MATI RASA

MATI RASA
Part 133 Resepsi Pernikahan


__ADS_3

"Mama dan Papa tahu semua rencana mereka?" Alea menatap mamanya yang sedang tersenyum. Alea memanyunkan bibirnya karena merasa dibohongi oleh keluarga Kenzo dan juga keluarganya sendiri.


Setelah acara ijab kabul selesai dan tangis haru berakhir, kini Alea sedang di depan meja rias dengan beberapa ahli penata rias profesional yang disewa khusus oleh Kenzo untuk merias wajah Alea. Kenzo ingin Alea tampil sempurna saat resepsi nanti.


"Mama baru tahu mereka merencanakan pernikahan setelah kamu menerima undangan pernikahan itu. Waktu itu Mama sangat marah dan langsung menelepon Kenzo."


Anita kemudian menceritakan semuanya pada Alea. Waktu itu, setelah dia menelepon Kenzo, Rania menelepon dan mengajaknya bertemu. Rania kemudian langsung menceritakan semua rencana mereka. Namun, Rania meminta Anita untuk merahasiakan semua rencananya dari Alea.


"Maafkan Mama, Sayang, Mama tidak bermaksud membohongimu dan membuatmu menangis karena mengira Kenzo akan menikah dengan perempuan itu. Apa kau tahu? Kenzo jauh lebih menderita dibanding kamu." Anita menatap Alea yang kini wajahnya sudah mulai dipoles dengan bedak oleh sang penata rias.


"Mana mungkin Kenzo lebih menderita dari aku? Setiap hari dia pergi dengan perempuan itu untuk mengurus pernikahan mereka. Aku bahkan pernah bertemu dengan mereka saat mereka selesai fitting baju." Wajah Alea terlihat cemberut.


"Bisakah kalian berhenti mengobrol?" tegur perempuan cantik yang saat ini sedang merias Alea.


Anita dan Alea nyengir kuda, kemudian Anita langsung keluar dari ruangan itu setelah meminta maaf pada sang penata rias.


Allea berdiri di depan cermin memandangi wajahnya yang terlihat sangat cantik. Alea merasa takjub dengan gaun pengantin yang saat ini melekat pada tubuhnya. Gaun pengantin itu sangat cantik dan terlihat begitu mewah. Gaun itu sangat pas di tubuh Alea. Entahlah! Alea sendiri tidak mengerti. Padahal pernikahan ini adalah pernikahan yang direncanakan oleh kedua orangtuanya dan juga mertuanya tanpa campur tangan dirinya sedikitpun. Namun, entah mengapa, bukan hanya baju saja yang pas di tubuhnya, tetapi, semua konsep di acara resepsi pernikahan ini sama persis seperti pernikahan impiannya.


Dari mulai hal yang kecil sampai hal besar, semuanya begitu sempurna.  Termasuk gaun pengantin yang sedang dipakainya saat ini. Gaun ini adalah gaun impiannya, Gaun panjang yang sangat indah dengan hiasan berlian berkilauan yang melekat di beberapa sisi. Alea memutar tubuhnya di depan cermin, dia tampak anggun bak ratu dalam dunia dongeng.


"Kau terlihat sangat cantik, Nona." Penata rias itu berdecak kagum menatap Alea dengan tersenyum puas.


"Rasanya, Nona Alea adalah pengantin tercantik yang pernah aku rias." Perempuan itu masih terlihat begitu kagum dengan penampilan Alea. 


"Semua ini berkat kamu, kamu hebat bisa bikin aku jadi cantik," ucap Alea sambil tersenyum.


Penata rias itu tersenyum, kemudian mengajak Alea keluar dari ruangan menuju ke pelaminan. Di kursi pelaminan, Kenzo sudah menunggu dengan gelisah. Senyumnya langsung mengembang saat dia melihat Alea datang. Kenzo sejenak terpesona saat melihat Alea terlihat sangat cantik dan begitu anggun dengan gaun pengantin yang melekat di tubuhnya.


Gaun pengantin itu adalah gaun pengantin yang waktu itu dia lihat di butik langganan Rania. Rania dan Kenzo memang sengaja memesan gaun pengantin itu. Rania mengandalkan cerita dari Kenzo tentang gaun impian Alea. Kenzo dan Alea memang pernah membicarakan tentang impian pernikahan mereka. Sebagai orang yang sangat mencintai Alea, Kenzo ingat betul apa saja yang diinginkan oleh Alea di hari pernikahannya nanti. Bahkan sampai gaun pengantin Alea pun, Kenzo masih  sangat mengingatnya dengan detail.


Alea berjalan diiringi sang penata rias dan asistennya, karena gaun pengantinnya yang sangat panjang membuat Alea susah untuk berjalan sendiri. Kenzo menggenggam tangan Alea saat perempuan itu sudah sampai didekatnya. Mereka berdua kemudian duduk di kursi pelaminan.

