MATI RASA

MATI RASA
Part 23 Cemburu


__ADS_3

"Jadi ini, alasanmu bersikeras meminta cerai dariku?"


"Bian." Alea menatap Bian dengan sedikit kaget.


"Berani-beraninya kau menggoda istriku!"


Tiba-tiba Bian berteriak sambil menarik kerah baju Kenzo dan langsung melayangkan tinjunya di wajah Kenzo.


"Bian!"


Kenzo yang tidak siap, langsung terjatuh hingga hampir saja menabrak pelanggan yang sedang menikmati makanannya.


"Maaf, aku tidak sengaja." ucap Kenzo, meminta maaf pada pelanggannya.


"Tidak apa-apa."


Kenzo kemudian menghampiri Bian sambil mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.


"Ken, kau tidak apa-apa?" Alea menghampiri Kenzo.


"Aku baik-baik saja jangan khawatir." Kenzo menenangkan Alea yang terlihat panik.


"Jadi ini yang kau lakukan di belakangku selama ini?" Kedua mata Bian menyorot tajam ke arah Alea. Aura gelap menyelimuti wajah Bian membuat Alea seketika membeku. Tapi kemudian ia segera mengembalikan ekspresi wajahnya.


"Memangnya apa yang ku lakukan di belakangmu?"


"Kau masih bertanya?" Bian mencengkeram bahu Alea dengan kencang. Ia benar-benar marah.


"Apa dia itu pacarmu?! apa kau diam-diam berselingkuh di belakangku?!"


"Bian, apa maksudmu?" Alea mencoba melepaskan cengkraman Bian.


"Kau salah paham, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Alea, dia sahabatku." Kenzo mencoba menjelaskan.


"Diam kau!"


"Sejak kapan kau berhubungan dengannya?" Kedua mata Bian masih menyorot tajam pada Alea.


"Bian! aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya berteman." Alea meringis sakit karena cengkraman Bian di bahunya semakin mengencang.


"Bian lepaskan!" Kenzo berusaha melepaskan cengkraman Bian.


"Apa kau mengenalku?" Bian melepaskan cengkraman tangannya kemudian mendorong Alea hingga ia hampir terjatuh, untung saja Kenzo dengan sigap menahan tubuh Alea.


"Aku tidak mengenalmu, aku hanya tahu kalau sahabatku sudah menikah denganmu."


"Sahabat?" Bian mencibir, kemudian mendekati Kenzo.


"Kau pikir aku percaya? kedua mataku bahkan melihat dengan jelas, kalau kau menatap istriku dengan tatapan memuja. Dasar brengsek!" Bian kembali memukul Kenzo.

__ADS_1


"Bian!" Alea berteriak kemudian mencoba melerai Bian dan Kenzo. Semua pengunjung yang tadinya sedang menikmati makanan mereka, langsung berkerumun karena penasaran dengan apa yang terjadi.


Para pegawai Kenzo langsung mendekati Bos mereka, dan mencoba memisahkan perkelahian Bosnya dengan Bian.


"Bian! kamu ini apa-apaan? aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa, kami hanya berteman!" Alea dengan kesal menarik tangan Bian dan menariknya keluar dari restoran.


"Alea!"


Kenzo berteriak dengan nada khawatir. Tapi Alea hanya menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan pada Kenzo kalau ia baik- baik saja.


Alea menarik Bian hingga sampai di luar restoran.


"Apa yang kau lakukan Bian, apa kau memang sengaja ingin mempermalukanku di depan umum?"


"Sudah berapa lama kau berhubungan dengannya?!"


"Apa maksudmu Bian? aku dan dia hanya berteman, tidak lebih."


"Sudah berapa lama kau berhubungan dengan dia?! jawab Alea!"


"Aku tidak punya hubungan apapun, kita hanya teman!"


"Apa dia juga sudah menyentuhmu? apa dia juga sudah menidurimu?!"


Plakk!


"Kau berani menamparku? kau pikir kau siapa? apa karena aku terlalu baik padamu akhir-akhir ini, hingga membuatmu lupa siapa dirimu Alea?" Bian mencengkeram rahang Alea, membuat Alea meringis sakit.


"Katakan padaku, sejak kapan kau mulai berhubungan dengannya?!" Bian menatap marah pada Alea, kedua matanya memerah dan rahangnya mengeras karena amarah yang mulai memuncak.


Alea menatap Bian dengan air mata yang mulai menetes di pipinya.


"Aku tidak ada hubungan apapun dengannya Bian, aku hanya berteman dengannya!"


"Jangan coba-coba membohongiku Alea, aku jelas- jelas melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kau begitu mesra dengannya!" Bian melepas cengkraman tangannya pada rahang Alea, tapi kedua matanya masih menyorot tajam ke arah Alea.


"Mesra? mesra seperti apa yang kau maksud Bian? aku hanya duduk bersamanya untuk makan siang." Alea menatap Bian.


