
Amara sampai di depan apartemen Andre, karena sudah terbiasa keluar masuk ke dalam apartemen Andre, jadi, ia bisa masuk dengan mudah. Dengan memencet beberapa angka, tak lama kemudian, pintu itu pun terbuka.
Amara dengan penuh percaya diri, melangkah masuk dengan menyeret kopernya. Sedangkan, barang-barang yang lain, ia tinggal untuk sementara di depan pintu apartemen. Biarkan saja, nanti ia akan menyuruh Andre untuk membawakan barang-barangnya.
Baru beberapa langkah ia berjalan, Amara mendengar suara-suara yang tak asing di telinganya. Karena penasaran, Amara pun berjalan mendekati arah suara. Amara menutup mulutnya, saat melihat Andre dengan seorang perempuan cantik sedang bercumbu di dapur. Tubuh mereka bahkan sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Andre terlihat begitu bersemangat bermain di atas tubuh seksi perempuan itu. Amara menatap tak percaya dengan pemandangan di depannya. Merasa di perhatikan, kedua insan yang sedang berlomba meraih kenikmatan dunia itu, tanpa sengaja, menatap ke arah Amara. Keduanya terlihat kaget, sang perempuan , bahkan buru-buru bangkit, tapi Andre langsung kembali menyerangnya, akhirnya, perempuan cantik itu pun menyerah, dan kembali menikmati hujaman-hujaman dari tubuh bagian bawah Andre, yang membuat perempuan itu menjerit dan mendesah karena merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Amara terpaku, ia menatap Andre dengan tatapan tak percaya. Pria yang biasanya mengerang nikmat di atas tubuhnya, kini, dengan mata kepala sendiri, ia melihat pria itu sedang memberi kenikmatan di atas tubuh perempuan lain.
Ingin rasanya, Amara berteriak memanggil Andre dan mencaci maki pria itu, tapi, lidahnya seolah kelu. Semua cacian dan makiannya serasa tersangkut di tenggorokan.
Andre menatap Amara dengan sorot mata tajam, tapi tubuhnya tak berhenti bergerak mencari kenikmatan di atas tubuh perempuan yang saat ini sedang mengerang di bawahnya. Hingga akhirnya, Andre dan perempuan itu sama-sama berteriak karena sudah mendapatkan kepuasannya masing-masing. Andre mengecup bibir perempuan itu, kemudian melangkah mengambil pakaiannya yang berserak di lantai.
Sementara, Amara seperti orang linglung. Ia seperti baru saja menonton film dewasa secara live di hadapannya. Andre bener-bener pria tergila yang pernah ia temui.
'Gila!'
"Tumben, kamu datang. Jangan bilang, kamu juga ingin aku memuaskanmu seperti perempuan tadi?" Andre melirik perempuan yang baru saja memuaskannya. Perempuan itu tersenyum sambil memakai pakaiannya satu persatu.
'Bener-bener pasangan gila. Bisa-bisanya, mereka berdua bercinta di hadapanku.'
Amara menatap Andre dengan senyum mencibir.
"Memangnya kamu belum puas, bermain dengan jalang mu itu?"
"Dia bukan perempuan jalang, dia sama sepertimu, perempuan-perempuan yang tidak pernah puas hanya dengan satu pria," ucapan Andre terdengar mengejek, tapi tidak membuat Amara marah.
"Kenapa kau membawa koper? Apa suami tercintamu itu, telah mengusirmu?" Andre memperhatikan perempuan hamil yang terlihat cantik itu. Amara memang cantik, bahkan bertambah cantik dan seksi setelah dirinya hamil.
"Aku ingin tinggal di sini untuk sementara. Nanti, setelah aku dapat tempat tinggal, aku akan pindah dari sini," jelas Amara.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan mengijinkan mu tinggal di sini, tapi dengan satu syarat."
Amara menatap Andre yang kini mendekatinya. Andre menyusuri wajah Amara dengan tangannya, bukan hanya wajah, tangannya terus turun ke leher, kemudian menyelusup ke dadanya, dan sedikit bermain di sana.
"Layani aku setiap malam, layani aku, setiap aku butuh pelepasan, dan ...." Andre tersenyum smirk saat melihat wajah Amara yang terlihat memerah, karena Andre mengusap sesuatu yang tersembunyi di balik bajunya.
