
"Aku ingin menikah dengan Kenzo."
"Apa?!" seru Rania dan Chandra bersamaan. Mereka berdua saling berpandangan. Terlihat amarah di wajah mereka berdua.
"Tidak usah kaget begitu, aku hanya memberikan syarat. Kalau kalian memang menginginkan rekaman video itu, berarti kalian harus menikahkan Kenzo denganku!"
"Kau!"
Rania mengepalkan tangannya.
"Aku tidak akan sudi menikahkan Kenzo dengan perempuan seperti dirimu!" Rania menatap Bella penuh kebencian.
"Terserah Tante saja. Kalau Kenzo tidak mau menikah denganku, aku akan menyebarkan video itu. Tante pasti tau dong, apa yang akan terjadi seandainya video itu tersebar?" ucap Bella dengan penuh percaya diri.
"Kau benar-benar licik, Bella. Aku menyesal karena telah memelihara ular sepertimu!"
Bella tersenyum cantik mendengar ucapan Rania.
"Kalian hanya tinggal menjawab iya atau tidak. Dengan begitu, video itu akan aman."
Chandra dan Rania mengepalkan tangannya. Chandra bahkan sudah menggeretakkan gigi menahan amarahnya yang siap meledak.
"Kau jangan gila, Bella. Kenzo tidak mungkin mau menikah denganmu!" ucap Chandra sambil menatap perempuan itu dengan tajam.
"Kalau begitu, kalian harus bisa membujuknya untuk menikah denganku." Bella tersenyum smirk.
"Aku juga akan mengembalikan semua dokumen milik Kenzo jika kalian bersedia menikahkan Kenzo denganku."
"Bella!"
Sarah menatap tak setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Bella.
"Tenang, Ma. Bukankah setelah menikah dengan Kenzo aku juga akan menjadi pemilik semua aset yang dimiliki Kenzo?" Kedua mata Bella berbinar hanya dengan membayangkan pernikahannya dengan Kenzo.
"Kalian bisa memikirkan tawaranku. Tapi ingat, aku juga tidak bisa menunggu lama. Aku akan menunggu keputusan kalian sekarang juga."
"Kau ...!"
Chandra menggeram sambil mengepalkan tangannya erat. Rasanya, dia ingin sekali melakukan sesuatu yang membuat perempuan licik di depannya ini menyesal.
Sementara Sarah dan Rudi tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
"Sepertinya tidak ada salahnya kalau kita menjadi Besan, Mbak Rania," ucap Sarah penuh penekanan. Sarah menatap Rania dengan senyum sumringah. Sebentar lagi, semua rencananya pasti akan berhasil.
"Kau jangan bermimpi, Sarah. Aku tidak akan membiarkan Kenzo menikah dengan Bella."
"Oh, ya? Berarti Tante harus bersiap, karena sebentar lagi aku akan segera menghancurkan Kenzo dengan video itu. Setelah itu aku yakin, dengan terpaksa kalian juga akan menikahkan aku dengan Kenzo bukan? Bukankah reputasi kalian di hadapan publik jauh lebih penting?" Bella menatap Rania dan Chandra dengan senyum kemenangan di bibirnya.
'Sebentar lagi. Tinggal selangkah lagi, aku pasti bisa memiliki semuanya.'
"Bagaimana? Apa kalian masih berpikir akan menolak syarat dariku?"
*****
Kenzo berdiri di depan pintu kamar Alea saat perempuan itu baru saja masuk ke dalam kamarnya dengan membanting pintu. Alea marah besar karena pria itu tidak mau melepaskan pelukannya.
Alea tetap tidak mempercayai Kenzo meski pria itu sudah menjelaskan padanya panjang lebar. Kenzo bahkan menyuruh Alea untuk memeriksa cctv hotel untuk membuktikan kalau dirinya tidak bersalah. Namun, bayangan wajah Kenzo bersama Bella di video itu terus berputar di kepalanya. Alea tidak bisa dengan mudah melupakan semuanya.
Kenzo memandangi pintu itu dengan perasaan sedih. Dia tahu, Alea mungkin butuh waktu untuk mengobati lukanya. Bagaimanapun, apa yang dilakukan Bella sangatlah keterlaluan. Seandainya saja saat ini dia yang berada di posisi Alea, mungkin dirinya pun tak akan mudah untuk melupakan semuanya apalagi memaafkan.
Namun, Kenzo yakin, tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Bella. Saat itu, dia jelas-jelas tidak sadarkan diri.
