mengatakan kalau Kenzo mengkhianatimu?"
"Dia tidur dengan Bella, Ma, sekretarisnya. Aku melihat dengan mata kepala sendiri, kalau mereka tidur bersama di kamar hotel tadi." Alea semakin menangis. Bayangan Kenzo yang terbaring dengan tubuh polos dan Bella berada di atas tubuhnya kembali melintas.
Dadanya terasa sesak, sementara hatinya serasa ditusuk ribuan jarum, sakit sekali rasanya. Alea menangis dipelukan Anita.
"Sakit, Ma, rasanya sangat sakit. Bahkan lebih sakit dibandingkan saat Bian mengkhianatiku." Alea masih terus menangis sesenggukan. Sementara Anita masih terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Alea.
"Apa semua yang kau katakan itu benar, Alea? Mama sungguh tidak percaya kalau Kenzo akan mengkhianatimu," ucap Anita masih tidak percaya.
'sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba Kenzo mengkhianati Alea?'
Anita tampak berpikir tanpa melepaskan pelukannya pada Alea.
"Kenapa dia begitu jahat padaku? Kenapa dia tega melakukan ini padaku? Padahal dia sangat tahu kalau aku sangat mencintainya." Alea berucap lirih ditengah isak tangisnya.
Anita semakin mengeratkan pelukannya mendengar suara Alea. Setelah ini, Anita harus menyelidiki semuanya. Seandainya benar, Kenzo sudah mengkhianati Alea, Anita akan membuat perhitungan dengannya. Pria itu sudah berjanji padanya kalau dia akan menjaga Alea dengan baik dan dia sudah berjanji, akan membahagiakan Alea sampai kapanpun.
__ADS_1
*****
Kenzo berlari meninggalkan hotel, di ikuti oleh Bagas. Kemudian mereka berdua segera masuk ke dalam mobil dan langsung tancap gas ke arah rumah Alea.
Salah satu anak buahnya yang mengikuti Alea mengatakan kalau Alea sudah sampai rumahnya.
Perasaan Kenzo benar-benar kalut. Kenzo takut Alea salah paham. Apalagi posisi yang dia lihat tadi adalah posisi yang tidak mengenakkan sama sekali.
"Tenanglah, Ken, kau harus tenang!" Bagas menenangkan Kenzo.
"Bagaimana aku bisa tenang, bodoh? Semua terjadi juga karena keteledoran kalian. Kalau kalian bekerja dengan baik, ini semua pasti tidak akan terjadi!" Kenzo menatap Bagas yang saat ini sedang menyetir mobilnya. Ia sungguh sangat kesal dengan apa yang dilakukan oleh Bagas dan anak buahnya.
"Maafkan aku, Ken. Aku tadi hanya ke toilet sebentar, tapi tidak disangka kejadiannya begitu cepat." Bagas berucap tanpa menoleh pada Kenzo, karena ia sedang mengemudikan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi.
"Lebih cepat, Bagas! Apa sekarang kau juga sudah kehilangan kemampuan mengemudimu?" teriak Kenzo kesal.
Bagas menelan salivanya, Kenzo yang ia kenal saat ini sedang dalam mode menyebalkan. Bagas lupa, kalau Kenzo pun juga bisa berubah menjadi sangat menyebalkan ketika sedang marah.
Bagas menambah kecepatan laju mobilnya. Beberapa menit kemudian, mereka berdua sampai di depan rumah Alea. Kenzo segera turun dari mobil, kemudian turun dari mobil dan berlari ke dalam rumah Alea.
Kenzo terus masuk ke dalam rumah. Ia melihat Anita sedang duduk santai di ruang tamu.
"Mama. Di mana Alea, Ma? Aku ingin bertemu dengannya," ucap Kenzo tanpa basa-basi seperti biasanya.
Anita yang sejak tadi mengetahui kedatangan Kenzo karena mendengar suaranya, sengaja menunggu pria itu di ruang keluarga. Anita ingin menginterogasi pria yang sudah diklaim sebagai calon menantunya itu.
Anita menatap tajam pada Kenzo. Apalagi saat Kenzo berbalik ingin meninggalkan Anita karena ia ingin segera menemui Alea di kamarnya.
"Duduk!"
