MATI RASA

MATI RASA
Part 128 Bertemu Alea


__ADS_3

"Apa maksudmu mengirimkan undangan pernikahan kita pada Alea, Bella?" Kenzo menatap Bella dengan tajam. Rasanya, dia ingin sekali menghabisi perempuan itu.


Sementara Bella mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Kenzo.


"Kenapa kau bertanya seperti itu? Bukankah Alea juga harus tahu kalau kita akan menikah?" jawab Bella dengan enteng.


Sementara Kenzo mengepalkan tinjunya. Merasa marah dengan apa yang sudah dilakukan oleh Bella. Kenzo memang ingin merahasiakan pernikahannya dengan Bella dari Alea. Makanya dia sengaja tidak memberikan undangan pernikahannya pada perempuan itu.


Kenzo tidak ingin Alea terluka lebih dalam lagi saat mengetahui kalau dirinya menikah dengan Bella. Saat ini, Kenzo memang tidak bisa berbuat apa-apa. Dia terpaksa terus menuruti semua keinginan Bella untuk sementara waktu.


Sebenarnya, Kenzo bisa saja menolak menikah dengan Bella. Dirinya juga bisa saja langsung membungkam mulut media, seandainya perempuan itu memang bermaksud untuk menyebarkan rekaman video itu ke internet. Namun, Kenzo juga tidak mau mengambil resiko yang besar.


Saat ini, bisnis Kenzo sedang maju pesat. Hampir seluruh kafe dan restoran yang dia punya di seluruh kota besar di negaranya, sukses mendulang rupiah. Bisa dibayangkan ribuan pegawai yang saat ini bergantung padanya. Seandainya dirinya terkena masalah dan publik tidak lagi mempercayainya, bisa-bisa kemungkinan terburuk pasti akan terjadi padanya. 


Apalagi, dirinya juga salah satu ahli waris dari Chandra Adiguna, seorang pengusaha terkenal di negaranya. Mungkin jika video itu tersebar, bisa di pastikan bukan hanya dirinya yang akan mendapatkan masalah. Namun, Chandra Adiguna pun pasti akan ikut terdampak. Sebenarnya, ada sebuah rencana dibalik semuanya. Hanya saja, Kenzo tidak mau bertindak gegabah.


"Kau benar-benar keterlaluan, Bella,  Kau melebihi batasanmu!" geram Kenzo.


"Aku hanya memberikan undangan pernikahan kita pada Alea, terus apa masalahnya? Bukankah kita memang benar akan menikah? Jadi, sebagai mantan pacarmu, dia harus tahu bukan?"


"Kau ...!" Kenzo mengeraskan rahangnya. Perempuan di depannya ini benar-benar menguji kesabarannya.


"Aku menikah denganmu karena syarat yang kau berikan Bella, jadi jangan terus mencoba menguji kesabaranku. beberapa hari lagi adalah hari pernikahan kita, Aku harap kau tidak macam-macam dan segera memenuhi janjimu untuk memberikan semua rekaman video itu padaku. Kalau tidak, pernikahan kita akan batal!" Kenzo  menatap tajam Bella. kedua netranya seolah ingin menelan hidup-hidup perempuan di depannya itu.


"Gaunmu sangat indah, undangan sudah tersebar, pernikahan kita tinggal menghitung hari. Jadi, sebaiknya kau menahan diri dan tidak berbuat macam-macam!"


Bella menatap kemarahan Kenzo dengan mengulas senyum cantik di wajahnya yang tertutup makeup tebal.


"Entah mengapa, setiap melihatmu marah, aku semakin jatuh cinta padamu, Ken. Kau benar-benar pria idamanku." Bella berdecak kagum menatap Kenzo.


Pria itu bahkan terlihat sangat mempesona meskipun dia sedang marah.


"Aku yakin, kita berdua pasti akan menjadi pasangan yang sangat serasi," ucap Bella dengan penuh percaya diri. Senyuman manis masih tersungging di bibirnya.


Sementara Kenzo menatap muak pada perempuan itu.


"Cepat ganti pakaianmu! Setelah ini,  kita pergi  ke hotel tempat resepsi pernikahan kita digelar." Kenzo meneliti penampilan Bella sebentar.


Perempuan itu terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang sangat pas membalut tubuhnya. Rambut ikalnya juga sangat sesuai dengan bentuk wajahnya. Bella termasuk sosok yang sempurna di mata semua pria. Sudah bisa dipastikan, semua pria manapun, pasti akan mudah tergoda dengan kecantikan Bella. Apalagi, pembawaan Bella yang terkesan seperti perempuan baik-baik. Kalau orang yang tidak tahu, mereka pasti akan mengira kalau Bella adalah perempuan baik-baik, karena tampang polosnya. Seperti dirinya, yang tidak menyadari kalau Bella sudah mengincarnya dari semenjak awal.

__ADS_1


'Sial!'


Kenzo bergegas pergi meninggalkan Bella. Rasanya, amarahnya akan terus memuncak saat dia berada dekat dengan perempuan itu.


