
Kenzo menatap Bian dengan tajam. Kedua tangannya memeluk tubuh Alea dengan erat. Kemudian segera membawa perempuan itu pergi dari taman. Sementara itu, Bian masih terduduk sambil terus memandang kepergian mereka.
Bian mengusap kasar air matanya, kemudian bangun dan melangkah pergi meninggalkan taman. Bian melangkah dengan pelan, kedua matanya menatap kosong. Pertemuannya dengan Alea beberapa saat yang lalu meninggalkan luka di hatinya. Luka yang teramat dalam.
Bian membuka pintu mobil, duduk di belakang kemudi, kemudian menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia menangis di sana.
Bian menumpahkan rasa sakit di hatinya. Semua ucapan Alea membuat hatinya hancur berkeping-keping. Alea benar, orang seperti dirinya sudah tidak pantas untuk dimaafkan. Kesalahannya terlalu banyak, dan tidak mungkin Alea bisa memaafkannya begitu saja.
Alea juga benar , selama Alea menikah dengannya, tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang pernah ia berikan pada perempuan itu. Karena sejak awal pernikahan mereka, Bian memang tidak pernah berniat untuk membahagiakan perempuan itu.
Perasaan bencinya pada Alea membuat Bian melakukan semua hal yang kini disesalinya.
Alea benar, hanya karena Alea mencintainya, dirinya justru menyiksanya tanpa henti.
Mencintainya!
Perempuan itu sangat mencintainya, bahkan rela melakukan apapun agar ia bisa bersamanya. Termasuk menjatuhkan harga dirinya di depannya, tapi saat itu dirinya justru dengan kejam selalu menyiksa perempuan itu tanpa ampun.
Bian semakin menangis. kepingan-kepingan memori saat dirinya menyiksa Alea kembali terlintas di kepalanya.
Ingatan saat dirinya membiarkan Alea memohon dan bersujud di kakinya sambil menangis. Ingatan saat kedua tangannya yang begitu sering memukuli perempuan itu meski Alea tak pernah melakukan kesalahan.
Semua perkataan Alea memang benar adanya. Hanya karena Alea mencintainya, ia justru dengan tega menyiksanya. Bukankah cinta itu tidak bersalah? Lalu, kenapa ia harus marah?
'Kau benar Alea, hanya karena aku tahu kalau kau mencintaiku, aku malah menyiksamu dengan begitu kejam. Aku memang bodoh! Benar-benar bodoh, Alea ....'
Cukup lama Bian berdiam diri di dalam mobil sambil menangis, pandangannya buram, karena air mata yang masih menggenang di pelupuk mata.
Bian meraih tisu, mengusap jejak air matanya, kemudian memandangi wajahnya yang terlihat begitu menyedihkan.
Lagi-lagi Alea benar, dirinya memang terlihat begitu menyedihkan!
__ADS_1
Bian menghela nafas panjang, mencoba meredam rasa sakit di hatinya. Dadanya bahkan terasa berdesir nyeri, sakit ... bagaikan ditusuk ribuan jarum. Tak mau bersedih lama-lama, Bian kemudian melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.
*****
Alea menangis dipelukan Kenzo, perempuan itu membenamkan wajahnya di dada Kenzo. tak berbeda dengan Alea, Kenzo pun memeluk perempuan itu dengan erat. Ia tidak menyangka, kalau Alea akan bertemu Bian hari ini. Sewaktu menelepon tadi, Alea hanya mengatakan, menyuruhnya segera datang ke taman untuk menjemputnya.
"Tenanglah, ada aku, kau pasti akan baik-baik saja." Kata-kata andalan Kenzo, untuk menenangkan Alea.
"Ken, tetaplah bersamaku apapun yang terjadi. Aku mohon ... jangan tinggalkan aku, seperti dia meninggalkan aku." Alea kembali menangis di pelukan Kenzo.
Bayangan pernikahannya dengan Bian, penderitaannya menikah dengan pria itu dan juga kesakitan- kesakitan yang sering ia rasakan akibat ulah Bian, meninggalkan Rasa trauma tersendiri untuknya.
Selama ini, ia sengaja mengulur waktu untuk menerima Kenzo, tidak lain karena Alea merasa takut, kalau suatu saat Kenzo pun akan meninggalkan dirinya, seperti Bian yang mengkhianatinya.
Kenzo memeluk erat tubuh Alea. ia sangat tahu, apa yang sedang dirasakan oleh sekarang. Wajar saja kalau ia merasa trauma, karena apa yang dilakukan Bian padanya memang sudah melewati batas.
"Sayang, aku janji, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, seperti dia meninggalkanmu. Aku, Kenzo Luiz. Berjanji padamu, kalau aku akan terus disampingmu apapun yang terjadi. Percayalah padaku. Aku mencintaimu, Alea. Sangat mencintaimu!"
"Ken ... aku mencintaimu." Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut Alea.
"Aku mencintaimu, berjanjilah, kau tidak akan pernah meninggalkanku, Ken ...."
Kenzo memejamkan matanya, ketika sudut matanya terasa memanas saat ia mendengar ungkapan kata cinta dari bibir Alea. Setetes kristal bening mengalir di pipinya. Kenzo menangis. Setelah bertahun-tahun, akhirnya, kata-kata itu keluar dari mulut Alea.
"Aku lebih-lebih mencintaimu, sayang ... dengan segenap jiwaku, dan seluruh ragaku. Aku mencintaimu, Alea Karenina Luiz."
Alea tersenyum dalam pelukan Bian. Kata-kata pria itu membuat perasaannya menghangat. Kesakitan di hatinya perlahan memudar.
Ah! pria ini benar-benar menakjubkan. Beberapa saat yang lalu, ia bahkan hampir pingsan saat rasa sakit memenuhi hatinya. Tapi sekarang, rasanya begitu nyaman. Berada di dekat pria ini, benar-benar membuat Alea merasa nyaman.
Nyaman, dengan perlakuan lembutnya. Nyaman, dengan kasih sayang yang selama ini pria ini berikan padanya.
__ADS_1
Kini, sepertinya dia sudah tahu kemana hatinya akan berlabuh. Alea melepaskan pelukannya, Alea menatap Kenzo yang saat ini juga sedang menatapnya.
"Terima kasih, setelah bertahun-tahun, akhirnya aku bisa mendapatkan hatimu." Kenzo tersenyum haru, kedua matanya memerah menahan tangis.
"Ken ...."
"Aku bahagia, Al, sangat bahagia. Setelah sekian lama, akhirnya kau mau bersamaku. Sungguh! Ini seperti mimpi bagiku."
"Ken ...." Alea kembali menangis memeluk Kenzo.
Pria ini seperti dirinya, saat ia begitu mencintai pria itu.
*****
Bian sampai di rumahnya. Sesampainya di dalam kamar, ia kembali menangis. Menangisi kebodohannya karena sudah menyia-nyiakan perempuan sebaik Alea.
'Haruskah aku menyerah sekarang?'
'Tidak. Aku tidak akan menyerah! Aku yakin, kau juga masih mencintaiku, Alea.'
Bian memejamkan matanya, mengulang kembali kejadian di taman tadi.
'Aku tidak akan menyerah. Aku akan berjuang sekali lagi untuk mendapatkan hatimu kembali Alea ....'
'Dulu, kau begitu bersikeras untuk mendapatkan cinta dariku Alea, dan sekarang, aku pun akan melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan dulu. Tidak menyerah untuk mendapatkan hatiku, meski berkali-kali aku melukaimu.'
Aku tidak akan menyerah!
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya kakak ² 🙏🙏🙏