Kenzo mengepalkan tangannya erat, raut wajahnya memerah karena amarah yang kembali merasuki dirinya.
'Aku pastikan kau akan membayar semua yang telah kau lakukan padaku, Bella.'
Kenzo bergegas turun, kemudian segera pergi dari rumah Alea setelah sebelumnya berpamitan dengan Anita dan Rajasa.
Sesampainya di rumah, amarah Kenzo semakin meluap saat melihat orang yang sedari tadi membuat emosinya naik saat ini sedang berada di rumahnya.
Kenzo melihat Bella dan orang tuanya duduk di hadapan Rania dan Chandra.
Kenzo dengan amarah meledak mendekati Bella kemudian langsung mencengkeram leher perempuan itu.
"Kenzo!"
Chandra dan Rania sangat terkejut saat melihat Kenzo tiba-tiba datang dan langsung menyerang Bella.
Sarah dan Rudi pun tak kalah terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Kenzo.
Pria itu bagai orang kesetanan langsung mencengkram leher Bella. Sarah berteriak menyuruh Kenzo melepaskan Bella. Namun, pria itu seolah tak peduli. Kenzo terus mencengkeram leher Bella. Wajah perempuan itu terlihat pucat, nafasnya tercekat. Cengkraman tangan Kenzo membuatnya sulit untuk bernafas.
Kenzo menatap penuh amarah pada Bella. Rasanya, dia ingin sekali menghancurkan perempuan ini hingga menjadi debu.
__ADS_1
" Lepaskan Bella! Kau bisa membunuhnya, Ken!" Sarah berteriak dengan panik. Begitupun dengan Rudi. Pria itu mendekati Kenzo dan menarik tangan Kenzo yang masih dengan kuat mencengkeram leher Bella.
"Lepaskan, Bella!" Rudi ikut berteriak.
"Ken! Kau bisa membunuhnya kalau kau tidak melepaskan dia!" Kali ini Rania ikut bicara. Dia tidak akan membiarkan Kenzo membunuh perempuan itu dengan tangannya sendiri.
"Ken, dengarkan Mama! Lepaskan dia, jangan mengotori tanganmu dengan membunuh perempuan ini!" Rania kembali berteriak.
Mendengar suara Mamanya, Kenzo segera melepaskan cengkeramannya, kemudian mendorong tubuh Bella hingga perempuan itu terjatuh ke lantai.
Bella terbatuk, kemudian menghirup udara dengan rakus. Hampir saja dia kehabisan nafas akibat perbuatan Kenzo. Sarah dan Rudi langsung mendekati Bella. Mereka menuntun Bella agar kembali duduk di sofa. Sementara Kenzo masih menatap Bella dengan tajam, nafasnya naik turun menahan emosi.
Sarah mendekati Kenzo dan mengangkat tangannya, bermaksud untuk menampar pria itu, tetapi dengan sigap Rania menahan tangan Sarah.
"Jangan kau coba-coba menyentuh anakku!" Rania menatap tajam ke arah Sarah.
"Dia hampir saja membunuh Bella, Mbak Rania. Kenapa kau membelanya?" Sarah tak kalah tajam menatap Rania dengan marah.
"Karena Bella memang pantas mendapatkannya, Sarah. Ini bahkan belum seberapa dibandingkan hukuman yang akan kalian terima karena kalian sudah berani bermain-main dengan keluarga kami. Kau sangat tahu bukan, siapa keluarga Chandra Adiguna?"
Nyali Sarah sedikit menciut melihat kemarahan yang tampak di kedua mata Rania. Apalagi saat dia mendengar nama Chandra Adiguna disebut.
"Cepat serahkan rekaman video itu padaku, kalau tidak, kau akan tahu akibatnya!" Kenzo berteriak ke arah Bella.
"Aku akan menyerahkan video itu, tapi dengan satu syarat." Bella menatap Kenzo dengan percaya diri.
"Aku tidak akan menerima syarat apapun darimu, Bella," tegas Kenzo menatap penuh kebencian pada perempuan itu.
"Kalau begitu, jangan harap kau bisa mendapatkan video itu!" ancam Bella sambil menatap netra coklat Kenzo yang menatapnya tajam. Dadanya langsung berdebar saat pria yang dikaguminya itu menatapnya dengan sorot penuh amarah.
"Cepat katakan, apa syaratnya?"
"Menikah denganku."
"Apa?"
.
.
Jangan lupa like, koment, dan Votenya ya Kakak² 🙏🙏🙏
__ADS_1
,