MATI RASA

MATI RASA
Part 38 Mencari Alea


__ADS_3

Rasanya jantung Bian terasa berhenti berdetak saat mendengar semua penjelasan dari Dokter Irfan.


Alea hampir kehilangan nyawanya karena dia, Alea bahkan kehilangan calon bayinya karena dia.


"Alea ... maafkan aku." Bian terisak tanpa rasa malu di depan Dokter Irfan.


"Penyesalan memang selalu datang terlambat, saya tidak tahu apa alasan Anda melakukan KDRT, tapi saya ikut prihatin melihat keadaan istri Anda. Dia masih sangat muda, seharusnya Anda sebagai suaminya melindungi dia bukan malah sebaliknya. Berdoalah, semoga istri Anda tidak sampai menuntut Anda." Bian menatap Dokter Irfan yang kini menatapnya tajam.


"Saya memang tidak mengenal istri Anda tapi, apapun alasannya, perbuatan Anda tidak bisa di benarkan. Anda bisa saja di tuntut lewat jalur hukum jika istri Anda mau." Dokter Irfan bangkit dari duduknya,


"Maaf, saya mau periksa pasien dulu, Anda boleh pergi dari ruangan saya." Bian mau tak mau bangkit dari tempat duduknya, kemudian berlalu dari ruangan Dokter Irfan. Tapi sebelum pergi, Dokter Irfan memberitahu kalau Alea di rawat di rumah sakit Allam medica.


Bian langsung bergegas setelah mengucapkan terima kasih pada Dokter Irfan. Ia segera menuju rumah sakit yang disebutkan oleh Dokter Irfan.


Sementara di rumah sakit, Alea sudah berkemas dengan Kenzo yang masih setia disampingnya. Pria itu akhirnya mengalah, saat Alea memaksa untuk pulang dan segera pergi dari rumah sakit itu.


"Aku nggak kuat bau rumah sakit Ken ...." Alea menatap penuh harap, membuat Kenzo langsung luluh dan menuruti kemauannya.


Kenzo mengingat kata-kata Dokter, agar tidak membuat Alea stres karena itu akan memicu traumanya.


"Jangan membuatnya stres apalagi membuatnya bersedih, buat dia tersenyum dan tertawa agar dia bisa melupakan kesedihannya." Nasihat Dokter saat Kenzo membawa Alea untuk di periksa.

__ADS_1


Alea duduk di kursi roda, sedangkan Kenzo berjalan di belakangnya sambil mendorong kursi roda yang didudukinya. Alea menolak saat Kenzo ingin menggendongnya, makanya Kenzo memaksa agar Alea mau menggunakan kursi roda.


"Aku tidak lumpuh Ken, aku masih bisa jalan," protes Alea.


"Pakai kursi roda, atau aku gendong sampai ke mobil." Kenzo menatap Alea yang mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, terserah kamu saja." Alea akhirnya menyerah dan menuruti Kenzo menggunakan kursi roda.


Mereka berdua sudah berada di dalam mobil. Kenzo langsung melajukan mobilnya, setelah ia membantu Alea memasang sabuk pengaman. Setelah mobil Kenzo pergi, meninggalkan rumah sakit, tidak sampai sepuluh menit kemudian, mobil Bian sampai di depan rumah sakit. Bian keluar dari mobil dengan terburu-buru. Kemudian ia berlari menuju rumah sakit.


"Istri Anda di rawat di rumah sakit Allam medica, sebaiknya Anda segera menyusul, sebelum sahabat istri Anda membawa istri Anda pergi, karena istri Anda tidak ingin bertemu dengan Anda," ucap Dokter Irfan sebelum Bian meninggalkan ruangannya.


Bian berlari sepanjang koridor rumah sakit, setelah ia mengetahui kamar rawat inap yang di tempati Alea dari bagian informasi. Setelah sampai di depan pintu kamar yang di tuju, Bian langsung membuka pintu, membuat semua orang yang ada di ruangan itu tersentak kaget karena Bian membuka pintu dengan kasar.


"Alea." Bian menerobos masuk ke dalam kamar dan mendekati Dokter yang sedang memberi tindakan pada pasien perempuan yang sedang berbaring di ranjang.


"Dokter, bagaimana keadaan is ...." Bian menghentikan ucapannya saat ia melihat kalau perempuan yang di periksa oleh Dokter itu bukanlah Alea.


"Di mana istri saya Dok?" Sang Dokter mengernyit bingung.


"Alea ... pasien bernama Alea, yang ada di kamar ini, mana dia Dok?"

__ADS_1


"Maksud Bapak, pasien yang baru masuk tadi siang?" Seorang perawat yang sedang membantu Dokter itu menimpali.


"Iya, namanya Alea, istri saya, dia baru saja mengalami keguguran." Bian dengan raut wajah panik menjelaskan.


"Mohon maaf Pak, pasien yang bernama Ibu Alea baru saja pergi beberapa menit yang lalu meninggalkan ruangan ini, karena dia menolak di rawat inap."


"Apa?!" Bian berteriak kaget.


"Betul Pak, Ibu Alea sudah pulang dari tadi bersama seorang pria tampan yang menemaninya di sini. Saya pikir mereka berdua suami istri," Perawat yang satunya ikut menjelaskan dengan senyum merona saat mengingat ketampanan Kenzo.


Bian menggusar rambutnya kasar kemudian segera keluar dari ruangan itu setelah meminta maaf pada semua orang.


"Sialan! Brengsek! harusnya aku tidak percaya begitu saja sama dia, kenapa aku begitu bodoh?" Bian mengumpat dengan kesal.


"Kenzo brengsek!" Bian bergegas keluar dari rumah sakit, setelah memastikan ke bagian informasi kalau Alea benar-benar sudah keluar dari rumah sakit ini.


"Kemana kau membawa istriku Kenzo sialan!" Bian menggeram marah sambil memukul setir mobilnya, kemudian ia melajukan mobilnya dengan kencang, saat Mbok Sumi tiba-tiba meneleponnya.


"Cepetan ke rumah sakit Den, Non Amara mengamuk."


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya kakak² 🙏🙏🙏 biar tambah semangat lagi updatenya...


__ADS_2