MATI RASA

MATI RASA
Part 70 Selamat Tinggal Masa Lalu


__ADS_3

Kenzo menggandeng tangan Alea keluar dari Bandara. Hari ini, mereka memutuskan untuk kembali ke Jakarta, setelah hampir dua tahun menetap di Bali. Mereka berdua naik ke dalam mobil jemputan yang dikendarai oleh sopir pribadi keluarga Kenzo.


Sebenarnya, Kenzo merasa sedikit khawatir saat Alea memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Karena Kenzo takut, Alea akan kembali mengingat semua kenangan pahit yang terjadi pada dirinya di masa lalu.


Alea baru saja bangkit dalam keterpurukannya, setelah susah payah, akhirnya Alea bisa sembuh dan sedikit demi sedikit bisa melupakan kesedihannya. Alea memutuskan pulang, karena keluarganya memintanya pulang. Karena tidak tega, Alea pun memutuskan untuk pulang ke Jakarta.


Kenzo menatap Alea yang kini duduk di sebelahnya.


"Kau yakin tidak apa-apa?" Kenzo terlihat begitu khawatir.


"Aku tidak apa-apa, kan ada kamu." Alea meraih tangan Kenzo, menggenggamnya erat. Kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Kenzo.


"Jangan cemas," ucap Alea, menatap manik mata Kenzo yang terlihat begitu khawatir. Kenzo mengangguk, kemudian memeluk perempuan yang semakin hari membuatnya tergila-gila itu.


Mobil mereka sampai di depan apartemen. Alea memang memutuskan untuk tinggal di apartemennya untuk sementara, walaupun keluarganya tidak suka, tapi akhirnya mereka semua mengerti dan mendukung keputusan Alea, setelah Alea menjelaskan alasannya pada mereka.


Alea memasukkan tangannya pada lengan Kenzo, kemudian mereka berjalan beriringan sambil sesekali tertawa. Sementara sang sopir berjalan di belakang mereka sambil menarik koper mereka berdua.


Mereka sudah sampai di depan apartemen mereka. Sang sopir pribadi pamit setelah memberikan koper mereka berdua. Sementara Kenzo ikut masuk ke dalam apartemen Alea.


"Aku akan menemanimu sebentar, sekalian makan siang." Kenzo meletakkan koper milik Alea di dalam kamarnya. Sementara koper miliknya ia letakkan di ruang tamu.


"Perutku lapar sekali." Kenzo mengelus perut ratanya.


"Kenapa tadi kita nggak mampir di restoran saja, kalau memang laper?" Alea mendekati Kenzo, kemudian duduk di sebelahnya.


"Kamu kelihatan lelah sayang, makanya aku ingin kita cepat sampai di sini, biar kamu bisa istirahat." Kenzo membelai rambut Alea, kemudian menyelipkan beberapa helai rambutnya ke belakang telinga.


"Tapi kamu kan nggak bisa nahan laper, Ken, nanti asam lambung kamu kambuh lagi." Alea menatap Kenzo dengan khawatir. Bagaimana nggak khawatir, seminggu yang lalu, pria ini sampai di rawat di rumah sakit gara-gara asam lambungnya kambuh, karena telat makan dan kelelahan.


"Kemarin aku stres berat karena kerjaanku banyak, sampai telat makan juga, makanya kambuh," ucap Kenzo sambil tersenyum manis.


"Tenang saja, aku sudah memesan makanan saat di mobil tadi, sebentar lagi makanannya pasti datang." Kenzo memeluk Alea, kemudian mendaratkan ciuman di kening Alea cukup lama.


Alea membalas pelukan Kenzo, menikmati detak jantung Kenzo yang berdetak dengan cepat. Pelukan Kenzo adalah pelukan ternyaman yang pernah ia rasakan. Bertahun-tahun bersama dengan pria ini, membuat Alea terbiasa dengan perlakuan Kenzo padanya. Alea bahkan tak menolak saat Kenzo menciumnya.

__ADS_1


Kenzo melepaskan pelukannya, saat terdengar suara bel pintu berbunyi. Kenzo berjalan menuju pintu.


"Makanannya sudah datang." Kenzo membawa beberapa kotak berisi makanan yang di pesannya ke meja makan. Sementara Alea menyiapkan piring makan.


Mereka berdua makan dengan lahap, sambil sesekali mengulas senyum dan tertawa kecil.


Kenzo menatap Alea sambil menyuapkan nasi ke mulutnya. Ia sangat bersyukur, karena Alea akhirnya bisa melewati masa-masa sulitnya. Kenzo sangat ingat bagaimana perempuan itu berjuang agar bisa keluar dari mimpi buruk yang selama ini menghantuinya.


Dengan sabar, Kenzo terus mendampingi Alea. Pria itu benar-benar menepati janjinya untuk terus berada di samping Alea. Menjaganya dan juga melindungi perempuan itu.


Selesai makan siang, Kenzo duduk sebentar menemani Alea. Perempuan itu kemudian meraih ponselnya.


