
Menjelang pagi, Kenzo akhirnya tertidur karena kelelahan. Semalaman Kenzo tidak bisa tidur karena terus memikirkan Alea. Sementara Alea baru saja keluar dari kamarnya karena merasa lapar.
Alea menuju meja makan. Di sana terlihat Anita dan Rajasa sedang menunggunya untuk sarapan. Anita mencoba tersenyum melihat keadaan Alea. Putri kesayangannya itu terlihat begitu menyedihkan. Kedua mata bengkak, dengan wajah datar tanpa senyuman. Tak berbeda dengan Anita, Rajasa pun tetap menyunggingkan senyuman terbaiknya. Dia menatap putrinya dengan tatapan hangat.
"Sayang, apa kau tidak tidur semalaman?" ucap Anita.
Alea mengangguk pelan sambil mengunyah makanannya. Kalau perutnya tidak minta diisi, mungkin Alea lebih memilih tidur saja. Namun, gara-gara semalam tidak makan, pagi-pagi dia sudah merasa lapar.
Anita dan Rajasa akhirnya terdiam, melihat reaksi Alea yang sepertinya enggan untuk bicara. Mereka bertiga makan dalam diam. Setelah selesai makan, Alea bermaksud kembali ke kamar, tetapi tiba-tiba Kenzo datang mendekatinya. Alea memang tidak tahu, kalau Kenzo menginap di rumahnya.
"Sayang, kau sudah bangun?"Kenzo meraih tangan Alea. Namun, Alea langsung menepisnya. Alea menatap kedua orang tuanya dengan kesal.
Sementara Anita dan Rajasa hanya terdiam melihat tatapan kesal dari Alea.
"Sebaiknya kalian berdua bicarakan masalah kalian, jangan sampai berlarut-larut." Rajasa menatap Kenzo, memberi isyarat pada pria itu agar dia bisa menggunakan kesempatan ini untuk bicara pada Alea. Karena Rajasa yakin, setelah ini, Alea pasti tidak akan menemuinya lagi.
Anita mendekati Alea. Mengelus bahunya dengan pelan.
"Beri kesempatan pada Kenzo untuk menjelaskan semuanya, Alea. Setelah itu, kalian bisa memutuskan mana yang terbaik buat kalian." Alea menatap Anita dengan mata berkaca-kaca.
"Sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Ma. Semuanya sudah jelas. Mama sendiri lihat kan, video itu? Dia mengkhianati aku, Ma. Dia tidur dengan wanita itu!"
"Tidak, Sayang, itu tidak benar. Aku tidak tidur dengan wanita itu, semua itu hanya rekayasa. Bella menjebakku!" Kenzo berucap dengan tegas.
"Kau bohong! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kalau kalian tidur bersama!" Alea berteriak, kedua matanya berkaca-kaca. Rasa sakit kembali menjalar di hatinya.
"Tidak, Sayang, itu tidak benar! Aku tidak tidur dengannya. Dia menjebakku, Alea. Perempuan itu menjebakku!" Kenzo pun tak kuasa menahan sakit di hatinya, melihat perempuan yang sangat dicintainya itu terlihat menangis karena dirinya.
__ADS_1
"Kau pembohong, Ken, kau pembohong! Kau berbohong padaku!"
"Tidak, Sayang, aku tidak bohong! Perempuan itu benar-benar menjebakku! Dia sengaja ingin menghancurkan hubungan kita. Dia memfitnahku, agar kita berdua bertengkar." Kenzo menatap Alea dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Alea, aku mohon percayalah padaku, aku benar-benar tidak pernah mengkhianatimu. Aku mencintaimu, Alea. Aku tidak mungkin melakukan hal yang memalukan seperti itu! Aku tidak pernah mengkhianatimu, Alea, aku mohon percayalah padaku!" Kenzo menangkup kedua tangannya.
"Aku melihatmu di sana dengan kedua mata kepalaku sendiri. Kalian tidur bersama!" Alea kembali berteriak sambil menangis.