"Tidak ada penolakan, saat aku menginginkannya," bisik Andre, tepat di telinga Amara.
"Sayang ...." Andre menoleh ke arah perempuan yang beberapa menit lalu, telah memuaskan hasratnya. Perempuan cantik itu tersenyum, kemudian mendekat ke arah Andre.
"Untukmu." Perempuan itu memberikan sebuah kartu pada Andre.
"Aku akan menghubungimu nanti," ucap perempuan itu sambil tersenyum. Kemudian mencium pipi Andre.
"Permainanmu sungguh hebat, membuatku sangat ketagihan." Perempuan itu mengedipkan matanya, kemudian berlalu meninggalkan apartemen, tanpa melirik ke arah Amara sedikitpun.
"Aku akan melakukan apapun yang kau mau, jadi, bolehkah aku tinggal di sini, untuk sementara?" Suara Amara mengalihkan pandangan Andre.
"Tentu saja, kau boleh tinggal di sini, asal kau mau menyetujui syarat yang ku berikan."
"Deal!" Andre tersenyum smirk.
Amara membawa barang-barangnya masuk ke dalam apartemen, di bantu oleh Andre. Setelah selesai membereskan semua barangnya, Amara kemudian memesan makanan secara online. Mereka berdua makan bersama.
Selesai makan, seperti yang sudah mereka sepakati bersama, Amara kemudian melayani pria itu di atas ranjang. Andre mengecup kening Amara, setelah permainan mereka berakhir.
"Ternyata, kehamilan mu tidak menjadi penghalang buatmu. Kau justru semakin seksi dan bertambah hot saat di ranjang."
Amara tersenyum cantik.
"Sekarang mungkin belum, tapi saat dia bertambah besar nanti, dia pasti akan sangat merepotkan," ucap Amara, sambil mengelus perut telanjangnya.
__ADS_1
"Menurutmu, anak dalam perutmu itu, anak dari benih siapa? Benihku, ataukah benih dari suamimu?" ucapan Andre sejenak menghentikan kegiatan Amara yang sedang mengelus perutnya. Amara menatap wajah tampan Andre.
"Ini anakmu, aku yakin, ini adalah anakmu. Karena setiap aku melakukan hubungan denganmu, kebetulan, aku sedang dalam masa subur. Berbeda saat aku sedang melakukannya dengan Bian.
"Apa kau yakin?"
"Kita bisa tes DNA setelah anak ini lahir," ucap Amara dengan penuh percaya diri.
"Baiklah, kita akan lakukan tes DNA, setelah anak ini lahir." Andre tersenyum tipis.
Karena kelelahan, mereka berdua pun tertidur.
*****
Bian membereskan semua barang-barang miliknya, sesuai yang diperintahkan oleh Rajasa, mantan mertuanya, hari ini, Bian akan segera angkat kaki dari rumah itu. Rumah penuh kenangan manisnya bersama Alea dan juga Amara.
Mungkin, bagi Bian, kenangan yang ia lalui bersama Alea di rumah itu, adalah kenangan manis. Kecuali, kenangan kejadian pagi itu. Kenangan buruk yang menyebabkan ia kehilangan anaknya dan juga kehilangan Alea.
Mengingat Alea, hati Bian terasa berdenyut. Tubuh Bian merosot ke lantai, saat rasa sakit terasa memenuhi hatinya, Jantungnya seolah di remas-remas, saat memori tentang dirinya, yang saat itu memukuli Alea kembali terekam, dan terus berputar di kepalanya.
Bian menangis, setiap kali mengingat Alea, ia pasti menangis.
'Alea sayang ... kamu di mana? Aku sangat merindukanmu.'
'Kau benar, saat ini aku benar-benar menyesal, menyesal karena tak pernah mempercayaimu ....'
.
.
Ternyata, Amara dan Andre adalah pasangan yang serasi ya, sama ² menjijikkan! 😡
__ADS_1
Mohon maaf ya kakak ², kalau up nya selalu telat. 🙏🙏🙏
Yang suka ceritanya, jangan lupa like, koment dan Votenya ya ...