
Alea membaringkan tubuhnya di atas kasur, di bantu oleh Kenzo. Luka bekas cambukan dari Bian di sekujur tubuhnya mulai terasa sakit, apalagi dirinya juga baru saja mengalami keguguran.
Alea merintih, saat merasakan sakit di punggungnya dan juga di seluruh tubuhnya, apalagi area perutnya.
"Ken ...." Melihat Alea meringis kesakitan, Kenzo kembali mengangkat tubuh Alea yang baru saja terbaring.
"Seluruh tubuhku sakit semua Ken," ucap Alea sambil menangis.
"Aku bilang apa, harusnya tadi kamu menginap saja di rumah sakit." Kenzo mengelus rambut Alea kemudian menghapus air mata yang mengalir di pipi Alea. Ia menatap perempuan itu dengan hati teriris karena melihat luka-luka yang menghiasi wajahnya dan juga sekujur tubuhnya.
"Aku bersumpah, aku pastikan kau membayar semua kesakitan yang Alea rasakan Bian!" Kenzo mengumpat dalam hati.
"Bokongku sakit juga Ken, aku nggak bisa duduk." Alea meringis saat Kenzo menyuruhnya duduk. Meski kasur itu terasa empuk, tapi tetap saja Alea merasa kesakitan.
"Sebaiknya, kau berbaring sambil memiringkan tubuhmu saja Al, kau tak bisa terlentang karena punggung dan seluruh tubuh bagian bawah kamu terluka."
Kenzo menatap Alea yang masih meringis dan sedikit merintih kesakitan. Sementara Alea mengangguk menyetujui saran Kenzo. Ia mencoba berbaring sambil memiringkan tubuhnya. Meski tetap saja sakit, tapi lumayan nyaman daripada berbaring menengadah ke atas.
"Saat di rumah sakit tadi, aku tidak merasakan sakit, tapi kenapa giliran pulang, tubuhku sakit semua Ken?" Alea menatap Kenzo yang saat ini berada di depannya, sambil membuka makanan yang ia pesan lewat jasa Ojol. Saat ini mereka sedang berada di apartemen Alea.
"Karena di rumah sakit, kau mendapatkan obat, sedangkan di sini tidak," jawab Kenzo agak kesal dengan sikap keras kepala Alea yang tidak mau di rawat di rumah sakit.
"Aku takut ketemu lagi sama Bian, Ken ...." Kenzo menatap Alea, kemudian membawa makanan yang sudah di siapkannya di atas piring.
"Aku tidak akan membiarkan Kenzo menemukanmu dan menyiksamu lagi." Kenzo menatap Alea dengan pasti.
"Makan dulu, baru minum obatnya." Kenzo menyuapkan makanan ke mulut Alea, setelah membantu Alea bangun agar perempuan itu bisa setengah berbaring menghadapnya. Kemudian Kenzo menyuapi Alea dengan telaten.
"Kau harus makan yang banyak, biar cepat pulih, kau ingin segera pergi dari sini bukan?" Alea mengangguk sambil tersenyum getir.
__ADS_1
"Kau juga harus makan, kau juga belum makan bukan?" Alea mengambil sendok yang di pegang Kenzo kemudian menyuapi Kenzo. Mereka berdua memang sudah terbiasa berbagi makanan, jadi mereka berdua tidak merasa canggung.
"Kau yakin tidak akan menyesal meninggalkannya?" Alea menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak akan menyesal, justru aku yang akan membuatnya menyesal." Alea menatap Kenzo yang sedang menyuapinya. Pria ini sungguh sangat baik padanya.
Kenzo meletakkan piring setelah Alea menghabiskan makanannya, kemudian ia membantu Alea bangun, agar Alea bisa minum.
"Tahan sebentar, aku ambil obatnya dulu." Kenzo meraih obat yang di berikan Dokter saat di rumah sakit tadi. Sementara Alea duduk dengan gelisah karena bokongnya terasa sakit, ditambah lagi, ia ingin sekali buang air kecil.
