MATI RASA

MATI RASA
Part 94 Hanya Ingin Memelukmu Saja


__ADS_3

Kenzo memeluk Alea dengan erat.


"Sayang, kau tidak apa-apa, kan?Kenzo memeluk Alea dengan raut wajah khawatir.


"Aku tidak apa-apa, Ken, memangnya aku kenapa?" Alea agak terkejut saat tiba-tiba Kenzo datang dan langsung memeluknya.


"Bukannya kau bilang akan menjemputku setelah pekerjaanmu selesai?" Alea bertanya dengan heran.


"Bagaimana aku bisa kerja dengan tenang, kau membuatku khawatir."


"Aku dari tadi baik-baik saja, kenapa kau khawatir?" Alea yang belum menyadari kalau Kenzo sudah menyuruh anak buahnya untuk mengikutinya, masih bertanya heran. Apalagi, saat Kenzo sudah langsung menemukannya, padahal pusat perbelanjaan ini begitu luas.


"Sayang ... seseorang mengirimiku video saat kau bertemu dengan dia, bagaimana aku tidak khawatir?"


"Seseorang? Video? Video apa?"


Kenzo menepuk jidatnya.


"Sayang ...."


Alea masih menatap Kenzo dengan raut muka tak mengerti, membuat Kenzo gemas.


"Sayang, apa kau lupa kalau mulai sekarang aku mengawasimu?" Kenzo menatap Alea yang sedikit kaget.


"Orang suruhanku tadi mengirimkan video saat kau bertemu dengannya. Makanya aku langsung pergi ke sini, aku takut terjadi apa-apa padamu." Ucapan Kenzo membuat Alea terkejut.


"Kamu tidak apa-apa kan, sayang? Dia tidak berbuat macam-macam padamu, kan?" Kenzo meneliti Alea dari atas sampai ke bawah.


"Dia tidak membuatmu terluka bukan? Aku tidak akan segan-segan menghabisinya jika dia berani macam-macam padamu!" Kenzo menatap wajah Alea dengan khawatir. Bayangan Bian yang memeluk Alea dari belakang kembali terlintas di kepalanya.


"Ken ...."


Alea menatap wajah Kenzo yang terlihat marah sekaligus cemas.


"Ken, aku baik-baik saja. Lihat aku! Aku baik-baik saja!" seru Alea. ia memeluk tubuh pria itu. Alea sangat mengerti, selain khawatir, sebenarnya Kenzo hanya merasa cemburu. Cemburu karena Kenzo pasti sudah melihat apa yang terjadi pada dirinya dan Bian beberapa saat lalu lewat video yang dikirimkan oleh orang suruhannya.


"Ken ... aku tahu, kalau kau belum yakin tentang perasaanku padamu, tapi percayalah, aku tidak akan pernah berpaling darimu apapun yang terjadi," ucap Alea meyakinkan pria itu.


"Sayang ...." Kenzo mempererat pelukannya pada Alea.


"Aku hanya takut kehilanganmu, Alea. Aku tidak akan pernah sanggup bila aku harus kehilanganmu. Karena aku mencintaimu, sungguh-sungguh mencintaimu."


"Aku tahu, Ken. Aku juga mencintaimu."


Kenzo dan Alea masih berpelukan, mereka seolah tak peduli dengan beberapa pasang mata yang menatap mereka berdua. Tidak jauh dari mereka, Marsha mengepalkan tangannya erat saat ia melihat pemandangan di depannya.

__ADS_1


Rahangnya mengeras menahan amarah yang siap meledak. bukan hanya Marsha, Reyhan dan Lisa pun memperhatikan kedua orang itu, Alea dan Kenzo.


Reyhan tersenyum smirk, sementara Lisa menatap tak percaya.


'Kenapa perempuan itu begitu beruntung? pria yang memeluknya itu bahkan sangat tampan, wajahnya tak kalah tampan dengan wajah Bian.'


"Sepertinya, pria pujaanmu itu sangat mencintai perempuan itu." Reyhan melirik Marsha yang terlihat kesal.


"Aku tidak peduli meski dia sangat mencintai perempuan itu, yang jelas, kau harus segera menyingkirkan perempuan itu secepatnya!" Marsha menatap tajam kearah Reyhan.


"Sabar sayang, cepat atau lambat, perempuan itu pasti akan aku singkirkan!" ucap Reyhan penuh penekanan.


"Beneran ya, Bang. Pokoknya perempuan itu harus segera Abang singkirkan." Lisa menatap Reyhan dengan tatapan manja.


******


Kenzo berjalan bergandengan tangan dengan Alea meninggalkan pusat perbelanjaan itu. Hari ini, mereka berdua mau menghabiskan waktu di apartemen saja. Alea merasa tidak tega melihat mood Kenzo yang berantakan gara-gara video yang tadi dikirim oleh anak buahnya.


