MATI RASA

MATI RASA
Part 110 Sekretaris Baru


__ADS_3

Kenzo dan Alea masih berbaring di atas ranjang sambil berpelukan. Kali ini mereka hanya berpelukan, tidak ada yang lain. Meskipun sebenarnya Kenzo sangat menginginkannya, tapi ia tidak mau memaksa Alea untuk melakukannya. 


"Kau tidak ingin menceritakan apapun padaku?" Kenzo membelai rambut Alea dengan penuh kasih sayang.


"Memangnya aku harus menceritakan apa? Menceritakan tentang kekesalan aku karena kau tidak menghubungiku sama sekali?" Alea mengerucutkan bibirnya.


"Maafkan aku, sayang. Aku pikir kau tidak menghubungiku, jadi aku sengaja tidak menghubungimu sama sekali, meski aku sangat ingin," ucap Kenzo lembut. Ia sungguh sangat menyesal. Seharusnya ia tidak menuruti kata-kata Bella.


"Kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa pesan-pesan ku tidak sampai ke nomor ponselmu?" tanya Alea penasaran.


Kenzo terdiam, ia pun sebenarnya merasa heran. Kenapa semua pesan dan panggilan telepon dari Alea tidak ada satupun yang tampak di layar ponselnya? Padahal setiap hari Kenzo pasti mengecek ponselnya. Ia tidak pernah ketinggalan melihat dan memeriksa ponselnya. Setiap hari, Kenzo bahkan mengharapkan pesan ataupun panggilan telepon dari Alea.


"Apa mungkin ada yang menghapus semua pesan-pesanku di ponselmu? Nggak mungkin kan semua pesan dan laporan panggilan dariku bisa  hilang begitu saja?" Alea merapatkan pelukannya. Mendongakkan kepalanya, dan sejenak memejamkan matanya saat bibir Kenzo mendarat di bibirnya.


"Apa kau mencurigai seseorang?" tanya Alea, saat ia melihat Kenzo seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku hanya menitipkan ponselku pada sekretarisku." 


"Sekretaris? Kau punya sekretaris?"Alea menatap Kenzo heran.


"Sejak kapan kau punya sekretaris?"


"Sejak sebulan yang lalu, sayang," ucap Kenzo sambil membelai rambut Alea.


"Apa dia seorang perempuan cantik?"


"Bagiku, kamu adalah orang paling cantik sedunia."


Alea terkekeh mendengar gombalan dari Kenzo. Tangannya yang sedari tadi mengusap punggung Kenzo beralih ke pinggang, menghadiahkan satu cubitan. Kenzo meringis merasakan perih.


"Namanya Bella, anak sahabatnya Mama. Saat aku masih kecil, kami tetanggaan. Tapi setelah kita remaja dia pindah keluar kota," jelas Kenzo menangkup wajah Alea kemudian kembali mencium bibir Alea yang menggodanya sedari tadi.


"Apa kau cemburu?" Kenzo menatap Alea dengan senyum manis di bibirnya.


"Memangnya kau tidak ingin aku cemburu?" Alea memajukan bibirnya dengan kesal. 


"Dia hanya sekretarisku, tidak lebih. Kau harus percaya padaku."


"Aku percaya padamu, tapi aku tidak percaya sama dia."


"Kau bahkan belum melihatnya, dia orang yang baik. Nanti, aku akan mengenalkannya padamu." Kenzo kembali memeluk Alea dengan erat, kemudian menghadiahi berkali-kali ciuman di pucuk kepala Alea.


"Aku mencintaimu."


"Hmm …."


Mereka berdua saling melepas rindu dengan bercerita sepanjang malam, hingga akhirnya mereka pun terlelap.

__ADS_1


******


"Masuk!" ucap Kenzo saat mendengar suara ketukan pintu.


Seorang perempuan cantik berambut panjang bergelombang berwarna coklat, masuk ke dalam ruangan Kenzo sambil membawa beberapa dokumen penting di tangannya. Perempuan itu kemudian menyerahkan beberapa dokumen itu pada Kenzo.


"Saya butuh tanda tangan, Bapak." Perempuan itu menatap penuh kekaguman pada Kenzo saat Kenzo sedang menanda tangani beberapa dokumen yang ia berikan.


"Saat kemarin aku menitipkan ponselku padamu, apa kau tidak melihat satu pesan pun yang masuk ke dalam ponselku?" Kenzo berkata tanpa melihat ke arah perempuan itu. Karena dirinya sibuk membolak-balik dokumen yang sedang ia tanda tangani. 


"Dia sama sekali tidak menghubungiku. Dia bahkan tidak mengirim satu pesan pun padaku. Menurutmu, apa dia benar-benar mencintaiku?" Kenzo mendongak, meneliti ekspresi wajah cantik Bella.


"Entahlah, Pak. Tapi kalau menurut pengalamanku, kalau dia memang mencintai Bapak, dia pasti akan segera menghubungi Bapak. Bukankah kalian sudah seminggu ini tidak bertemu? Seharusnya dia juga merindukan Bapak bukan?" Kedua mata Bella berbinar. Ia ingin kembali menghasut Kenzo, tetapi Kenzo malah menyuruhnya keluar dari ruangannya.


