
Alea yang masih berdiri mematung tersadar dari lamunannya saat mendengar suara teriakan Bella. Perempuan itu dipaksa keluar dari pesta. Begitupun kedua orang tuanya. Di belakang mereka, kelima anak buah mereka juga menyusul diikuti oleh lima orang berseragam polisi yang mengawal mereka. Mereka semua adalah gerombolan penipu yang sudah lama dicari polisi.
Kenzo memerintahkan anak buahnya untuk mengamankan situasi. Kenzo bahkan menyuruh anak buahnya untuk memeriksa ponsel masing-masing tamu undangan yang tadi sempat sengaja merekam kejadian beberapa menit lalu. Para tamu undangan yang rata-rata dari kalangan elit itu hanya menurut saja, saat ponsel mereka diperiksa. Kejadian hari ini adalah kejadian yang sangat langka.
Mereka tidak menyangka seorang pengusaha besar seperti Adiguna rela melakukan hal yang beresiko seperti ini. Mengacaukan pesta pernikahan putranya sendiri hanya untuk menangkap penjahat? Itu adalah hal gila yang pernah dilakukan oleh pengusaha kelas kakap sekelas Adiguna. Padahal, mereka bisa saja melenyapkan musuh-musuh mereka hanya dengan mengedipkan mata.
Setelah situasi kembali kondusif, semua orang kembali bersiap untuk melanjutkan acara.
Anita dan Rajasa mendekati Alea yang masih terlihat terkejut dengan apa yang sudah terjadi. Perempuan itu terlihat masih berdiri mematung di tempatnya.
"Sayang, ayo kita ke sana." Anita menunjuk ke arah Kenzo yang sedang duduk bersama keluarganya di depan penghulu.
Sementara Alea masih terdiam tak beranjak. Kedua netranya bertemu pandang dengan Kenzo.
'Bella ... game over!'
Kata-kata Kenzo terngiang di telinganya.
"Sayang, ayo!" Anita dan Rajasa menggandeng tangan Alea. Mereka bertiga melangkah mendekati Kenzo dan keluarganya. Alea masih terdiam saat keluarganya menggandeng tangannya mendekati Kenzo. Rania dan Chandra tersenyum melihat Alea, sedangkan Kenzo menatap Alea penuh dengan kerinduan.
Kedua mata Kenzo menatap Alea tak berkedip. Sementara Alea hanya melirik pria itu sekilas, wajahnya masih terlihat datar tanpa senyum di bibirnya. Alea sepertinya belum sadar sepenuhnya.
"Ma, apa yang terjadi?" ucap Alea tampak kebingungan.
"Nanti saja Mama jelasin. Lebih baik sekarang kamu bersiap, sebentar lagi proses ijab kabul dimulai."
"Tapi, Ma ...."
Anita tak menghiraukan ucapan Alea. Perempuan itu kemudian menggandeng tangan Alea mendekati kenzo.
Setelah keduanya duduk berdampingan, Pak Penghulu memulai prosesi ijab kabul.
__ADS_1
"Kenzo Luiz Adiguna, engkau aku nikahkan dan kawinkan dengan Alea Karenina Rajasa binti Rajasa Yudistira yang wali bapaknya telah berwakil kepadaku dengan mas kawin xxx dibayar tunai!"
"Aku terima nikah dan kawinnya Alea Karenina Rajasa binti Rajasa Yudistira dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" Kenzo dengan lancar mengucapkan kalimat ijab kabul sambil menjabat tangan Pak Penghulu.
"Bagaimana para saksi?"
"Sah?"
"Sahh ...!"
Kenzo bernapas lega saat semua orang berteriak 'Sah' dan jabatan tangan Pak Penghulu terlepas. Kenzo menatap perempuan di sampingnya yang masih terdiam.
"Sayang, apa kau tidak bahagia menikah denganku?" Alea hanya menatap datar pada Kenzo. Perempuan itu masih mencerna apa yang terjadi.
Kenzo memasangkan cincin di jari Alea, tetapi Alea dengan ragu menerimanya.
"Ini adalah cincin yang kita pesan waktu itu untuk pernikahan kita, apa kau tidak ingat kalau kau sendiri yang membuat desainnya?" bisik Kenzo, saat dirinya menangkap keraguan di mata Alea.
Alea menatap Kenzo dengan tatapan tak percaya.
Kenzo mengecup kening Alea, kemudian Alea meraih tangan Kenzo kemudian mencium punggung tangan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
Tangis Alea pecah saat dia mencium punggung tangan Kenzo. Sepertinya, perempuan itu baru tersadar dari keterkejutannya.
