
"Brengsek!"
Kenzo mengumpat dengan marah pada perempuan itu. Perempuan itu benar-benar sangat licik.
"Bagaimana? Apa sekarang kau masih ingin menolakku? Video itu sangat bagus. Kau pasti sangat tahu seandainya video itu sampai tersebar. Bukan hanya kau saja yang hancur, tapi perempuan pujaanmu itu juga pasti akan sama-sama hancur seperti dirimu." Bella menatap Kenzo sambil tersenyum cantik. Kali ini, dia yakin kalau Kenzo pasti tidak akan menolaknya. Pria itu pasti akan berpikir panjang untuk menolak dirinya.
Dalam hati Bella berteriak kegirangan. Keberuntungan memang sedang berpihak padanya. Bella tanpa sengaja menemukan video itu saat dia memegang ponsel Kenzo dan ingin menjebak Alea waktu itu. Namun, sayangnya jebakan itu gagal.
Kenzo masih menatap perempuan di depannya dengan amarah yang siap meledak.
"Kau sudah melewati batas kesabaranku, Bella. Jangan salahkan aku kalau aku tidak akan segan lagi padamu." Kenzo mengepalkan tinjunya ke arah Bella.
"Apa kau masih bersikeras menolak tawaran aku?" Bella melihat wajah tampan penuh kemarahan Kenzo sambil tersenyum. Meski dalam keadaan marah, pria itu tetap saja tampan. Bahkan wajah garangnya tampak lebih menarik.
"Baiklah, karena kau bersikeras, dengan sangat terpaksa aku akan mengirimkan video ini pada media. Asal kau tahu, aku sudah mempersiapkan beberapa media untuk meliput berita ini. Video ini bukan saja akan membuat kalian hancur, tapi juga bisa menghasilkan banyak uang untukku." Bella tersenyum cantik, tetapi tampak begitu menjengkelkan di mata Kenzo.
"Brengsek, kau Bella!"
Rania dan Chandra memegangi tubuh Kenzo saat pria itu kembali mendekati Bella untuk menyerang perempuan itu.
"Tenang, Ken, kita bisa menghadapi perempuan licik itu dengan cara lain." Chandra berbisik di telinga Kenzo.
"Sekarang kita turuti saja apa maunya, setelah itu kita akan merencanakan langkah selanjutnya untuk menyingkirkan perempuan itu."
Kenzo menatap Bella dengan penuh amarah. Dalam hati dia membenarkan ucapan Papanya.
__ADS_1
perempuan licik seperti Bella memang harus di hadapi dengan hati-hati, tidak boleh gegabah. Kalau tidak, perempuan itu pasti akan benar-benar nekad melakukan apa yang diinginkannya.
"Seperti yang aku bilang, Bella. Aku menerima syaratmu. Dalam waktu dekat ini, aku akan pastikan kalau kau akan menikah dengan Kenzo."
"Papa!"
"Kita tidak punya pilihan lain, Ken. Papa tidak mau melihat keluarga kita hancur. Meski kita bisa menutup mulut media agar tidak menyebarkan berita itu, tapi Papa yakin, akan ada dampak besar yang terjadi pada bisnis kita nantinya," ucap Chandra sambil menepuk bahu Kenzo. Sementara Kenzo menatap papanya, merasa tidak terima dengan semua ucapannya.
"Bagus! Om Chandra memang paling tahu bagaimana cara menyelamatkan keluarga Om dari kehancuran. Benar-benar kepala rumah tangga yang baik. Tak heran jika semua orang sangat segan dan menghormati Om Chandra." Bella tersenyum penuh kemenangan.
"Tidak usah banyak basa-basi, Bella. Cepat serahkan video itu!" Kenzo berteriak marah.
"Aku akan menyerahkan video itu setelah hari pernikahan kita."
"Kau!"
