MATI RASA

MATI RASA
Part 117 Mencoba Menjelaskan


__ADS_3

Tapi gara-gara kebodohanmu, saat ini mungkin kau akan benar-benar kehilangan, Alea, Kenzo.Karena perempuan itu sudah mengirimkan video rekaman itu pada Alea.


"Apa?" seru Kenzo terkejut. Ia menatap Anita tak percaya.


"Mama bilang apa? Alea sudah melihat rekaman di video itu?"


Anita mengangguk pelan. Raut wajahnya berubah gelisah.


"Seharusnya kau menceritakan pada Alea sebelumnya, biar dia tidak salah paham.” Anita ikut prihatin.


Anita ingat saat tadi dirinya memeluk Alea dan ponsel Alea langsung berdering. Awalnya Alea tidak mempedulikannya, tetapi saat ponselnya menandakan pesan masuk, Alea mau tak mau membukanya karena penasaran. Apalagi, pesan itu dari nomor yang tak dikenal.


Saking penasaran, Alea langsung membuka pesan itu. Wajahnya langsung berubah pucat saat Alea baru saja membuka pesan yang ternyata berupa pesan video. Ponsel di tangannya hampir saja terjatuh, kalau saja Anita tidak memegangi tangan Alea. Anita yang penasaran langsung mengambil ponsel dari tangan Alea.


Anita menutup mulutnya karena kaget saat melihat video yang baru saja terkirim di ponsel Alea. setelah itu, Alea kembali menangis tersedu-sedu. Ia tidak menyangka kalau Bella malah sengaja mengirim video itu kepadanya.


Hati Alea benar- benar sakit saat melihat video itu. Tidak disangka, Kenzo yang selama ini dicintainya ternyata tega berbuat keji padanya. Melihat Alea yang masih terlihat syok, Anita dengan cepat membawa Alea ke kamarnya. Hati Anita mencelos, melihat putri kesayangannya menangis dan terlihat begitu menyedihkan, Anita merasakan sakit di hatinya.


“Alea pasti sangat terpukul dan sangat terluka dengan apa yang sudah kau lakukan, Ken. Saat ini, perasaan dia pasti sangat hancur.” Anita menatap Kenzo yang terlihat berkaca-kaca, pria itu meneteskan air matanya.


“Ma, aku sungguh tidak melakukan apapun. Aku dijebak. Semua yang ada dalam video itu hanyalah rekayasa Bella untuk memfitnahku, Ma,” ucap Kenzo dengan air mata yang mengalir di pipinya. Pria itu memang selalu berubah cengeng jika sudah menyangkut soal Alea.

__ADS_1


Kenzo begitu mencintai Alea, ia begitu takut kehilangan perempuan itu.


“Aku harus bertemu dengan Alea dan menjelaskan padanya kalau aku tidak melakukan apapun seperti yang terlihat dalam video itu, Ma. Aku ingin ketemu Alea sekarang juga, aku tidak mau kehilangan Alea, aku mencintainya, Ma, aku mencintainya.” Kenzo memeluk Anita dan tanpa malu menumpahkan tangisannya dipelukan calon ibu mertuanya itu.


sementara Anita ikut menangis. Keraguannya tentang Kenzo saat melihat video itu, musnah sudah. Anita sangat yakin kalau Kenzo memang sangat mencintai Alea. Hanya saja, terlalu banyak rintangan yang harus mereka berdua hadapi.


Baru saja selesai masalah Marsha dan Bian, kali ini mereka harus kembali menghadapi masalah yang sama, yaitu orang ketiga. Anita berharap, semoga saja mereka berdua bisa melalui ujian cinta mereka. Meski berat, Anita tetap berharap, kalau Kenzo lah yang akan menjadi menantunya. Pria itu selama ini sangat mencintai Alea dan selalu menjaga Alea dengan baik.