"Minum obatnya." Kenzo memberikan obat di tangannya satu persatu pada Alea, ia memastikan Alea meminum obatnya sampai habis.
"Ken ...." Wajah Alea memerah malu.
"Ada apa?" Kenzo merapikan rambut Alea yang sedikit berantakan.
"Aku ingin buang air kecil." Kenzo tersenyum melihat wajah Alea yang merona.
"Aku menunggumu di luar, jika butuh sesuatu, tinggal teriak saja." Kenzo mengelus kepala Alea dengan sayang, kemudian keluar dari kamar mandi dan menunggu Alea di depan pintu kamar mandi.
Selang beberapa menit kemudian, Alea membuka pintu kamar mandi. Wajahnya terlihat lebih segar. Kenzo yang berdiri sempat kaget karena posisinya yang sedang bersandar di depan pintu.
"Kau mandi?"
"Tidak. Aku hanya membasuh wajahku." Alea terpekik kaget karena tiba-tiba Kenzo kembali menggendongnya.
"Ken!" Kenzo hanya tersenyum manis.
"Aku ingin ganti baju, bajuku basah." Alea terlihat cemberut.
__ADS_1
"Kalau begitu, ambil bajumu, aku akan menggendongmu lagi ke kamar mandi." Kenzo menurunkan Alea di depan lemari bajunya. Setelah Alea mengambil baju, Kenzo benar-benar kembali menggendongnya ke kamar mandi.
"Kau benar-benar menyebalkan." Bibir Alea mengerucut, membuat Kenzo tersenyum. Kalau saja Alea itu adalah istrinya, ia pasti sudah mencium bibir itu sampai puas.
Kenzo menurunkan tubuh Alea di atas ranjang. Alea kembali meringis.
"Sakit Ken ...." Kenzo memiringkan tubuh Alea. Ia menatap perempuan itu dengan iba. Sementara Alea menangis.
"Ken, kenapa dia begitu tega melakukan semua ini padaku? Sebenarnya apa salahku padanya?" Alea menangis karena kembali mengingat saat Bian mencambuk tubuhnya dengan ikat pinggang tanpa ampun.
"Dia ... dia bahkan tega membunuh anaknya sendiri." Alea menangis sambil menatap Kenzo. Sementara Kenzo malah menggeser tubuh Alea kemudian ia ikut berbaring di samping Alea.
Dengan hati-hati Kenzo meletakkan kepala Alea di lengannya, kemudian membenamkan wajah Alea di dadanya.
"Kau tidak salah apapun padanya, kesalahanmu hanya satu ...." Alea mendongak menatap Kenzo yang saat ini sedang menatapnya.
"Jatuh cinta pada orang yang salah ...." Kenzo mengusap air mata yang mengalir di pipi Alea.
"Alea ... mulai sekarang, aku akan selalu menjagamu. Aku tidak akan membiarkanmu menangis lagi, kecuali menangis karena bahagia. Izinkan aku terus bersamamu Al, bukan hanya sebagai sahabatmu, tapi juga sebagai seorang pria yang selalu mencintaimu ... cinta ini, masih ada di sini, sudah bertahun-tahun lamanya aku selalu menyimpan namamu di sini." Kenzo meraih tangan Alea kemudian meletakkan tangan Alea di dadanya.
"Aku tidak akan memaksamu untuk membalasnya, izinkan aku terus di sampingmu, menjagamu, dan mencintaimu. Aku tidak membutuhkan jawabanmu Al," Kenzo menutup mulut Alea dengan jarinya saat mulut perempuan itu terbuka ingin mengucapkan sesuatu.
"Kau hanya cukup menerima cintaku saja ... karena dengan mencintaimu saja, aku sudah merasa bahagia." Kenzo kembali membenamkan kepala Alea di dadanya.
"Aku mencintaimu ...."
.
.
__ADS_1
Yang suka ceritanya, jangan lupa like, koment, dan Votenya ya kakak ² 🙏🙏🙏