MATI RASA

MATI RASA
Part 112 Siapa Pria Itu?


__ADS_3

Alea mencoba menekan perasaannya, bayangan masa lalu saat Bian menyiksanya tiba-tiba terlintas membuat tubuhnya semakin gemetar ketakutan.


Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, matanya tajam menatap  jalanan tanpa melirik Alea sedikitpun. Sementara Alea duduk dengan gelisah di kursi penumpang dengan tubuh yang semakin gemetar, air matanya bahkan sudah menetes di kedua pipinya.


Mulutnya ingin mengatakan sesuatu,  tetapi semua kata-katanya seolah tersangkut di tenggorokan. Alea belum pernah melihat Kenzo semarah ini. Pria itu terlihat begitu menakutkan, sampai Alea pun tak berani menatapnya. Wajahnya tampannya memerah menahan amarah.


Kenzo memarkirkan mobilnya dengan tergesa. Kemudian dengan cepat ia turun dari mobil dan membanting pintu dengan kasar.


Tanpa mengatakan apapun, Kenzo membuka pintu, melepaskan seatbelt yang melingkar di tubuh Alea,  kemudian langsung mengangkat tubuh Alea dan menggendongnya. Kemudian melangkah pergi menuju apartemen setelah sebelumnya kembali membanting pintu mobil dengan keras.


Alea terdiam, air matanya sudah terjatuh di kedua pipinya. Tubuhnya gemetar, sementara kedua tangannya melingkar di leher Kenzo. Pria itu bahkan tak menoleh apalagi menatapnya. Wajahnya terlihat dingin dengan aura kemarahan yang terpancar kuat. 


Alea menekan beberapa angka yang dihafalnya di luar kepala saat mereka berdua sampai di depan pintu apartemen Kenzo. Pria itu masuk dengan langkah tergesa dengan Alea yang masih  berada di gendongannya. Kenzo masuk ke dalam kamarnya, kemudian langsung menuju ke kamar mandi. Menurunkan tubuh Alea dengan kasar. Tangan Kenzo meraih shower yang menggantung di atas tubuh Alea, kemudian menyiram tubuh Alea tanpa ampun. 


Kenzo masih terdiam tak mengatakan sepatah katapun. Ia sekuat tenaga menahan segala amarah di dadanya. Namun, ia tak menghentikan aksinya menyiram tubuh Alea. Alea berteriak sambil menangis tapi ia tidak bisa berbuat apapun. Kenzo membuka paksa baju yang dipakai Alea. Sementara Alea hanya menangis tanpa bisa melawan. Ia bahkan tidak bisa mengucapkan kata-kata saking terkejut melihat apa yang Kenzo lakukan padanya.


Setelah semua pakaian Alea terlepas dan hanya tinggal pakaian dalamnya saja, Kenzo meraih sabun cair kemudian menumpahkannya ke tubuh Alea. Kenzo menggosok seluruh bagian tubuh Alea.


"Aku tidak mau ada jejak pria itu ketinggalan di sini," ucap Kenzo sambil menumpahkan sabun cair sebanyak-banyaknya ke tubuh Alea. Pria itu menggosok seluruh badan Alea termasuk di bagian pingang dan punggungnya. Kenzo sangat ingat saat pria itu memeluk Alea dari belakang. kemudian ….


'Sial! Berani-beraninya pria itu mencium milikku!'


Tangan Kenzo beralih ke wajah Alea, kemudian menggosok pipi Alea yang sempat dicium oleh pria tadi. Alea hanya terdiam


"Brengsek!" Kenzo mengumpat sambil terus menggosok tubuh Alea dengan sabun dengan cara kasar.


"Di mana lagi dia menyentuhmu!" 

__ADS_1


Kenzo menatap tajam ke arah Alea. Perempuan itu hanya menangis sambil menggeleng.


"Katakan padaku, di mana lagi dia menyentuhmu? Di sini? Atau di sini?" Kenzo menunjuk dan menyentuh  bagian dada Alea dan juga perut Alea. Tangannya menggosok di area itu dengan kasar hingga busa dari sabun itu terlihat begitu banyak karena Kenzo menumpahkan begitu banyak sabun cair ke tubuh Alea.