Sebenarnya ia tidak peduli Bian percaya atau tidak padanya, Alea hanya takut Bian kembali menyiksanya seperti dulu.


"Bian!" Alea memekik kaget saat tiba-tiba Bian menggendongnya dengan paksa, kemudian memasukkannya ke dalam mobil Bian yang kebetulan terparkir tidak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Bian! kau ingin membawaku kemana?" Alea langsung panik saat Bian langsung tancap gas dan melajukan mobilnya dengan kencang.


"Bian! dengarkan aku! kenapa kau tidak mempercayaiku! aku benar-benar tidak ada hubungan apa-apa dengan dia Bian!" Bian tersenyum smirk.


"Bian!"


"Diamlah!" teriak Bian, membuat Alea terdiam seketika.

__ADS_1


Alea menatap Bian tanpa kata, nafasnya turun naik menahan sesak di dadanya.


"Lelaki tak berperasaan. Aku benar-benar muak pada diriku sendiri karena aku jatuh cinta pada lelaki seperti dia." Alea mengepalkan tangannya, tapi kedua matanya tak lepas dari Bian.


Bian menghentikan mobilnya, kemudian dengan cepat ia menarik tangan Alea keluar dari mobil.


"Kenapa kau membawaku ke sini Bian!" Alea mencoba memberontak, namun tenaganya kalah kuat. Saat ini Bian kembali membawanya ke apartemen, tempat di mana Bian memaksanya untuk melayani gairahnya.


Alea menelan salivanya, ia sadar, ia tidak bisa lari kemanapun sekarang.


Bian langsung menarik Alea ke dalam pelukannya saat ia berhasil menutup kembali pintu apartemennya.


"Kau harus membuktikan padaku, kalau laki-laki itu tidak pernah menyentuhmu Alea, " Bian langsung menyerang bibir Alea dengan bibirnya. Alea mencoba memberontak, tapi lagi-lagi ia harus menahan kecewa, karena tenaganya benar-benar tidak sebanding dengan Bian, apalagi saat Bian dalam keadaan marah seperti itu.


Bian dengan garang merobek baju bagian atas Alea, mencoba meneliti setiap jengkal tubuhnya.


"Apa yang kau cari? apa kau berharap kau menemukan tanda kalau aku sudah berhubungan dengan lelaki itu?" Alea berteriak marah, tapi percuma saja ia marah, karena Bian tidak akan berhenti hanya karena kemarahannya.


Tak puas dengan tubuh bagian atasnya, Bian kemudian melucuti pakaian Alea yang tersisa di tubuhnya. Bian kembali meneliti setiap inci tubuh Alea, dalam hatinya ia tersenyum lega.


Tidak ada satu tanda pun pada tubuh Alea yang membuktikan kalau Alea sudah berhubungan dengan pria lain.


Bian menelan salivanya, saat melihat tubuh polos Alea yang terpampang di hadapannya.


"Apa sekarang kau percaya padaku Bian?"


Alea menatap Bian dengan penuh kebencian.


"Aku baru akan percaya padamu kalau kau sudah memuaskan aku Alea ...." Bian tersenyum smirk.


"Kau Benar-Benar bajingan Bian!" Alea menggeretakkan giginya, saat melihat Bian mulai mendekatinya.


"Tapi bajingan ini adalah orang yang sangat kau cintai Alea ...." Bian berbisik lirih di telinga Alea, kemudian mendorong tubuh Alea hingga jatuh ke atas ranjang.


Tubuh Alea yang sudah polos memudahkan Bian untuk menyentuh Alea dengan leluasa. Bian melepaskan seluruh pakaiannya, kemudian mulai bermain pada tubuh Alea yang masih terus memberontak.


Tak kehilangan akal, Bian kemudian mengikat kedua tangan Alea dengan dasinya, hingga Alea tidak bisa bergerak dan meronta saat lidah Bian mulai menari di setiap inci tubuhnya.


Bian mengunci kedua kaki Alea yang terus memberontak, membukanya dengan paksa dan membuat Alea terpekik kaget dan langsung berteriak saat tiba-tiba Bian membenamkan wajahnya di sela kedua kakinya dan bermain-main di sana.


"Bian ...!! kau benar-benar brengsek! aku membencimu! aku benar-benar membencimu ...!!!"


Alea berteriak sekuat tenaga, berharap Bian mau melepaskannya, tapi harapan tinggallah harapan, karena Bian bukannya berhenti tapi malah semakin menjadi.


"Ini hukuman buatmu, karena kamu sudah membuatku cemburu ...." Bian berbisik lirih di tengah desahannya, saat ia berhasil memasuki tubuh Alea untuk yang ketiga kalinya.


.


Yang suka ceritanya, ikutin terus kelanjutannya ya, jangan lupa like, koment, n Votenya ya 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2