"Tapi kau juga harus tahu Bella, kalau keluarga Adiguna tidak suka pengkhianat. Jika kau mengingkari janjimu, saat itu juga aku pasti akan menghancurkanmu dan juga seluruh keluargamu tanpa ampun!" peringat Chandra. Pria paruh baya itu menatap Bella dengan tajam. Chandra juga menatap Sarah dan Rudi yang terlihat gugup mendengar ancamannya.
"Aku terima syarat kalian. Tapi jika kalian sampai berkhianat, aku tidak akan segan-segan menghabisi kalian semua." Selesai berucap, Chandra mengajak Rania pergi dari ruangan itu. Dia benar-benar muak melihat ketiga orang licik itu berdiri dihadapannya.
"Suruh mereka bertiga keluar dari rumah ini, awasi mereka sampai hari pernikahan tiba!"
Sarah dan Rudi menelan salivanya. Sementara Bella masih tersenyum cantik. Perempuan itu sepertinya tidak sadar kalau dia sedang bermain-main dengan orang yang salah.
Sementara di depan ruangan itu, Rajasa dan Anita berdiri di sana ditemani Bagas. Mereka bertiga sudah mendengar semua yang diucapkan kedua orang tua Kenzo. Mereka sengaja mengintip karena mereka sangat penasaran. Setelah membawa Bella ke rumah ini, Bagas langsung pergi dan mencari tahu semua tentang Bella.
__ADS_1
Setelah mendapatkan info yang cukup memuaskan dari orang suruhan Bella yang tertangkap di hotel malam itu, Bagas langsung menunju ke rumah Alea untuk menjemput Kenzo. Namun, sesampainya di rumah Alea, ternyata Kenzo sudah pulang.
Rajasa dan Anita memutuskan ikut bersama Bagas ke rumah Kenzo untuk membicarakan tentang hubungan Alea dan Kenzo pada kedua orang tuanya, tetapi tak disangka mereka justru mendengar pernyataan Chandra yang memilih menyetujui syarat dari Bella.
"Bagaimana sekarang, Pa? Apa kita harus diam saja melihat situasi seperti ini?" ucap Anita dengan nada cemas.
"Kalau menurut pendapatku, sebaiknya Om dan Tante bekerja sama dengan mereka untuk menolong Kenzo." Bagas memberikan saran.
"Kau benar, semua kesalahan terletak pada perempuan itu. Kenzo hanya korban. kita harus menyelamatkan hubungan Alea dan Kenzo. Jangan sampai hubungan mereka berakhir hanya karena ulah perempuan itu," ucap Anita geram.
"Mama benar. Kenzo adalah calon menantu kita yang terbaik. Hanya dia yang pantas menikah dengan Alea."
Bagas tersenyum mendengar pembicaraan kedua orang itu.
"Kalau begitu sebaiknya kita masuk ke dalam, kita harus bicara sama Chandra dan Rania," ucap Anita yang diangguki oleh Bagas dan suaminya. Bagas kemudian membawa mereka masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang.
*****
Kenzo meremas rambutnya frustasi. Setelah kepergian Bella dan orang tuanya Kenzo langsung masuk ke dalam kamar. Pria itu meluapkan segala amarahnya di dalam kamar. Suara benda jatuh bersahutan seiring teriakan amarah Kenzo yang tidak berhasil diluapkan pada orang yang membuatnya marah.
"Sialan, kau Bella! Dasar perempuan terkutuk!" teriak Kenzo sambil melempar benda apapun yang ada dihadapannya. Pria itu sangat marah karena perempuan bernama Bella itu berhasil mengendalikan dirinya dan juga keluarganya.
"Dasar sial! Kau lihat saja nanti, aku pasti akan menghancurkanmu hingga berkeping-keping!" Kenzo kembali berteriak kemudian mengepalkan tinjunya menghantam kaca dihadapannya hingga terdengar bunyi pecahan kaca yang begitu nyaring.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment dan Votenya ya ....