“Kamu harus sabar, mungkin kali ini tidak akan mudah bagimu untuk membujuk Alea, karena Alea sudah terlanjur sakit hati dan tak mempercayaimu lagi. Tapi, kau tidak boleh menyerah. kau harus membuktikan pada Alea kalau kau tidak bersalah. Selesaikan urusanmu dengan perempuan itu, secepatnya. Perempuan itu harus membayar setiap tetes air mata yang dikeluarkan oleh Alea hari ini.”


Kenzo mengepalkan kedua tangannya dengan erat saat Anita menyebut tentang Bella.


*****


‘Ken, kenapa kau harus menjanjikan sesuatu yang tak bisa kau tepati?’


‘Kenapa justru di saat aku begitu mempercayaimu, kau begitu tega mengkhianatiku?’


Alea menutup wajahnya dengan kedua tangannya. ia masih terus menangis. Hatinya, bagai ditusuk ribuan jarum saking sakitnya. Alea tidak menyangka kalau dirinya harus kembali merasakan yang pernah ia rasakan saat bersama dengan Bian dulu. Merasakan sakitnya dikhianati oleh orang yang kita cintai.


‘Kau sudah berjanji padaku kalau tidak akan pernah membuatku menangis, bukan? Tapi kenapa? Apa salahku padamu, Ken? Kenapa kau begitu tega melakukan semua itu dengan perempuan lain?’

__ADS_1


Alea memegangi dadanya yang terasa sesak. Rasa nyeri mengalir sedikit demi sedikit ke seluruh ruang hatinya. Alea terus menangis dengan posisi meringkuk di atas ranjang.


Kenzo melangkah dengan tergesa menuju kamar Alea. Dirinya benar-benar sudah tidak sabar untuk menemui Alea. Kenzo ingin menjelaskan pada Alea kalau dirinya tidak bersalah. Kenzo ingin Alea tahu, kalau ia dijebak oleh Bella. Perempuan licik yang ingin menghancurkan hubungannya dengan Alea. Bukan hanya ingin menghancurkan hubungannya dengan Alea, tetapi perempuan itu juga ingin menghancurkan bisnisnya. Bisnis restoran yang ia bangun dari nol tanpa campur tangan kedua orang tuanya.


Beruntung Kenzo mencurigai Bella dari awal, kalau tidak, mungkin saat ini Kenzo sudah kehilangan separuh kerajaan bisnisnya. Karena perempuan licik itu dengan diam-diam sudah mencuri beberapa dokumen penting milik Kenzo. Untung saja, Bagas sang asisten bergerak cepat mengganti semua dokumen itu dengan dokumen palsu.


Hanya saja, Kenzo lupa tidak memberitahukannya lebih awal pada Alea siapa Bella sebenarnya. Hingga akhirnya, terjadi masalah sebesar ini.


“Alea!” seru Kenzo sambil mengetuk pintu kamar Alea.


“Sayang, buka pintunya. Aku mohon, aku ingin kita bicara. Kau harus mendengar semua penjelasanku, Alea! Apa yang kau lihat dalam video itu tidak benar. Aku sungguh-sungguh tidak melakukan apapun dengan Bella!”


Kenzo masih mengetuk pintu dengan sabar. Kenzo tahu, tidak akan mudah membujuk Alea kali ini.


“Sayang, aku mohon buka pintunya. kita harus bicara!” Kenzo meremas rambutnya dengan kasar. Namun, tak menghentikan tangannya untuk terus mengetuk pintu. Dalam hati Kenzo, ia mengumpat dan mengutuk habis-habisan perempuan licik bernama Bella yang sudah membuatnya bertengkar dengan Alea.


‘Sialan, kau, Bella! Dasar brengsek! Perempuan ******! Setelah ini, aku pastikan kau akan membayar dengan setimpal!’


“Alea! Sayang!” Kenzo masih terus memanggil nama Alea meski Alea tidak menjawabnya sama sekali.


Sementara di dalam kamar, Alea masih terus menangis. Mendengar suara Kenzo hanya membuatnya mengingat kembali apa yang sudah Kenzo lakukan dengan Bella dalam kamar hotel.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, koment dan Votenya ya, kakak-kakak ….


__ADS_2