Alea hanya menangis sambil menatap Kenzo. Pria itu benar-benar sedang dikuasai amarah dan amarah Kenzo membuat Alea sangat takut. Bayangan masa lalu saat Bian menyiksanya dulu kembali berputar di kepalanya. Alea sangat takut kalau Kenzo pun akan melakukan hal yang sama seperti dia. Alea hanya bisa menangis pasrah dengan apa yang dilakukan Kenzo saat ini.


Kenzo mengguyur tubuh Alea yang penuh dengan busa sabun. Kemudian kembali mengulang menyabuni tubuh Alea. Kenzo seperti orang tua yang sedang memandikan anaknya. Hanya saja, cara Kenzo memandikan Alea begitu kasar.


Setelah selesai memandikan Alea, Kenzo menyuruh Alea membuka semua penghalang yang menutupi tubuhnya. Kenzo memberikan handuk kimono, yang langsung dipakai oleh Alea untuk menutupi tubuh polosnya. Kemudian  menggendong tubuh Alea dan membawanya duduk di depan meja rias.


Alea masih menangis sesenggukan, tetapi tidak berani berbicara apapun. Sungguh! Ia merasa ketakutan melihat kemarahan Kenzo. Semua kata-kata yang ingin diucapkannya seolah tertahan di tenggorokan.


Kenzo menyalakan hair dryer, kemudian mulai mengeringkan rambut Alea yang basah. Kenzo benar-benar serius hanya mengeringkan rambut tanpa melihat atau pun melirik ke arah Alea. Sementara Alea masih terus menangis  terisak. Namun, Kenzo seolah tidak mempedulikannya. 


Setelah selesai mengeringkan rambut Alea, Kenzo keluar dari kamarnya meninggalkan Alea tanpa sepatah katapun. 


Kenzo menghela nafas panjang, mencoba meredakan emosinya. Ingatannya kembali pada kejadian saat di kafe tadi. Siapa pria itu sebenarnya? Kenapa dia sampai menggoda Alea?


'Alea pasti sangat ketakutan saat ini. Tapi aku benar-benar marah dan kesal padanya. Kenapa dia diam saja ketika pria brengsek itu tiba-tiba memeluknya?'


'Aku juga mendengar pria itu memanggil Alea dengan sebutan sayang. Tapi siapa pria itu? Apa benar Alea tidak mengenalnya?'


Kenzo meremas rambutnya frustasi. Setelah mencoba meredam emosinya, Kenzo kemudian kembali ke kamarnya. Saat sampai di dalam kamar, Kenzo melihat Alea masih menangis sambil duduk di tepi ranjang. Bahunya berguncang, suara tangisnya terdengar menyayat hati Kenzo. Pria itu berjalan mendekati Alea kemudian memeluk tubuhnya dengan erat.


Mendapat pelukan dari Kenzo, membuat Alea semakin menangis dengan kencang. 


Kenzo mengangkat tubuh Alea kemudian membaringkannya di atas tempat tidur. Pria itu kemudian berbaring di sebelahnya memeluknya erat dari belakang.

__ADS_1


"Maaf ! Maafkan aku …."


Alea membalikkan badannya, menatap pria itu dengan kedua mata penuh air mata. Kenzo mengusap air mata itu dengan perasaan menyesal. 


"Maafkan aku, aku hanya tidak rela pria itu menyentuh tubuhmu." Kenzo berucap lirih sambil menatap Alea dengan penuh penyesalan.


"Karena setiap bagian tubuhmu adalah milikku, hanya aku yang berhak menyentuhmu. Aku tidak akan membiarkan orang lain mengambil milikku."


Kenzo menatap Alea dengan tajam.


"Siapa pria itu?"


.


.


Jangan lupa like, koment dan Votenya ya kakak²….🙏🙏


Mampir juga yuk, di karya temen author yang keren abis.


judulnya 'Tembang Sunyi Annisa'


karya Jannah Zein.


Tapi jangan lupa siapin tisu yang banyak, karena di sana banyak mengandung bawang 🤭.


Jangan lupa mampir ya, kakak² ...

__ADS_1


__ADS_2