Kenzo melangkah keluar dari butik untuk meredam amarahnya. Karena tidak memperhatikan langkahnya, Kenzo menabrak seseorang yang saat itu berjalan ke arahnya sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf!" Kenzo sontak memegang pinggang orang yang tidak sengaja dia tabrak.


"Aku yang seharusnya minta maaf, aku ...." Ucapan Alea terhenti saat dirinya mendongak ke arah orang yang baru saja dia tabrak. Alea sedang berjalan dengan menundukkan kepalanya saat tiba-tiba wajahnya menabrak dada bidang seseorang. Seseorang yang ternyata adalah pria yang saat ini sangat dirindukannya.


"Ken ...."


Kenzo seolah terhipnotis saat mendengar suara lembut yang memanggil namanya. Suara itu sudah lama tak terdengar menyapa telinganya.


"Ken ...." Alea menatap pria di depannya itu dengan kedua mata berkaca-kaca. Sementara Kenzo terus menatapnya tak berkedip.


Alea merangkul punggung pria itu kemudian memeluknya dengan erat. 


"Aku merindukanmu, Ken. Aku sangat merindukanmu." Alea terus memeluk Kenzo, menumpahkan segala kerinduannya dengan tangisan. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan pria ini. 


"Aku merindukanmu, Ken, sangat merindukanmu ...." 


Kenzo perlahan tersadar, kedua tangannya yang tadi menahan pinggang Alea memeluk erat tubuh Alea.


'Aku juga merindukanmu, Alea. Sangat!'


Kenzo memeluk erat perempuan itu, seolah takut kalau perempuan itu akan kembali pergi meninggalkannya. Namun, tiba-tiba terdengar suara yang sontak membuat pelukan mereka berdua terlepas.


"Kenzo!" Bella berteriak dengan keras. Perempuan itu sangat terkejut saat dia membuka pintu keluar butik dan mendapati pemandangan yang membuat darahnya langsung mendidih.


"Apa yang kalian lakukan?" Bella bergegas melangkah mendekati Kenzo dan langsung menarik tangan pria itu hingga kini berdiri di sebelahnya.


"Kenapa kau memeluk calon suamiku?" Bella menyorot tajam pada Alea. Sementara Alea yang masih dalam mode terkejut hanya terdiam, hatinya berdenyut nyeri saat Bella mengatakan kalau Kenzo adalah calon suaminya.


"Kenapa? Apa kau masih tidak percaya kalau kami akan menikah?"


Alea mengepalkan tangannya mendengar ucapan Bella. Sedangkan Kenzo menatap Alea dengan tatapan tak terbaca.


"Kami baru saja selesai fitting baju pengantin dan sekarang, kami akan pergi ke hotel tempat resepsi pernikahan kami nanti akan digelar. Jadi, sebaiknya kau tahu diri. Segera menyingkir dari sini dan ingat, jangan ganggu Kenzo lagi!" ancam Bella sambil menatap ke arah Alea yang terlihat kaget dengan kedua mata yang masih berkaca-kaca karena Alea baru saja menangis dipelukan Kenzo.

__ADS_1


"Ayo Sayang, kita pergi dari sini. Bukankah kita akan ke hotel xx sekarang?" Bella dengan manja menggandeng tangan Kenzo. Sementara Kenzo hanya diam, menatap Alea dengan tatapan tak terbaca.


Bella menarik tangan Kenzo kemudian pergi meninggalkan Alea yang terus menatapnya dengan kedua mata berkaca-kaca. Kenzo menekan perasaannya. Rasa sakit menjalar ke sudut hatinya saat dirinya melihat Alea terlihat begitu terluka.


"Ken, Kenzo!" Alea berteriak memanggil Kenzo.


"Kita harus bicara, Ken! Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu!" 


"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi, di antara kita sudah selesai, bukankah itu yang kau katakan saat itu?"


Kenzo berbalik menatap Alea.


"Ken ...."


"Aku sudah menjelaskan berkali-kali, tapi kau tak mau mendengar. Kau bahkan lebih memilih menjauh dariku. Aku hanya mengabulkan permintaanmu, Alea. Bukankah kau sendiri yang bilang untuk mengakhiri semuanya?"


Alea menggelengkan kepalanya, ingatannya kembali teringat pada Kenzo yang terus menghubunginya saat dirinya masih di Bali.


'Pergilah, Ken! Aku tidak mau melihatmu lagi. Aku harap, setelah ini kita tidak akan bertemu lagi.'


"Aku hanya menuruti permintaanmu, Alea. Menjauhkan diri dari pandanganmu.


"Ken ...."


"Bukankah itu yang kau inginkan?"


"Ken ...."


Kenzo berbalik, kemudian melangkah bersama Bella. Sementara Bella tersenyum senang, kemudian bergelayut manja di tangan Kenzo.


"Kenzo!"


"Ken!"


Alea berteriak  memanggil Kenzo, tapi pria itu tak menoleh sedikitpun ke arahnya.


"Ken ...!


.

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like koment dan Votenya ya Kakak ² 🙏🙏🙏


.


__ADS_2