__ADS_1


Kenzo menatap Alea tak berkedip. Dirinya benar-benar terpesona melihat Alea. Sementara Alea masih menatap tak percaya dengan pemandangan di depannya. Bunga-bunga berwarna putih terpasang di seluruh area ballroom. Lampu-lampu kristal berkilauan bak berlian. Ballroom itu disulap menjadi ruangan yang sangat mewah seperti di dalam kerajaan, dan mereka berdua ibarat raja dan ratu dalam negeri dongeng.


Alea menatap Kenzo yang saat ini sedang menatapnya. Kedua matanya berkaca-kaca. Genggaman tangannya semakin erat menggenggam tangan Kenzo.


"Kau yang melakukan ini semua? Desain ruangan ini, desain undangan, bahkan gaun pengantin yang aku pakai pun, kau yang memesannya?"


Kenzo mengangguk dengan senyum yang mengembang di bibirnya. 


"Aku hanya ingin mewujudkan mimpimu, mimpi kita berdua." Kenzo menghapus air mata Alea.


"Jangan menangis, Sayang, nanti make up kamu luntur."


"Ken!"


Kenzo terkekeh saat melihat Alea melotot ke arahnya.


Rania dan Chandra tersenyum bahagia, begitupun dengan Anita dan Rajasa. Mereka sangat bersyukur karena akhirnya Alea dan Kenzo menikah. Setelah semua rintangan, godaan dan cobaan berhasil dilewati oleh keduanya, mereka akhirnya dipersatukan dalam ikatan pernikahan.


Kini, para tamu undangan bergantian memberikan selamat pada kedua mempelai pengantin. Alea dan Kenzo berdiri menyalami satu persatu para tamu undangan. Senyum bahagia tak terlepas dari wajah mereka yang terlihat menawan di mata semua orang. 


Acara demi acara terlewati. Semakin lama acara semakin semarak. Suara merdu dari beberapa artis dalam negeri yang sengaja mereka undang, semakin menambah semarak acara resepsi pernikahan Kenzo dan Alea.


Hingga larut malam, acara resepsi pernikahan itu akhirnya selesai. Keluarga Alea dan keluarga Kenzo sudah masuk ke dalam kamar hotel. Kedua pasangan suami istri itu tampak kelelahan.


Tak jauh berbeda dengan kedua orang tuanya, Alea dan Kenzo pun kini sudah berada di kamar pengantin mereka.


Alea merebahkan tubuhnya di atas ranjang dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya. Sementara Kenzo di dalam kamar mandi sedang membersihkan tubuhnya.


Alea memejamkan matanya, dia benar-benar lelah. Kedua kakinya bahkan terasa pegal karena terlalu lama berdiri. Saking lelahnya, Alea akhirnya ketiduran dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuhnya.


Kenzo yang baru saja keluar dari kamar mandi, mengulas senyum saat dia melihat Alea yang berbaring meringkuk di atas ranjang. Pria itu kemudian menuju kamar ganti untuk mengganti bajunya. Setelah itu, berjalan mendekati Alea.

__ADS_1


Kenzo dengan pelan melepaskan baju pengantin Alea. Gaun itu begitu panjang dan terasa berat. Kenzo heran, kenapa kaum hawa begitu tergila-gila dengan gaun pengantin seperti ini? Padahal, gaun itu pasti sangat berat saat dipakai dan tidak terasa nyaman.


Setelah berhasil membuka gaun pengantin Alea, Kenzo membuka dengan hati-hati sanggul di kepala Alea. Mahkota kecilnya bahkan masih bertengger di kepalanya. Kenzo mengusap rambut Alea, mengecup lembut kening Alea. Kemudian melanjutkan pekerjaannya melepaskan ikatan rambut Alea.


Alea yang merasa terganggu, membuka matanya. Dia menatap Kenzo tanpa berkedip. Pria itu terlihat sangat tampan dengan rambut yang masih setengah basah. Kenzo tampak serius melepas satu demi satu aksesoris yang terpasang di rambutnya.


Wajah Alea bersemu malu saat menyadari kalau gaun pengantinnya sudah terlepas dari tubuhnya. 


"Ken!"


"Iya, Sayang ...."


"Kenapa kau melepas gaunku?" Alea buru-buru menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang hanya berbalut dalaman.


Kenzo terkekeh melihat tingkah Alea.


"Kamu tadi ketiduran, makanya aku melepaskan gaunmu," jawab Kenzo santai. Sementara bibir Alea mengerucut.


"Sekarang, sebaiknya kamu bersihkan tubuhmu." Kenzo mendekati Alea, menyibak selimut yang menutupi tubuh perempuan itu, kemudian langsung mengangkat tubuh Alea.


"Ken!" pekik Alea kaget.


"Aku akan memandikan mu!"


"Ken!"


.


.


Jangan lupa like, koment, dan votenya, ya Kakak-kakak 🙏🙏🙏

__ADS_1


   


__ADS_2