
Alea mengeratkan pelukannya, merasakan debaran-debaran halus yang merasuk ke dalam hatinya. Perasaannya membuncah, kedua matanya masih terpejam, sementara bibirnya bergerak seiring gerakan bibir Kenzo yang memagutnya lembut.
"Aku mencintaimu ...." Kenzo menatap Alea yang masih memejamkan matanya, kemudian kembali membenamkan bibirnya pada bibir Alea. Sejenak mereka berdua terhanyut, dalam permainan bibir mereka.
Kenzo melepaskan ciumannya, nafasnya memburu, sementara Alea langsung menyembunyikan wajahnya di pelukan Kenzo.
Wajahnya merah merona, jantungnya bahkan berdetak begitu cepat.
Alea mengeratkan pelukannya, menutupi rasa malunya pada Kenzo. Sementara Kenzo tersenyum, menetralkan debaran jantungnya yang menggila.
"Setelah ini, aku tidak akan mengizinkanmu memikirkan pria lain selain aku. Karena sekarang kau adalah milikku." Kenzo berbisik lirih tepat di telinga Alea.
Perasaannya sangat bahagia hari ini. Perempuan yang menjadi impiannya selama ini sekarang berada dalam pelukannya, dan mulai menerimanya. Kenzo tahu, tidak mudah bagi Alea untuk menerimanya. Apalagi, ia sangat tahu kalau Alea belum sepenuhnya melupakan pria itu.
"Aku akan membantumu melepaskan pria itu dari hatimu. Aku akan membantumu menyembuhkan semua luka di hatimu karena dia. Berjanjilah! kalau kau tidak akan meninggalkan aku Alea."
Alea mendongakkan kepalanya, menatap wajah tampan Kenzo dengan dalam. Pria ini, pria terbaik yang ia punya. Pria yang selalu ada untuknya. Alea kembali memeluk Kenzo. Entah mengapa bibirnya kelu untuk berkata-kata. Kenzo membalas pelukan Alea. Ia tidak butuh jawaban, dengan melihat sikap Alea saja, ia sudah tahu jawabannya.
"Aku tidak akan memaksamu, yang terpenting adalah kebahagiaanmu." Alea tak menjawab, ia justru makin membenamkan wajahnya, mencari posisi ternyaman untuknya.
Kenzo pun terdiam, bisa sedekat ini dengan Alea saja ia sudah cukup senang. Mungkin benar, ini bukanlah pertama kalinya Kenzo memeluk Alea seperti ini. Hanya saja, kali ini statusnya berbeda.
Kali ini, Kenzo memeluk Alea bukan lagi hanya sebagai sahabat, melainkan sebagai seseorang yang mencintainya, alias sebagai sepasang kekasih. Meski Alea belum memberikan jawaban, tapi dengan sikap Alea yang tak menolaknya, membuat Kenzo memberanikan diri mengklaim, kalau saat ini, Alea adalah miliknya.
Kenzo menatap Alea yang masih berada di pelukannya. Kedua matanya terpejam, sementara hembusan nafasnya terdengar teratur menerpa kulit wajah Kenzo. Kenzo tersenyum gemas.
"Bisa-bisanya dia tertidur saat momen romantis seperti ini." Kenzo mengecup kening Alea sekilas, kemudian membiarkan perempuan itu tertidur sejenak di pelukannya.
Tak berapa lama kemudian, ia membawa Alea ke dalam kamar dan membaringkannya ke tempat tidur. Kenzo merapikan rambut Alea yang sedikit menutupi wajahnya. Membelai wajah cantik Alea dan menatapnya dengan penuh cinta.
"Aku janji, aku akan memberikan cinta dan kebahagian yang tidak pernah kau dapatkan darinya," batin Kenzo.
Kenzo kemudian meninggalkan kamar Alea dan menutup pintu setelah sebelumnya mendaratkan bibirnya di atas kening Alea yang tertidur pulas.
Kenzo kemudian menarik kopernya meninggalkan apartemen Alea menuju apartemennya yang terletak persis di hadapan unit Alea.
*****
Bian sedang sibuk dengan pekerjaannya saat dering ponselnya berbunyi membuyarkan konsentrasinya. Bian menggeram kesal, saat melihat siapa identitas si pemanggil.
"Aku tidak akan memberikanmu uang sepeser pun, sebelum kau mendapatkan informasi yang aku inginkan." Bian berucap dengan nada kesal.
"Saya melihat istri Anda keluar dari Bandara," ucap seseorang di seberang telepon, mengabaikan kekesalan Bian.
"Apa kau yakin?" ucap Bian dengan nada terkejut.
"Sangat yakin Bos, nanti akan saya kirim buktinya. Mereka berdua menuju apartemen yang sama." Bian mengepalkan kedua tangannya erat.
"Apa maksudmu mereka berdua?"
"Istri Bos datang bersama seorang pria. Mereka kelihatannya cukup akrab."
__ADS_1
Bian mengeraskan rahangnya mukanya merah padam. Tangannya terkepal erat.
"Awasi mereka berdua, jangan sampai lengah." Bian langsung mematikan panggilan teleponnya secara sepihak.
"Brengsek!"
Seharusnya Bian merasa senang, setelah sekian lama akhirnya Alea kembali. Tapi saat mendengar Alea datang bersama pria lain membuat amarahnya langsung naik. Padahal, Bian tidak tahu siapa pria itu.