Alea menggandeng tangan Kenzo dengan mesra. Mereka berdua masuk ke dalam mobil. Kenzo melajukan mobil mereka menuju apartemen.


sesampainya di apartemen, Alea menyuruh Kenzo duduk di meja makan.


"Aku akan memasak untukmu, tunggu di sini," ucap Alea. Kenzo menggelengkan kepalanya.


"Kenapa? Apa kau tidak menyukai masakanku?" Kenzo kembali menggeleng sambil menatap wajah cantik Alea.


"Aku tidak lapar, aku hanya ingin memelukmu saja." Kenzo mendekap erat tubuh perempuan itu.


"Aku mencintaimu, Al, sangat! Jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku. karena aku tak akan sanggup jika harus kehilanganmu ...."


"Tidak akan. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu."


Alea menangkup wajah Kenzo. Bukan hanya pria itu yang takut kehilangan dirinya. Sebenarnya, Alea pun sangat takut. Takut kalau suatu saat Kenzo meninggalkan dirinya.


Alea mendekatkan wajahnya, Kenzo yang sedari tadi menatapnya terdiam. Jantung Kenzo berdetak cepat, saat bibir Alea sudah menempel di bibirnya. Tak mau kehilangan kesempatan, Kenzo segera menarik bibir Alea dan menciumnya dengan lembut.


Sejenak, mereka berdua terhanyut. Kenzo menarik tengkuk Alea untuk memperdalam ciumannya, sementara Alea melingkarkan kedua tangannya di leher Kenzo.


Mereka berdua saling berpelukan, saat ciuman mereka berakhir. Deru nafas mereka memburu.


"Menikahlah denganku, Al, agar aku senantiasa bisa selalu menjagamu," bisik Kenzo tepat di telinga Alea, bibir merahnya mengecup telinga Alea, membuat Alea meremang.


Kenzo menatap Alea dengan tatapan penuh damba. Kemudian kembali meraih bibir Alea yang sedikit terbuka.


******

__ADS_1


Reyhan dan Marsha sampai di depan gedung apartemen yang di tinggali oleh Kenzo dan Alea.


"Apa kau yakin, kalau mereka tinggal di sini?" Marsha menatap Reyhan dengan ragu-ragu.


"Apa kau tak melihat, kalau mereka tadi turun dari mobil, dan masuk ke dalam?" Reyhan menatap datar ke arah Marsha.


Marsha terdiam. Pandangannya tertuju pada gedung yang menjulang tinggi di depannya.


"Ayo kita turun. Aku ingin memastikan sendiri, kalau mereka berdua benar-benar tinggal di sini." Marsha berniat turun dari mobil, tapi Reyhan menghalanginya.


"Kenapa?"


"Jangan gegabah, kita tunggu waktu yang tepat. Banyak orang yang mengawasi mereka berdua," jelas Reyhan. Kedua matanya begitu jeli, mungkin karena Reyhan sudah lama melakukan pekerjaan seperti ini, jadi meski dari jauh, ia sudah melihat dan paham orang-orang yang akan dieksekusinya.


"Mereka berdua sepertinya bukan orang sembarangan." Reyhan menatap ke arah Marsha.


"Kenapa kau tidak mengatakan sebelumnya kalau mereka berdua adalah pewaris keluarga Rajasa dan Chandra Wiguna?"


"Rajasa? Salah satu pengusaha di negara kita yang sedang naik daun?" Marsha menatap Reyhan tak percaya.


"Jadi maksudmu, Alea adalah anak dari Rajasa?" Reyhan menganggukkan kepalanya, ia baru saja mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau orang yang menjadi targetnya ternyata adalah anak salah satu pengusaha yang cukup terkenal.


"Lalu, memangnya kenapa kalau dia adalah anak dari Rajasa? Apa kau takut?" Reyhan menatap tajam ke arah Marsha.


"Aku hanya tidak ingin mengambil resiko terlalu besar, bukan takut. Tapi kalau kau memang ingin tertangkap sebelum menyingkirkan perempuan itu, terserah saja." Reyhan menatap perempuan keras kepala di depannya ini dengan tatapan datar.


"Anak buah pria pujaanmu itu saja menjaganya dengan ketat, belum lagi pengawal pribadi dari keluarga Rajasa. Apa kau lihat, pria-pria itu? Reyhan menunjuk beberapa orang berbaju hitam yang tersebar di area apartemen.


Ini baru yang di luar, belum lagi yang di dalam."


"Marsha, sepertinya kau dan Lisa mencari masalah dengan orang yang salah." Reyhan kembali menatap Marsha saat dirinya melihat beberapa orang yang baru saja keluar dari mobil.


Wajahnya menegang, "Kenapa mereka juga ada di sini?" gumam Reyhan tersentak kaget.


"Kenapa Rey?" Marsha yang melihat wajah Reyhan tiba-tiba berubah, menjadi penasaran.


"Kenapa orang-orang Bian Aditama pun ada disini?"


"Bian Aditama? Siapa dia?"


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like,koment, dan Votenya ya kakak ² 🙏🙏🙏


__ADS_2