MATI RASA

MATI RASA
Part 131 Game Over


__ADS_3

"Aku terima nikah dan kawinnya Alea Karenina Rajasa binti Rajasa Yudistira dengan mas kawin tersebut tersebut dibayar tunai!" Kenzo dengan lancar dan suara lantang mengucapkan kalimat ijab kabul.


Alea tercengang, menatap pria itu.


"Kenzo!" Bella berteriak kaget.


"Ken! Kenapa kau menyebutkan nama perempuan itu di kalimat ijab kabul tadi?" Bella meradang sambil menatap Kenzo tak percaya.


"Kau juga! Kenapa kau bisa salah menyebut namaku?" Bella berteriak sambil menunjuk ke arah Pak Penghulu yang terlihat santai tanpa rasa bersalah. Pria paruh baya itu kemudian memeriksa kembali dokumen yang sudah dipersiapkannya sebelum proses ijab kabul dengan teliti.


"Tidak ada yang salah, di semua dokumen ini memang tertera nama Alea Karenina Rajasa sebagai sang mempelai pengantin perempuan," ucap Pak Penghulu sambil memperlihatkan semua dokumen itu pada Bella. 


Bella kemudian membaca nama yang tertera pada buku nikah yang diberikan Pak Penghulu.


Kedua mata Bella melotot kaget saat membuka buku itu. Di sana dengan jelas tertulis nama Alea Karenina, foto Alea bahkan terpajang dengan cantik di sebelah foto Kenzo yang terlihat sangat tampan.


"Kenzo! apa-apaan ini? Kenapa semua dokumen pernikahan ini berisi nama dan foto perempuan itu?" Bella menatap ke arah Kenzo dengan murka. Sementara Kenzo hanya tersenyum.


"Bella, Game Over!"


"Apa?" Bella menatap Kenzo tak percaya.


"Kau pikir aku benar-benar akan menikah denganmu?" Kenzo berdecih.


"Kau! Apa maksudmu, Ken?" Bella menatap Kenzo dengan amarah yang mulai memuncak.


"Maksudmu, kau hanya membohongiku? Pernikahan ini ...."


"Ya! Kau benar. Aku membohongimu. Resepsi pernikahan ini bukanlah resepsi untuk pernikahan kita, tapi untuk pernikahanku dengan Alea!" Kenzo menatap Alea yang berdiri mematung di tempatnya. Sepertinya, perempuan itu belum sadar dengan apa yang sudah terjadi.


"Kau!" Bella menggelengkan kepalanya, " Tidak mungkin! Kau pasti berbohong kan? Jelas-jelas pernikahan ini adalah pernikahan kita, nama yang tertera di kartu undangan juga nama kita berdua dan kau lihat, di pintu masuk itu bahkan tertera nama kita, Kenzo dan Bella!" Bella berteriak histeris. Dia benar-benar merasa tidak terima karena Kenzo sudah mempermalukannya. Bagaimana mungkin, pesta pernikahan itu milik Alea, sedangkan selama ini yang mengurus tentang pernikahannya adalah dirinya. Bella bahkan ditemani oleh Kenzo saat mereka mendaftarkan pernikahan mereka di KUA, dia juga yang menyerahkan semua berkas miliknya yang menjadi syarat untuk melakukan pernikahan.


Bella menatap ke arah teman-temannya yang saat ini sedang menertawakan dirinya. Padahal tadi dia baru saja pamer dan menyombongkan diri kepada mereka bahwa dia akan menikah dengan pengusaha terkenal dan tampan seperti Kenzo.


Bella memang sengaja mengundang teman-temannya agar mereka semua hadir di acara pernikahannya dengan Kenzo. Perempuan itu ingin memperlihatkan kepada teman sosialitanya kalau dirinya saat ini akan menikah dengan pengusaha kaya.


Namun, keadaan kini berbalik. Bella tidak menyangka kalau ternyata Kenzo mempermainkannya. Bella masih menatap Kenzo dengan marah. Sementara, Sarah dan Rudi terlihat sangat terkejut dengan apa yang terjadi.


"Apa kau sungguh mengira kalau pesta pernikahan ini adalah milikmu? Apa kau tak melihat? Lihatlah di seluruh ruangan ini. Apa ada namamu di sana?" Kenzo menunjuk ke seluruh ruangan. Sementara kedua mata Bella mengikuti arah yang ditunjuk Kenzo.


Kedua matanya membola, saat melihat kenyataan yang saat ini dilihatnya. Semua tulisan yang tadinya menunjukkan kalau mempelai pengantinnya adalah dirinya dan Kenzo, kini berubah menjadi nama Kenzo Luiz Adiguna dan Alea Karenina Rajasa. Bella mengepalkan tangannya, mukanya terlihat merah padam.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kalau kau ternyata sangat licik, Ken!" Bella berteriak sambil menatap Kenzo dengan marah. 


"Kau sungguh sangat licik! Aku sudah memberikan semua rekaman video itu padamu, dan sekarang, kau malah membatalkan pernikahan kita?"


"Licik? Apa kau tidak sadar siapa yang licik?" Kenzo menatap Bella dengan nyalang.


"Orang licik sepertimu memang pantas dibalas dengan kelicikan juga, dan satu lagi, bersiaplah untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu dan orang tuamu!" ucap Kenzo menahan amarahnya. Pria itu teringat dengan perbuatan licik Bella yang menghalalkan segala cara untuk menghancurkan hubungannya dengan Alea, dan juga mencuri semua dokumen miliknya.