"Bapak jangan lupa, siang ini kita ada jadwal makan siang dengan  Pak Seno." Bella menundukkan kepalanya, kemudian melangkah pergi dengan senyum mengembang di bibirnya.


Sementara Kenzo menatap punggung perempuan itu sambil mengepalkan tinjunya. Kenzo meraih ponselnya, kemudian menghubungi seseorang.


"Awasi perempuan itu!"


Kenzo memberikan perintah kemudian menutup panggilan teleponnya secara sepihak.


Kenzo menghembuskan nafas panjang. Sepertinya, kisah cintanya dengan Alea terlalu banyak rintangannya. Baru saja selesai masalah Marsha, kini sudah datang lagi masalah baru.


*****


Alea sudah sampai di depan restoran, saat netranya menangkap tubuh tegap Kenzo berjalan beriringan dengan seorang perempuan cantik di sebelahnya. 


Kenzo tampak sedang tertawa sambil sesekali melirik ke arah perempuan itu. Alea sejenak terpaku, ia belum pernah melihat Kenzo sehangat itu dengan perempuan manapun selain dengan dirinya. Selama ini, Alea sangat tahu kalau Kenzo selalu bersikap dingin dengan perempuan manapun kecuali dengan dirinya dan keluarganya. Namun, yang terlihat saat ini seperti bukan Kenzo yang selama ini Alea kenal.


"Ken!" 


Kenzo menengok ke arah suara. Senyum manis tersungging di bibirnya.


"Sayang, kau datang?" Kenzo mendekati Alea kemudian memeluk perempuan cantik itu. Sementara di belakang Kenzo, Bella mengepalkan kedua tangannya erat.


"Apa kau sibuk hari ini?" Alea menatap Kenzo sambil melirik ke arah Bella.


"Aku ada pertemuan dengan klien, sekalian makan siang bersama." Kenzo tersenyum sambil mengusap rambut Alea.


"Dengan dia juga?" Alea menunjuk ke arah Bella.


"Iya, sayang. Dia sekretaris aku."


"Oh ... sekretarismu sangat cantik, pantas saja selama seminggu ini kau tidak menghubungiku sama sekali. Apa kau tidak ingin mengenalkannya padaku?" Alea menatap Kenzo, ada rasa cemburu yang terselip di hatinya.


Kenzo tersenyum sambil mengacak-acak rambut Alea gemas. Kemudian ia menoleh ke arah Bella.

__ADS_1


"Bell, kemari." Bella tersenyum manis, mendekati Kenzo dan Alea.


"Kenalkan, ini Alea, dia adalah orang yang sangat spesial buat aku." Kenzo tersenyum menatap Alea.


Sementara Bella mengulurkan tangannya, yang langsung disambut oleh Alea.


"Bella, sekretaris Pak Kenzo sekaligus sahabatnya dari kecil," ucap Bella menampilkan senyum terbaiknya.


"Alea." 


Alea juga menyunggingkan senyum manisnya. Perempuan itu terlihat sangat cantik membuat Bella merasa iri. Bella menatap Kenzo yang begitu mesra memperlakukan Alea. Pria itu saat ini sedang menatap Alea penuh cinta, sambil mengusap rambutnya.


'Bukankah mereka sedang bertengkar? Kenapa tiba-tiba sekarang mereka terlihat begitu mesra?'


'Apa jangan-jangan, Kenzo sudah tahu kalau perempuan itu selama beberapa hari ini selalu mengiriminya pesan?'


'Pantas saja, saat di ruangannya tadi, Kenzo sempat menanyakan tentang ponselnya.'


Bella mengepalkan tangannya erat, menahan gejolak di dadanya.


"Maaf, Pak Kenzo. Sebaiknya kita bergegas, saat ini Pak Seno pasti sedang menunggu kita," peringat Bella sambil tersenyum sopan.


Kenzo menganggukkan kepalanya, kemudian kembali menatap ke arah Alea.


"Sayang, aku pergi dulu, ya. Kau mau tetap di sini setelah makan siang, atau mau langsung pulang?"


"Kalau kerjaan kamu lama, aku pulang saja."


"Baiklah! Terserah kau saja. Aku pergi dulu." Kenzo mengecup kening Alea kemudian menyambar bibir Alea sebentar, membuat Alea memekik kaget dengan wajah bersemu merah.


"Kau ini, benar-benar." Alea mencubit lengan Kenzo menahan malu.


"Aku mencintaimu."


Kenzo kembali mengecup kening Alea.


"Sebaiknya kau tunggu di ruanganku, nanti aku segera kembali setelah urusanku selesai." Kenzo mengusap kepala Alea kemudian melangkah pergi sebelum Alea sempat mengatakan sesuatu.


Sementara Bella langsung mengikuti langkah Kenzo, mencoba mengejar pria itu dan mensejajarkan langkahnya.


Hatinya remuk redam saat mengingat apa yang dilakukan Kenzo terhadap Alea beberapa saat yang lalu.


.


.


Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya kakak ²🙏🙏🙏

__ADS_1


 


__ADS_2