Kenzo melepaskan tangannya dari genggaman Alea, kemudian meraih tubuh perempuan itu ke dalam pelukannya.
"Maafkan aku, Sayang, maaf! Maafkan aku sudah membuatmu menangis selama ini." Alea semakin menangis mendengar ucapan Kenzo.
"Kau jahat! kenapa kau ingin menikah dengannya?" Alea memukul-mukul dada Kenzo.
"Kau jahat! Kau jahat, Ken, aku membencimu!"
__ADS_1
"Sayang ... siapa yang ingin menikah dengannya? Aku baru saja menikah denganmu. Apa kau tidak sadar kalau aku baru saja mengucapkan ijab kabul di depan Penghulu? Kita sudah menikah, Sayang," ucap Kenzo sambil membelai rambut Alea.
"Tapi aku tidak mau menjadi pengantin pengganti. Kau menikah denganku karena perempuan itu ditangkap polisi bukan?" Alea mendongakkan kepalanya, menatap Kenzo dengan air mata mengalir di pipinya.
"Kau bukan pengantin pengganti, Sayang. Dari awal pernikahan ini adalah milikmu, milik kita. Apa kau tak melihat di sekelilingmu?' Kenzo mengedarkan pandangannya ke seluruh area resepsi pernikahan itu.
"Bukankah semua hiasan di dalam pesta pernikahan ini, persis sama seperti pernikahan impian kita? Kamu masih ingat bukan, apa saja yang kau inginkan saat kita mengadakan resepsi pernikahan kita nanti?"
"Ken ...."
"Sayang, pernikahan ini adalah pernikahan impian kita. Aku dan keluargaku sengaja mempersiapkan resepsi pernikahan ini untuk kita. Untuk masalah Bella, nanti saja aku jelaskan. Sekarang, sebaiknya kita bersiap untuk acara selanjutnya." Kenzo kembali memeluk Alea. Memberikan waktu pada perempuan itu untuk menumpahkan segala isi hatinya lewat air mata.
Rania dan Chandra menitikkan air matanya, begitupun dengan Anita dan Rajasa. mereka sangat terharu dan merasa bahagia saat melihat anak mereka akhirnya menikah.
"Setelah banyak ujian dan rintangan yang mereka hadapi, akhirnya mereka menikah juga," ucap Anita pada Rajasa. Air mata mengalir di pipinya.
"Mama benar, semoga mereka bahagia." Rajasa merangkul bahu Anita, kemudian memeluknya.
Tak jauh berbeda dengan Anita, Rania pun menangis haru di pelukan Chandra.
Tangis mereka kembali pecah saat Alea dan Kenzo meminta restu sambil bersimpuh di hadapan mereka.
"Semoga kalian bahagia, Nak."
Kedua orang tua Alea dan Kenzo menangis haru dan merasa lega setelah Alea dan Kenzo resmi menjadi pasangan suami istri.
Melihat suasana yang begitu mengharukan, membuat beberapa tamu undangan ikut menangis haru. Mereka tidak menyangka, kalau putra sang pewaris tahta Adiguna itu memiliki kisah cinta yang rumit dan penuh tantangan.
Semenjak awal, semua tamu undangan itu memang sudah mengetahui kalau Kenzo akan menikah dengan Alea, karena dalam kartu undangan mereka memang tertulis jelas nama Kenzo dan Alea. Mereka berdua adalah pasangan sangat serasi. Sama-sama anak dari pengusaha sukses. Mereka pikir, awalnya mereka berdua itu dijodohkan, tetapi setelah melihat insiden tadi, mereka baru tahu kalau Alea dan Kenzo adalah dua orang yang saling mencintai.
Namun, di antara mereka memang ada yang mendapatkan undangan yang berbeda. Undangan itu khusus untuk teman-teman Bella dan keluarganya. Keluarga Kenzo memang sudah merencanakan semuanya dari awal. Mereka sengaja ingin menjebak Bella dan keluarganya. Dari awal Kenzo mencurigai Bella dan mulai menyelidiki tentang perempuan itu, mereka akhirnya tahu seberapa bahaya Bella dan keluarganya.
__ADS_1
Mereka langsung bekerja sama dengan aparat kepolisian saat mengetahui kalau Bella dan keluarganya adalah orang-orang yang termasuk dalam daftar pencarian polisi. Mereka sudah lama melakukan kejahatan dengan cara menipu korban dan mengambil alih semua hartanya. Mereka menjadi buronan setelah Bella dan keluarganya menjadi tersangka pembunuhan. Polisi sudah lama mencari mereka, tetapi mereka selalu berhasil melarikan diri.
Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya, Kakak-kakak 🙏🙏🙏