Beberapa saat kemudian, ponselnya kembali berbunyi menandakan pesan masuk.
Bian membuka ponselnya, wajahnya berbinar saat melihat foto Alea di sana. Tapi sedetik kemudian, pandangannya berubah menjadi amarah saat melihat siapa pria yang ada di samping Alea.
"Kenzo ... kau benar-benar pria brengsek yang pernah aku kenal!" geram Bian.
Tapi pandangannya kembali berubah, saat Bian kembali melihat foto Alea.
"sayang, Alea ... akhirnya kamu kembali." Bian mengusap foto Alea di layar ponselnya. Senyumnya mengembang merasakan kebahagiaan yang tiba-tiba datang memenuhi hatinya.
Bian memang sering memandangi foto Alea, tapi itu hanya foto pernikahan. Karena memang hanya foto itu yang Bian punya.
Bian kembali mengusap layar ponselnya. Terlihat sebuah video yang memperlihatkan Alea dan Kenzo berjalan bergandengan tangan mesra. Sesekali senyum dan tawa mengembang di bibir mereka. Bahkan Alea terlihat sangat cantik dengan senyum yang menghias di bibirnya. Senyum yang tak pernah Bian lihat sebelumnya, saat Alea masih tinggal bersamanya.
Bian menggertakan giginya marah.
"Brengsek! Kau Kenzo!"
*****
'Kenapa aku tiba-tiba sudah ada di kamar? Bukankah aku ....'
Wajah Alya langsung merona saat mengingat kembali kejadian sebelum ia tertidur.
'Gila! Bisa-bisanya aku tertidur setelah berciuman dengannya.'
Alea menutup wajahnya dengan kedua tangan, kemudian tersenyum malu.
"Sungguh memalukan!" batin Alea. Ia beranjak dari atas ranjang, kemudian berniat menuju kamar mandi. Tapi, langkahnya terhenti saat indra penciumannya mencium bau harum masakan.
Alea bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya, kemudian keluar dari kamar menuju dapur.
Sesampainya di dapur, Alea melihat Kenzo yang sedang serius memasak. Pria itu bahkan tidak menyadari kehadirannya. Alea melangkah dengan pelan mendekati Kenzo, kemudian melingkarkan kedua tangannya di atas perut rata Kenzo, membuat pria itu tersentak kaget. Alea membenamkan wajahnya di punggung lebar pria itu, tanpa mempedulikan keterkejutan Kenzo.
"Kau sudah bangun?" Alea tak menjawab.
Kenzo tersenyum sambil mengaduk-aduk masakannya dengan spatula. Saat tangan Alea memeluk perutnya dengan erat.
"Aku sedang memasak, sayang ...."
"Hmm."
Alea makin mempererat pelukannya, membuat Kenzo merasa gemas. Kenzo mematikan kompor kemudian melepaskan pelukan Alea. Ia tersenyum menghadap ke arah Alea, dan menangkup wajah cantik itu dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Sayang, aku sedang memasak untuk makan malam kita, meski terlambat." Kenzo melirik ke arah jam dinding. Alea mengikuti arah pandangan Kenzo.
"Hah? Sudah jam sembilan malam?" Alea menutup mulutnya karena kaget.
"Kenapa kau tak membangunkan aku?" Alea bersungut kesal. Bibirnya mengerucut.
"kamu terlihat lelah sayang ... aku tidak tega membangunkanmu." Kenzo mengusap wajah Alea yang cemberut.
"Sekarang tunggu di sana, aku akan menyelesaikan masakanku." Kenzo menunjuk ke arah meja makan. Tapi Alea menggeleng.
"Kenapa?"
"Aku mau bantuin kamu masak."
"Tidak usah, bentar lagi selesai." larang Kenzo.
"Berarti, aku liatin kamu dari sini aja." Alea tersenyum.
"Baiklah, terserah Tuan Putri saja." Kenzo tersenyum, kemudian mendaratkan bibirnya di atas kening Alea.
"Tuan putri?" Alea terkekeh.
"Iya, Tuan putriku tercinta." Kenzo mengecup pipi Alea, kemudian kembali melanjutkan masakannya yang tertunda.
Alea dengan iseng kembali memeluk Kenzo dari belakang.
"Sayang ...."
"Hmm ...."
"Nanti masakanku gosong."
"Biar saja."
"Sayang ...."
"Hmm ...."
Alea semakin mengeratkan pelukannya, entah mengapa, ia sangat suka memeluk pria ini. Rasanya begitu nyaman dan tenang. Alea membenamkan wajahnya pada punggung lebar Kenzo. Menghirup dalam-dalam aroma tubuh pria itu, yang entah sejak kapan menjadi candu baginya.
Sementara Kenzo tersenyum, menikmati debaran jantungnya yang menggila, ia sungguh bahagia. Sangat bahagia!
.
.
.
Maaf ya kakak² telat updatenya. Sebenarnya, kemaren udah mau up, tapi tiba-tiba bab yang mau AQ post terhapus semua. Sedihnya ... nyampe seharian pengen nangis rasanya, ber jam² nulis tapi berakhir sia-sia.
Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya kakak ² 🙏🙏🙏
__ADS_1