Sarah dan Rudi yang tidak kalah terkejut dengan Bella, menatap Kenzo dengan marah. Mereka berdua merasa tertipu mentah-mentah oleh Kenzo dan keluarganya.


"Kalian sangat keterlaluan! Apa kalian memang sengaja mempermalukan kami?" teriak Rudi pada Kenzo.  


"Kau harus ingat, Kenzo, kami masih punya salinan rekaman video itu!"


Bella menatap Rudi dengan kaget.


"Benarkah, Pa? Papa masih menyimpan rekamannya?" ucap Bella dengan mata berbinar.


"Tentu saja. Aku masih menyimpannya. Rekaman video itu Papa kasih sama Alex untuk jaga-jaga." Rudi dengan senyum kemenangan menatap Kenzo. Alex adalah orang kepercayaan Rudi.


"Apa kau dengar, Ken? Rekaman itu masih ada pada kami, jadi sebaiknya kau jangan macam-macam!" Sarah yang sedari tadi terdiam ikut bicara.


"Apa kalian pikir selama ini aku takut pada kalian hanya karena rekaman video itu? Apa kalian lupa siapa aku dan keluargaku? Jangankan melenyapkan sebuah rekaman video, kami bahkan bisa melenyapkan kalian semua jika kami mau!"


Sarah dan Rudi menelan salivanya. Sementara Bella seolah belum menyadari arti dari ucapan Kenzo. Perempuan itu masih menatap Kenzo dengan senyumnya.


"Selama ini aku menuruti kalian karena aku ingin mengumpulkan semua bukti kejahatan kalian, kalian harus bertanggung jawab atas semua kejahatan yang kalian lakukan!"


"Apa?!" 


Mereka bertiga terlihat kaget saat mendengar ucapan Kenzo.


Sementara Kenzo tersenyum tipis.


"Bawa mereka semua keluar dari pesta ini, mereka bertiga tidak pantas berada di sini!"


"Kau!" 


"Kenzo! Kau harus ingat, kami masih punya rekaman itu!" Bella berteriak keras saat tiba-tiba beberapa pria berbadan kekar menghampiri mereka. 


"Pa! Cepat suruh orang-orang Papa menyebarkan video itu!"

__ADS_1


Kenzo tersenyum mendengar teriakan Bella.


"Apa yang kau maksud dengan orang-orang papamu itu adalah mereka?" Kenzo menunjuk ke arah beberapa orang yang saat ini sedang menatap ke arah mereka. Kelima orang itu menatap ke arah Rudi dan Sarah. Kedua tangan mereka terikat borgol, sedangkan di belakang mereka berdiri beberapa orang pria berseragam polisi.


Sarah, Rudi dan juga Bella sangat terkejut saat melihat orang-orang kepercayaannya berada di sana.


     


"Alex?" ucap mereka berbarengan. Mereka tidak menyangka kalau Alex dan anak buahnya berada di sana, dengan tangan terikat borgol dan dijaga oleh beberapa orang polisi.


Ketiga pria itu menghampiri Bella dan kedua orang tuanya. Saat Bella dan kedua orang tuanya menolak untuk dibawa keluar, salah satu di antara mereka mengeluarkan kartu anggota mereka. Ternyata mereka bukanlah orang-orang Kenzo, melainkan polisi yang menyamar.


"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah!" Bella berteriak histeris, begitupun dengan Sarah. Mereka terus meronta dan berteriak.


"Lepaskan aku! Aku tidak bersalah! Aku bahkan tidak melakukan kejahatan apapun. Aku hanya ingin menikah!" Bella terus berteriak.


"Kenzo! Ken! Kenzo!"


Bella menatap Kenzo dengan tatapan tak percaya. 


"Terima kasih karena Anda mau membantu tugas kami untuk menangkap mereka." Seorang pria berseragam polisi mendekati Kenzo.


"Sama-sama, Pak. Mereka bertiga harus mempertanggung jawabkan perbuatan mereka." 


"Sekali lagi, terima kasih atas kerja samanya." Petugas itu menjabat tangan Kenzo. Kemudian mereka pergi meninggalkan acara itu. Sambil membawa Bella dan keluarganya. Bella masih berteriak dan tidak terima saat para petugas itu membawa mereka meninggalkan pesta itu.


“Lepaskan aku!”


“Aku hanya ingin menikah dengan Kenzo, lepaskan aku!”


“Ken! Kenzo!”


'Sial!'


Bella dan keluarganya tidak menyangka kalau petualangan mereka menipu orang akan berakhir di sini. Selama ini mereka selalu berhasil kabur dan lepas dari jeratan polisi. Sebelum mereka masuk ke dalam keluarga Kenzo, mereka sudah terlebih dahulu menipu pengusaha kaya dan menggasak semua harta bendanya. Bukan hanya aset saja yang mereka curi, mereka bahkan tega membunuh anak dan istri korban hanya demi menguasai harta si pengusaha kaya raya tersebut.


‘Game over … permainanmu sudah berakhir, Bella!’


Yang suka ceritanya, jangan lupa like, koment, dan votenya ya, Kakak-kakak 🙏🙏🙏


 

__ADS_1


__ADS_2