"Aku lupa, belum kasih tahu mama, kalau kita sudah sampai."


"Aku udah kasih tahu mereka, kalau kita sudah sampai." Kenzo mengecup lembut pipi Alea.


"Cium-cium mulu, perasaan." Alea melirik Kenzo dengan jutek.


"Cium pacar sendiri ini," ucap Kenzo, bibirnya kembali mendarat di pipi Alea.


"Ken!"


Alea tersenyum menyandarkan kepalanya di bahu Kenzo. Ia menghela nafas pelan. Seperti ini rasanya dicintai. Semenjak dulu, Alea tidak pernah berpacaran. Orang pertama kali ia lihat dan membuatnya langsung jatuh cinta adalah Bian.


Dari jaman sekolah sampai kuliah, pandangannya tak pernah lepas dari Bian. Bertahun-tahun hatinya untuk Bian, tanpa menoleh pada pria manapun. Bukan karena Alea tidak laku, hanya saja, Alea tidak bisa menerima pria manapun selain Bian. Hingga akhirnya, pernikahan itu pun terjadi. Pernikahan, yang hanya bisa ia bayangkan dalam mimpi.


Pernikahan dengan Bian, pria yang selama bertahun-tahun bertahta di hatinya. Awalnya, Alea serasa bermimpi, mimpi indah. Menikah dengan Bian adalah impian terbesarnya, dan juga sebuah cita-cita baginya. Di saat semua orang mengatakan cita-citanya ingin sebagai Dokter, wanita karir, model, atau apapun yang lainnya. Alea justru tidak pernah berpikir tentang itu. Saat orang bertanya padanya apa impian dan cita-citanya, maka Alea akan dengan tegas menjawab.


"Impian dan cita-citaku adalah menikah dengan Bian!"


Sebegitu pentingnya pria itu dalam kehidupannya. Sepenting dirinya saat bernafas. Tapi sayang, impian indah itu tidak berlangsung lama. Pernikahan yang awalnya adalah kebahagiaan untuknya, berubah cepat menjadi lubang neraka baginya.


Alea menarik nafas panjang, dahinya berkerut ketika kepingan-kepingan memorinya tentang Bian kembali melintas.


"Berhenti memikirkannya, aku cemburu, benar-benar cemburu," bisik Kenzo tepat di telinga Alea, seolah tahu apa yang sedang dipikirkan Alea.

__ADS_1


Kenzo tentu paham, hanya dengan hembusan nafas berat dari Alea saja, pria itu sudah tahu kalau Alea pasti memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan pria itu. Bian!


Alea menatap Kenzo, memindai wajah tampan pria itu. Kenzo mengeratkan pelukannya, menetralkan debar jantungnya yang menggila, saat berdekatan dengan perempuan di depannya ini.


Rasa cintanya semakin bertambah setiap kali ia menatap wajah cantik Alea. Bukan karena kecantikan Alea saja yang membuatnya jatuh cinta, tapi semua yang ada pada Alea, benar-benar membuatnya jatuh cinta.


Sama seperti Alea, Kenzo pun jatuh cinta pada Alea dari jaman sekolah. Bertahun-tahun ia menutup pintu hatinya untuk perempuan lain. Pria tampan ini pun tidak pernah pacaran, karena tidak ada perempuan manapun yang membuat hatinya bergetar, selain perempuan yang dalam dekapannya sekarang ini.


"Ken ... tetaplah bersamaku, sampai kapanpun. Apa kau bisa memenuhinya?" Suara Alea terdengar lembut di telinga Kenzo.


"Tentu saja."


"Apa kau yakin?" Kenzo mengangguk semangat.


"Meski aku belum bisa sepenuhnya menerima, apa kau masih tetap mau di sampingku?" Alea menatap Kenzo dengan kedua mata yang berembun. Ia tidak akan rela, sungguh tak akan pernah rela seandainya suatu saat pria ini menjauh darinya.


Tapi hatinya ....


"Aku sudah sering mengatakannya padamu Al, kau hanya cukup menerima, tidak usah memberi, asalkan kau bahagia, itu sudah cukup bagiku."


Kenzo menatap manik mata Alea yang berkaca-kaca,


"Percayalah! aku tidak akan pernah menyakiti hatimu, seperti dia yang selalu menyakitimu ...."


Alea menatap Kenzo, kemudian memejamkan matanya tatkala bibir pria itu meraih bibirnya dan membenamkannya di sana cukup lama.


Cintaku padamu hanya cukup sampai di sini. Tidak lagi, aku tidak akan lagi membiarkan hatiku untuk memikirkanmu.


Selamat tinggal masa lalu ... biarkan aku melangkah dan meraih semua kebahagiaanku.


Alea mengeratkan pelukannya, merasakan debaran-debaran halus yang merasuk ke dalam hatinya. Perasaannya membuncah, matanya masih terpejam sementara bibirnya bergerak seiring gerakan bibir Kenzo yang memagutnya lembut.


"Aku mencintaimu ...."


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya kakak ² ...🙏🙏🙏


__ADS_2