"Kamu jahat, Ken, kau benar-benar jahat!" Alea memegangi dadanya yang terasa sesak, hatinya berdenyut nyeri saat bayangan Kenzo dengan Bella terlintas.
"Aku dijebak, Sayang. Aku dalam pengaruh obat bius. Mereka membiusku hingga aku tidak sadarkan diri. Kemudian mereka membuat video itu. Mereka merekayasa semuanya, agar aku terlihat seperti sedang melakukan sesuatu dengan Bella."
"Aku berani bersumpah, aku tidak melakukan apapun dengan Bella, Alea. Kau harus percaya padaku, perempuan itu memang ingin menghancurkan hubungan kita." Kenzo menjelaskan panjang lebar kejadian semalam. Dia berharap, Alea mempercayainya.
Namun, Alea hanya menangis mendengar penjelasan Kenzo. Perempuan itu tidak bisa percaya begitu saja pada Kenzo. Dia hanya percaya pada penglihatannya. Apa yang dilakukan Kenzo semalam, cukup menjadi bukti kalau pria itu menghianatinya.
Kenzo ingin memeluk Alea, tetapi perempuan itu langsung mendorongnya.
"Jangan menyentuhku, Ken. Tangan itu sudah kau pakai menyentuh perempuan lain," ucap Alea di tengah tangisnya.
"Tidak. Aku tidak pernah menyentuhnya, Alea. Aku tidak menyentuh perempuan itu. Apa yang kau lihat tidak semuanya benar. Aku dijebak, aku dalam keadaan tidak sadarkan diri saat itu, Alea. Kau harus percaya padaku, aku mohon … percayalah padaku." Kenzo masih terus meyakinkan Alea. Namun, perempuan itu tetap menggeleng tidak mau mempercayainya.
Sementara Anita dan Rajasa memperhatikan mereka berdua, kedua orang paruh baya itu merasa prihatin dengan apa yang menimpa Alea dan Kenzo.
"Kita harus melakukan sesuatu agar mereka tidak sampai berpisah, Pa. Aku tidak mau kehilangan calon menantu idaman seperti Kenzo. Hanya dia pria yang pantas untuk Alea." Anita masih menatap kedua orang yang sedang berdebat itu dengan hati cemas.
"Mama hubungi saja Rania, bila mereka sependapat dengan kita, kita bisa bekerja sama dengan mereka agar anak-anak kita tidak sampai terpisah. Kasihan, mereka berdua hanyalah korban. Alea dan Kenzo seharusnya sudah bahagia seandainya perempuan itu tidak masuk ke dalam kehidupan mereka berdua."
__ADS_1
"Papa benar, seharusnya mereka sudah menikah sekarang." Anita menatap Alea dan Kenzo yang masih berdebat. Dalam hatinya, perempuan baya itu berjanji akan melakukan apapun agar Kenzo dan Alea tidak berpisah.
"Alea, aku benar-benar tidak menyentuhnya, aku dijebak!"
"Aku sudah melihat semuanya, Ken, kau tidak bisa mengelak!" Alea masih bersikeras dengan pendiriannya.
"Sayang, aku mohon, percayalah padaku." Kenzo tanpa putus asa tetap menjelaskan pada Alea kalau dirinya tidak bersalah.
Kenzo mendekati Alea kemudian mencoba memeluk perempuan itu. Alea terus memberontak dalam pelukan Kenzo.
"Jangan menyentuhku!" Alea berteriak keras.
"Jangan menyentuhku!"
Kenzo tidak peduli dengan teriakan Alea. Pria itu semakin mengeratkan pelukannya.
"Kau jahat, Ken!"
Alea terus berteriak dan meronta dalam pelukan Kenzo. Namun, pria itu seolah tuli. Dia tetap mendekap erat tubuh Alea. Kenzo benar-benar mencintai perempuan ini. Dia tidak akan membiarkan perempuan ini pergi darinya.
Tidak akan!
.
.
Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya Kakak ² .... 🙏🙏🙏
__ADS_1