"Tapi, Ma. Aku ingin segera menemui Alea, dia pasti salah paham karena sudah melihat aku dan Bella, Ma." Kenzo berucap dengan wajah cemas dan gusar. Kenzo benar-benar ingin segera bertemu Alea dan menjelaskan semuanya. Ia ingin menjelaskan pada Alea kalau dirinya dijebak oleh Bella.
"Jadi benar? Kau berselingkuh didengan sekretarismu?" Anita menatap tajam ke arah Kenzo.
"Ma, apa maksud Mama?"
__ADS_1
"Alea sudah menceritakan semuanya. Dia bilang, kau berselingkuh dengan sekretarismu di kamar hotel. Apa itu benar?"
"Ma, itu tidak benar. Aku di jebak oleh Bella. Mereka membiusku sampai aku tidak sadarkan diri, Ma. Percayalah padaku. Mama sangat tahu kalau aku begitu mencintai Alea bukan? Aku tidak akan mungkin sampai mengkhianatinya, Ma, aku mohon, percayalah padaku, Ma." Kenzo menjelaskan semua yang terjadi padanya saat di hotel beberapa saat yang lalu.
Anita mendengarkan dengan seksama apa yang diucapkan oleh Kenzo tanpa menyela. Anita dari awal memang masih belum percaya kalau Kenzo akan melakukan hal tak senonoh untuk mengkhianati Alea.
"Kalau Mama tidak percaya, Mama bisa tanya orang-orangku!" Kenzo menatap calon mertuanya itu dengan tatapan memelas.
"Mama akan selidiki sendiri siapa perempuan bernama Bella itu," ucap Anita akhirnya.
"Terima kasih, Ma. Sekarang orang-orangku sedang mengejarnya. Perempuan itu membawa rekaman video saat kejadian, Ma. Aku yakin, dia pasti akan menggunakan rekaman itu menghancurkan aku. Aku tidak bisa membayangkan kalau sampai rekaman itu tersebar luas. Aku bukan hanya akan kehilangan Alea tapi aku juga pasti akan kehilangan semuanya, Ma." Kenzo meremas rambutnya frustasi.
"Aku harus segera ketemu Alea, Ma. Aku ingin menjelaskan semuanya pada Alea, kalau apa yang dia lihat itu tidaklah benar. Perempuan sialan itu telah menjebakku." Kenzo mengeraskan rahangnya saat ia kembali mengingat kejadian di kamar hotel.
'Brengsek! Sialan kau, Bella!'
Anita menatap Kenzo yang terlihat panik dan gusar sekaligus marah. Anita tahu, pria di depannya itu saat ini pasti sedang menahan amarah.
"Ma, aku ingin menemui Alea. Aku harus menjelaskan semuanya pada Alea, Ma. Aku tidak mau Alea salah paham. Hubungan kita bahkan baru saja membaik setelah pertengkaran kami, kemarin." Kenzo menatap calon mertuanya itu dengan tatapan memohon.
"Apa maksudmu hubungan kalian baru saja membaik? Apa kalian selama ini bertengkar?" Anita terlihat tidak percaya mendengar perkataan Kenzo.
"Iya, Ma. Ternyata Bella melakukan segala cara untuk memisahkan aku dan Alea. Beberapa waktu yang lalu dia menyewa seorang pria untuk menjebak Alea agar aku salah paham padanya." Kenzo kemudian menceritakan semua tentang Bella tanpa ada yang disembunyikan. Kenzo juga menceritakan tentang perbuatan Bella yang mencoba mencuri dokumen-dokumen penting di kantornya.
"Kau sudah tahu perbuatan perempuan itu, tapi kenapa kau masih mempekerjakan dia di kantormu? Kau bahkan mengetahui kalau perempuan itu ingin menghancurkan hubungan kamu dengan Alea. Tapi kenapa kau malah memelihara ular itu? Kau benar-benar bodoh, Kenzo!"
"Sebenarnya aku ingin menyelidikinya dan mengumpulkan semua bukti. Aku ingin tahu apa tujuan perempuan itu sebenarnya."
"Tapi gara-gara kebodohanmu, saat ini mungkin kau benar-benar akan kehilangan, Alea, Kenzo. Karena perempuan itu sudah mengirimkan video rekaman itu pada Alea."
"Apa?"
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya, kakak-kakak 🙏🙏🙏